9 Tips Membeli Rumah KPR Agar Tidak Tertipu Developer

Tips Membeli Rumah KPR Agar Tidak Tertipu

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) merupakan solusi yang semakin banyak dipilih. Pada umumnya, pembelian rumah secara KPR ditawarkan oleh developer atau pengembang perumahan.

Membeli rumah KPR di developer pun terbukti memberikan banyak keuntungan. Sebut saja prosesnya mudah, berada di kawasan yang layak, dan lebih praktis.

Hanya saja, membeli rumah KPR di developer bukan berarti tanpa masalah. Pasalnya, ada juga developer yang tak ragu untuk membohongi konsumen. Untuk itu, pastikan anda menyimak informasi penting dari BelajarKeuangan.com dibawah ini.

Tips Membeli Rumah KPR Agar Tidak Tertipu

tips membeli rumah bekas

Ikuti semua langkah berikut jika Anda tidak memiliki kenalan yang berpengalaman di bidang properti.

Jangan khawatir sebab tidak sulit menjalankan seluruh saran yang kami tuliskan. Silahkan bagikan artikel ini apabila berguna bagi yang lain.

Pertimbangkan Reputasi Developer

Salah satu tips yang bisa anda cermati dalam membeli rumah KPR di developer ialah mempertimbangkan reputasi developer.

Anda jangan terburu-buru dalam memilih pengembang. Hal ini dikarenakan bisa saja menyebabkan sejumlah kerugian pada diri anda sendiri.

Perlu anda sadari bahwa risiko yang akan anda tanggung nantinya sangat besar, tak terkecuali dengan pembelian yang dilakukan secara kredit.

Mengingat anda diminta untuk melunasi rumah sebelum dibangun oleh developer. Pastikan anda memilih pengembang yang memiliki reputasi baik.

Developer haruslah mempunyai kinerja yang bertanggung jawab. Dengan begitu, berbagai urusan anda mengenai pembelian rumah KPR di developer ini bisa berjalan secara lancar.

Cek Legalitas Tanah

Tips membeli rumah di developer selanjutnya ialah mengecek legalitas tanah. Pastikan status tanahnya ialah minimal Hak Guna Bangunan (HGB).

Hal ini dikarenakan status ini memiliki jangka waktu tertentu sehingga harus diperpanjang apabila pengembang belum selesai dalam mengelola lahan perumahan tersebut.

Anda bisa mengecek status HGB dari tanah perumahan langsung ke Dinas Pertanahan terdelat. Setelah itu, anda perlu memastikan asal HGB milik pengembang.

Perlu untuk anda ketahui, terdapat dua kategori HGB, yakni Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dan tanah yang dikuasai oleh negara.

Dalam unsur legalitas, HGB dari tanah negara relatif lebih aman. Sedangkan HGB HPL membutuhkan waktu ketika diperpanjang.

Hal ini dikarenakan jenis HGB ini harus memiliki persetujuan pemegang HPL sebelumnya ketika hendak diperpanjang.

Untuk itu, pastikan HGB milik pengembang berasal dari lahan negara supaya tak repot mengurusnya.

Penyelesaian Sertifikat

tips membeli rumah di perumahan

Tips membeli rumah KPR agar tidak tertipu selanjutnya ialah pastikan juga anda memperhatikan proses penyelesaian sertifikatnya.

Ketika awal pembelian rumah, sertifikat memang masih atas nama developer. Untuk mengubahnya menjadi atas nama pembeli, anda perlu melalui sejumlah proses.

Perlu diketahui bahwa sertifikat masih atas nama developer berdampak pada sulitnya melakukan take over kredit ke bank lain atau ke leasing BPR.

Pada umumnya, bank tak akan menerima take over apabila status sertifikat belum SHM atas nama anda sebagai pemilik.

Selain itu, sertifikat masih atas nama developer juga berdampak pada sulitnya penjualan rumah.

Hal ini dikarenakan calon pembeli tak bisa memperoleh SHM. Sementara, SHM sangatlah penting bagi pembeli sebagai jaminan legalitas kepemilikan bangunan dan tanah.

Maka dari itu, penting bagi anda untuk memastikan ke pengembang mengenai kapan sertifikat akan beralih menjadi atas nama anda sebagai pembeli.

Pada umumnya, di dalam perjanjian jual beli telah tercantum target penyelesaian sertifikat dan pastikan hal tersebut telah disepakati bersama.

Jangan Terburu-buru Menyerahkan Dana

Saat anda melakukan pembelian rumah KPR di developer, pastikan anda tak terburu-buru menyerahkan dananya.

Sebagai antisipasi, anda bisa memilih kavling dulu dengan memberikan sedikit uang sebagai tanda jadi.

Lakukan hal tersebut sembari melengkapi berkas KPR. Selanjutnya, anda bisa meminta pengembang untuk mengecek ID BI, apakah nama anda Coll 5 (kredit macet) atau bersih.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ditolaknya pengajuan KPR karena pinjaman ataupun masalah di masa lalu.

IMB

Tips membeli rumah KPR agar tidak tertipu developer selanjutnya ialah perihal IMB. Berdasarkan UU 28 Tahun 2002 mengenai Bangunan Gedung, mempunyai syarat bahwa untuk mendirikan bangunan gedung di wilayah Indonesia diharuskan mengantongi IMB (Ijin Mendirikan Bangunan).

Hal tersebut wajib. Maka dari itu, pastikan selalu bahwa rumah yang anda beli mempunyai IMB tersebut.

Dengan begitu, anda bisa terhindar dari berbagai masalah di kemudian hari mengenai izin bangunan tersebut.

Pantau Pembangunan Rumah

kredit rumah langsung ke developer

Pastikan anda selalu mengawasi pembangunan rumah yang anda beli. Proses pembangunan rumah itu sendiri cukup bervariasi.

Hal tersebut tergantung dari ukuran dan model rumah yang anda inginkan. Pada umumnya, pembangunan rumah membutuhkan waktu 6 sampai dengan 24 bulan.

Untuk itu, datangi lokasi pembangunan rumah secara rutin. Anda bisa lihat secara langsung apakah rumah yang dibangun menerapkan spesifikasi yang ada di dalam perjanjian.

Mungkin saja pembangunan rumah dengan menggunakan beton bertulang, ukuran dan kelas keramik yang dipakai, hingga rangka atap baja ringan.

Alangkah baiknya, anda memastikan juga ukuran dan desain rumah sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

Apabila hal tersebut melenceng dari perjanjian, maka anda berhak untuk menggugat developer.

Anda juga bisa menuntut untuk dibuatkan rumah sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati.

Di artikel tips membeli rumah KPR agar tidak tertipu ini, poin tersebut sangatlah penting sebab butuh waktu lama sampai bangunan selesai, sehingga progress nya wajib selalu dipantau.

Resiko Rumah Tak Jadi Tepat Waktu

Ada banyak resiko yang bisa anda terima saat membeli rumah KPR di developer. Misalnya saja, rumah tidak jadi walau pembayaran sudah lunas dan rumah selesai dengan target waktu yang terlambat.

Untuk menghindari resiko tersebut, anda tak hanya perlu memiliki developer dengan reputasi baik saja, melainkan juga adanya klausul dalam perjanjian yang mengatur perihal denda apabila developer terlambat dalam menyerahkan rumah.

Selain itu, membeli rumah KPR lewat developer juga memiliki resiko rumah jadi dengan spesifikasi yang tak sesuai standar atau bahkan terbilang buruk.

Pada umumnya, developer akan memberikan masa retensi selama 3 bulan usai melakukan serah terima.

Selama masa retensi tersebut jika terdapat kerusakan tentang bangunan dan kondisi rumah masih masuk ke dalam tanggung jawab pihak developer. Untuk itu, pastikan semuanya ada di perjanjian.

Hindari Transaksi di Bawah Tangan

tips membeli perumahan bersubsidi

Anda jangan pernah sekali-kali melakukan transaksi di bawah tangan. Hal ini dikarenakan transaksi tersebut sangat berisiko untuk menyebabkan kerugian.

Pastikan anda melakukan transaksi sesuai dengan prosedurnya. Apabila ternyata rumah yang akan anda beli nantinya masih diagunkan ke bank, maka pastikan anda melakukan pengalihan kredit di bank. Gunakan juga akta notaris sebagai penguat.

Minta Garansi Bangunan

Tips membeli rumah KPR agar tidak tertipu pengembang selanjutnya ialah meminta garansi bangunan.

Upayakan garansi yang diberikan berbentuk tulisan dan sah. Anda jangan mengandalkan ucapan saja.

Hal ini dikarenakan akan kurang kuat di mata hukum apabila nantinya terjadi masalah pada rumah anda.

Pastikan anda memperoleh garansi rumah minimal selama 6 bulan mendatang. Dengan begitu, saat ada kerusakan yang bukan disebabkan karena kesengajaan pemilik, maka developer harus bersedia untuk memperbaikinya.

Anda pun bisa terbebas dari biaya tambahan guna memperbaiki kerusakan. Setidaknya anda akan aman dan lebih hemat biaya selama garansi masih ada.

Sertifikat belum atas nama sendiri?

Pelajari prosedur balik nama sertifikat rumah < klik untuk penjelasan yang lebih mudah dicerna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.