<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pojok Syariah Archives | BelajarKeuangan.com</title>
	<atom:link href="https://www.belajarkeuangan.com/category/pojok-syariah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.belajarkeuangan.com/category/pojok-syariah/</link>
	<description>Belajar Keuangan Hanya Disini Tempatnya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2022 02:25:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.7</generator>

<image>
	<url>https://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/cropped-5-32x32.png</url>
	<title>Pojok Syariah Archives | BelajarKeuangan.com</title>
	<link>https://www.belajarkeuangan.com/category/pojok-syariah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rekomendasi Kampus Perbankan Syariah di Universitas Swasta di Bandung</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/universitas-swasta-di-bandung/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/universitas-swasta-di-bandung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2022 02:25:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[ma'soem university]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan syariah]]></category>
		<category><![CDATA[universitas di bandung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.belajarkeuangan.com/?p=1665</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika anda tertarik menggeluti bidang perbankan syariah, maka ada salah satu rekomendasi universitas swasta di Bandung, yaitu Universitas Ma’soem. Kampus universitas Ma’soem sendiri berada satu lingkungan bersama lingkungan SD, SMP hingga SMA Al Ma’soem. Bidang perbankan syariah yang ada di Indonesia memang sangat menarik mengingat Negara Indonesia sendiri merupakan negara dengan mayoritas muslim terbanyak di &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/universitas-swasta-di-bandung/">Rekomendasi Kampus Perbankan Syariah di Universitas Swasta di Bandung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1666" src="https://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2022/10/masoem-university.jpg" alt="ma'soem university" width="729" height="425" /></p>
<p>Jika anda tertarik menggeluti bidang perbankan syariah, maka ada salah satu rekomendasi <a href="https://masoemuniversity.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">universitas swasta di Bandung</a>, yaitu Universitas Ma’soem. Kampus universitas Ma’soem sendiri berada satu lingkungan bersama lingkungan SD, SMP hingga SMA Al Ma’soem.</p>
<p>Bidang perbankan syariah yang ada di Indonesia memang sangat menarik mengingat Negara Indonesia sendiri merupakan negara dengan mayoritas muslim terbanyak di dunia. Inilah yang juga membuat bank Syariah di Indonesia memiliki jumlah terbanyak bahkan di dunia.</p>
<p>Bahkan beberapa pakar keuangan memprediksi jika ada prospek menarik dan cerah dalam sektor keuangan berbasis syariah di Indonesia. Kehadiran bank Syariah di negara Indonesia didukung oleh peraturan undang-undang no. 21 tahun 2008 mengenai bank syariah sekaligus sebagai bukti pengakuan eksistensi bank syariah itu sendiri.</p>
<p>Selain itu, kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dalam menginvestasikan dananya di tempat tanpa riba, memungkinkan lembaga atau bank syariah menjadi meningkat. Hal ini, tentu bisa menjadi peluang bagi anda yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah dengan memilih jurusan <a href="https://masoemuniversity.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">perbankan syariah</a> di universitas swasta di Bandung, tepatnya di Al Ma’soem.</p>
<h2><strong>Kenapa Harus Memilih Perbankan Syariah?</strong></h2>
<p>Untuk alasannya tentu saja dikarenakan semakin banyak pengguna layanan bank-bank syariah seiring dengan banyaknya masyarakat yang mulai sadar untuk menyimpan dananya di lembaga yang tidak menerapkan sistem riba. Di samping itu, di masa mendatang banyak bermunculan beberapa lembaga keuangan syariah.</p>
<p>Inilah kenapa anda harus segera mempersiapkan diri mempelajari ilmu yang berkaitan dengan perbankan berbasis syariah.</p>
<p>Di universitas swasta di Bandung  ini, anda dapat mempelajari ekonomi perbankan berbasis syar’i atau sesuai syariat Islam. Selain itu, anda tentunya akan dibekali ilmu dasar terkait agama demi meningkatkan iman sekaligus pemahaman mengenai islam.</p>
<p>STIBANKS Al Ma’soem adalah salah satu universitas swasta di Bandung yang dikelola Yayasan Al Ma’soem sejak tahun 1986, berlokasi di Bandung. STIBANKS sudah memperoleh izin pendirian resmi dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kemenag (Kementrian Agama) Republik Indonesia. Sehingga sekolah tinggi ini sangat layak dijadikan sebagai tempat untuk belajar.</p>
<p>STIBANKS Al Ma’soem sudah mempunyai 2 jenjang pendidikan, yaitu Strata I (S1) dan Diploma III (D3).</p>
<p>Harapannya bisa mencetak lulusan bukan hanya sekedar mempunyai intelektual tinggi saja melainkan juga yang berakhlaqul karimah. Selain itu, baik D3 dan S1 telah dipersiapkan saat lulus bisa siap untuk bekerja dimanapun, baik dalam bidang perbankan syariah, konvensional, maupun di lembaga-lembaga lainnya.</p>
<h2><strong>Dukungan SDM Kompeten dan Fasilitas Lengkap</strong></h2>
<p>Supaya visi misi dapat tercapai, sekolah tinggi STIBANKS Al Ma’soem berkomitmen dengan cara memberikan dukungannya dalam bentuk fasilitas aktivitas belajar mengajar memadai. Dengan demikian, ilmu yang telah diserap oleh mahasiswa dapat tersampaikan lebih cepat.</p>
<p>Tentu saja didukung pula oleh SDM seperti dosen atau pengajar yang telah menjadi salah satu faktor penting. Para pengajar di sekolah tinggi STIBANKS Al Ma’soem merupakan orang-orang kompeten di bidangnya, handal, religius, serta selalu update terhadap perkembangan. Sehingga mahasiswa bisa mendapatkan informasi dan ilmu yang up to date yang dapat dimanfaatkan saat nanti terjun langsung ke dunia kerja.</p>
<p>Selain itu, fasilitas kegiatan yang dilakukan di STIBANKS Al Ma’soem cukup banyak. Sehingga mahasiswa yang ada di universitas swasta di Bandung ini dapat mengembangkan pengalaman keorganisasian dan soft skillnya. Universitas ini juga menyediakan kelas eksklusif dan kelas karyawan, selain kelas reguler untuk lulusan SMA.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/universitas-swasta-di-bandung/">Rekomendasi Kampus Perbankan Syariah di Universitas Swasta di Bandung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/universitas-swasta-di-bandung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Macam-Macam Riba dan Dampaknya</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/macam-macam-riba/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/macam-macam-riba/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2022 04:25:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam riba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.belajarkeuangan.com/?p=1655</guid>

					<description><![CDATA[<p>Istilah riba mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tanpa disadari, sebenarnya banyak sekali produk keuangan yang berkaitan dengan riba. Sistem riba sudah pasti diterapkan pada produk keuangan konvensional seperti simpanan, tabungan, transaksi ekonomi, kredit tanpa agunan, dan banyak lagi lainnya. Dalam ajaran agama Islam, transaksi riba sudah jelas hukumnya haram. Macam-macam riba sudah &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/macam-macam-riba/">Mengenal Macam-Macam Riba dan Dampaknya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1656" src="https://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2022/08/macam-macam-riba.png" alt="macam-macam riba" width="600" height="400" /></p>
<p>Istilah riba mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tanpa disadari, sebenarnya banyak sekali produk keuangan yang berkaitan dengan riba. Sistem riba sudah pasti diterapkan pada produk keuangan konvensional seperti simpanan, tabungan, transaksi ekonomi, kredit tanpa agunan, dan banyak lagi lainnya. Dalam ajaran agama Islam, transaksi riba sudah jelas hukumnya haram. Macam-macam riba sudah di atur dalam hukum Islam yang tercantum dalam AL-qur’an.</p>
<p>Pengertian riba atau ziyadah ialah penambahan nilai atau bunga yang melebihi jumlah pinjaman saat dikembalikan.</p>
<p>Penentuan nilai tersebut biasanya berdasarkan nilai pokok pinjaman yang harus dibayar lebih dari pokok pinjamannya oleh si peminjam. Besaran bunga yang ditentukan mengacu pada presentase tertentu yang diberikan kepada peminjam.</p>
<p>Zaman sekarang ini riba sudah menjelma ke dalam kegiatan ekonomi seperti transaksi valas non tunai, bunga <em>credit card </em>yang melebihi pembayaran, transaksi leasing, bunga deposito dan tabungan, asuransi, penundaan transaksi valas dan banyak lagi yang lainnya.</p>
<p>Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai macam-macam riba yang ada beserta contoh dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<h3><strong>Apa Saja Macam-Macam Riba?</strong></h3>
<ol>
<li><strong>Riba Jahiliyah</strong></li>
</ol>
<p>Riba jahiliyah merupakan riba yang terjadi pada transaksi utang piutang. Yaitu ketika si peminjam mengembalikan atau membayar utangnya dengan melebihi jumlah pinjaman pokoknya. Biasanya terjadi saat peminjam tidak mampu membayar utangnya pada waktu yang sudah ditentukan.</p>
<p>Contoh: A meminjam uang sebesar Rp 500.000,- pada B dengan jangka waktu 2 bulan. Setelah 2 bulan A tidak dapat membayar utangnya dan meminta keringanan kepada B.</p>
<p>B menyetujui asalkan A harus membayar senilai Rp 550.000. Dalam kondisi ini, A diharuskan membayar lebih dengan nominal yang sudah ditentukan dari pinjaman yang seharusnya. Transaksi ini termasuk riba dan jelas di larang.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Riba qardh</strong></li>
</ol>
<p>Riba qardh juga merupakan jenis riba yang terjadi dalam transaksi utang piutang. Dalam riba qardh, si peminjam harus mengembalikan pinjamannya dengan nominal yang lebih.</p>
<p>Yang membedakan riba jahiliyah dengan riba qardh ialah jika riba jahiliyah disebabkan karena ketidakmampuan bayar sesuai waktunya, sedangkan riba qardh saat terjadi transaksi utang piutang, si peminjam sudah diberikan keharusan mengembalikan pokok pinjaman beserta bunganya.</p>
<p>Transaksi riba qardh biasa terjadi pada lembaga pembiayaan konvensional. Dalam islam, riba qardh jelas dilarang.</p>
<p>Sesuai dengan hadist Rasulullah “Semua piutag yang menarik keuntungan termasuk riba.” (HR. Al-Baihaqi). Transaksi riba qardh inilah yang sampai saat ini masih marak di kalangan masyarakat.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Riba Yad</strong></li>
</ol>
<p>Riba Yad merupakan jenis riba yang terjadi pada transaksi jual beli dan pertukaran barang. Pada awal transaksi ini terjadi tanpa adanya kelebihan.</p>
<p>Namun, karena terjadinya penundaan pembayaran akibat salah satu pihak meninggalkan akad sebelum serah terima barang maka nilainya menjadi bertambah.</p>
<p>Contoh transaksi riba yad ialah sebuah motor dihargai dengan nilai 13 juta rupiah apabila dibeli secara <em>cash</em>.</p>
<p>Namun, apabila pembeli akan membayar motor tersebut secara kredit maka motor tersebut akan dihargai 15 juta rupiah.</p>
<p>Pembeli maupun penjual tidak akan menetapkan jumlah nominal yang harus dibayar hingga transaksi selesai.</p>
<ol start="4">
<li><strong>Riba Nasi’ah</strong></li>
</ol>
<p>Riba Nasi’ah juga merupakan riba yang terjadi pada transaksi jual beli. Riba Nasi’ah terjadi karena adanya kelebihan yang diperoleh dari proses transaksi jual beli dalam jangka waktu tertentu.</p>
<p>Dalam transaksi tersebut menggunakan dua jenis barang yang serupa namun akan ada waktu penangguhan dalam pembayaran nantinya.</p>
<p>Adapun contoh dari riba nasi’ah ialah terjadinya penukaran emas 24 karat yang dilakukan oleh dua pihak yang berbeda.</p>
<p>Saat pihak pertama telah menyerahkan emasnya, namun pihak kedua mengatakan akan memberikan emas miliknya satu bulan yang akan datang. Hal tersebut dikatakan riba karena harga emas dapat berubah kapan saja.</p>
<ol start="5">
<li><strong>Riba Fadhl</strong></li>
</ol>
<p>Riba Fadhl termasuk riba yang terjadi pada transaksi jual beli atau pertukaran benda yang nanttinya menghasilkan riba.</p>
<p>Berbeda dengan riba nasi’ah, pada riba fadhl pertukaran antar dua barang yang digunakan memiliki jumlah yang berbeda.</p>
<p>Contoh dari transaksi riba fadhl ialah ketika anda melakukan penukaran uang 100 ribu rupiah dengan pecahan 2 ribu rupiah.</p>
<p>Seharusnya yang didapatkan adalah 50 lembar uang 2 ribu rupiah, namun yang diterima hanya 48 lembar uang 2 ribu rupiah yang jika ditotal hanya berjumlah 96 ribu rupiah. Atau saat terjadi pertukaran emas 24 karat menjadi 18 karat saja.</p>
<p>Macam-macam riba yang disebutkan di atas ialah jenis riba yang sering kali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Setelah mengetahui macam-macam riba, hendaknya harus lebih berhati-hati dalam bertransaksi agar tidak terkena unsur riba.</p>
<h3><strong>Dampak dari Berbuat Riba</strong></h3>
<p>Aktivitas riba yang dilakukan tentunya akan berdampak dalam kehidupan seseorang, antara lain:</p>
<ol>
<li><strong>Memiliki sifat rakus</strong></li>
</ol>
<p>Pelaku perbuatan riba serta semua orang yang terlibat di dalamnya rentan memiliki sifat rakus atau tamak, keras hati, terobsesi dengan kekayaan, bahkan hina.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Dosa besar melebihi dosa zina</strong></li>
</ol>
<p>Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Baihaqi yaitu “Satu dirham yang dimakan seseorang dari transaksi riba sedangkan ia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” Pertanggung jawaban atas dosa ini sangat berat diakhirat.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Memiliki hati dan jiwa yang kotor</strong></li>
</ol>
<p>Pelaku riba tidak akan segan untuk membuat hidup orang lain lebih menderita demi memenuhi rasa tamak mereka.</p>
<p>Pertolongan yang diberikan pada pelaku riba kepada masyarakat yang tidak mampu sebenarnya hanya berkedok tujuan mereka yaitu pemerasan.</p>
<p>Sebab pertolongan yang diberikan tidak akan membantu, melainkan membuat orang yang ditolong akan sengsara karena harus mengganti berkali lipat yang akan menambah beban mereka.</p>
<ol start="4">
<li><strong>Mendapat siksa di akhirat</strong></li>
</ol>
<p>Hukum riba sudah jelas haram dalam agama Islam, sehingga apabila anda sengaja berkecimpung dalam transaksi yang berhubungan dengan riba, maka anda akan mendapatkan siksa di akhirat kelak.</p>
<p>Sesuai firman Allah dalam Q.S. AL-Baqarah ayat 275, seseorang yang melakukan perbuatan riba akan dibangkitkan di akhirat dalam keadaan gila.</p>
<ol start="5">
<li><strong>Tidak mendapatkan keberkahan</strong></li>
</ol>
<p>Tidak akan ada keberkahan yang didapat dari hasil riba, karena harta dari riba tidak akan ada manfaatnya. Allah akan menghancurkan harta dari riba tersebut baik secara nyata maupun abstrak.</p>
<ol start="6">
<li><strong>Penyebab Krisis Ekonomi</strong></li>
</ol>
<p>Transaksi riba ternyata menjadi salah satu penyebab terjadinya krisis ekonomi. Riba dapat menggiring perekonomian pada hal-hal yang dapat menyebabkan pemborosan atau <em>over production</em>.</p>
<p>Setelah mengetahui macam-macam riba serta dampaknya pada pelaku riba, ada baiknya anda menghindari transaksi yang mengandung unsur <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Riba" target="_blank" rel="noopener">riba</a>.</p>
<p>Hal ini bertujuan agar hidup anda menjadi lebih berkah serta merupakan bentuk ketaatan hamba kepada Tuhannya.</p>
<p>Anda dapat beralih menggunakan transaksi keuangan syariah dalam aktivitas ekonomi anda. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Yuk baca artikel menarik lainnya seputar dunia bisnis dan keuangan hanya di situs <a href="https://www.belajarkeuangan.com/" target="_blank" rel="noopener">Belajarkeuangan.com</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/macam-macam-riba/">Mengenal Macam-Macam Riba dan Dampaknya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/macam-macam-riba/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Mengatur Keuangan Ala Rasulullah SAW</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/tips-mengatur-keuangan/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/tips-mengatur-keuangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2019 05:14:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[investasi syariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarkeuangan.com/?p=1281</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tips Mengatur Keuangan. Siapa sih yang tidak ingin mengikuti jejak rasulullah SAW dalam menjalani kehidupan sehari-hari termasuk hal keuangan? Kami akan membahas mengenai tips mengatur keuangan ala rasullah, apa saja kebiasaan rasulullah sehingga dapat memanage keuangan dengan baik? Beliau mengatakan bagilah penghasilan kedalam tiga bagian. Apa saja itu? Keperluan konsumtif Modal Usaha Sedekah Mari kita &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/tips-mengatur-keuangan/">Tips Mengatur Keuangan Ala Rasulullah SAW</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-1284 aligncenter" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2019/06/tips-mengatur-keuangan.jpg" alt="tips mengatur keuangan" width="1000" height="662" /></p>
<p><strong>Tips Mengatur Keuangan</strong>. Siapa sih yang tidak ingin mengikuti jejak rasulullah SAW dalam menjalani kehidupan sehari-hari termasuk hal keuangan?</p>
<p>Kami akan membahas mengenai tips mengatur keuangan ala rasullah, apa saja kebiasaan rasulullah sehingga dapat me<em>manage </em>keuangan dengan baik? Beliau mengatakan bagilah penghasilan kedalam tiga bagian. Apa saja itu?</p>
<ol>
<li>Keperluan konsumtif</li>
<li>Modal Usaha</li>
<li>Sedekah</li>
</ol>
<p>Mari kita bahas lebih lanjut, selain dari sisi agama kami akan membahas pengaturan keuangan secara umum juga. Sebab kedua hal tersebut sama-sama memberikan dampak positif di dalam kehidupan dan lebih fleksibel.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Tips Mengatur Keuangan</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-1285 aligncenter" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2019/06/cara-mengatur-keuangan-usaha.jpg" alt="cara mengatur keuangan usaha" width="1000" height="667" /></p>
<p>Bagaimana pendapat anda mengenai pernyataan, “seboros-borosnya kita harus tetap punya uang pegangan” setuju kah kalian?</p>
<p>Memang benar mau bagaimanapun gaya hidup kita, tetap harus ada uang cadangan agar sewaktu-waktu kita bisa tercover dengan dana tersebut.</p>
<p>Tapi disisi lain perekonomian orang berbeda-beda mempengaruhi tingkat kebutuhan berbeda pula antara 1 individu dengan lainnya.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Tips mengatur keuangan ala rasulullah dibagi dalam 3 bagian :</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Keperluan Konsumtif</strong></span>. Dalam hal ini lebih kepada perilaku positif seperti memberikan nafkah kepada keluarga kecil, bukan malah sebaliknya dibelikan rokok atau barang kurang berguna.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Modal Usaha</strong></span>. sisihkan sebagian gaji anda untuk modal usaha atau modal membeli aset, Robert Kiyosaki mengatakan perbedaan antara orang kaya dengan orang miskin. Orang kaya lebih suka membeli aset sedangkan orang miskin lebih suka menghabiskan uang.</p>
<p>Orang menengah suka salah kaprah mengenai pembelian aset, mereka menggangap telah membeli aset padahal hal itu termasuk kedalam liabilitas/barang konsumtif.</p>
<p>Aset merupakan modal atau barang yang memberikan pemasukan tambahan sedangkan liabilitas adalah barang yang justru mendatangkan pengeluaran.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <a href="https://www.belajarkeuangan.com/sistem-keuangan-syariah/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Mari Mengenal Sistem Keuangan Syariah di Indonesia</span></a></span></strong></p>
<p>Barangnya bisa saja sama tapi 1 aset dan 1 lagi liabilitas, kita ambil contoh kendaraan sepeda motor. Jika kendaraan tersebut digunakan untuk mencari uang tambahan sebagai ojek online (aset) kalau malah sebaliknya digunakan hanya untuk pamer saja maka barang tersebut masuk ke dalam liabilitas.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Sedekah</strong></span>. Merupakan bekal di akhirat kita kelak, jadi harus seimbang antara dunia dan akhirat. Baik itu sedekah wajib atau sunnah.</p>
<p>Harta merupakan merupakan hal milik seseorang sekaligus amanah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Penggunaan uang sangat berkaitan erat dengan kemampuan seseorang mengelolanya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Kerugian Tidak Mempunyai Laporan Keuangan :</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-1289 aligncenter" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2019/06/cara-mengatur-keuangan-pribadi-remaja.jpg" alt="cara mengatur keuangan pribadi remaja" width="1000" height="667" /></p>
<ol>
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Tidak Pernah Mengetahui Kewajiban atau Aset yang Dimiliki</strong></span></h4>
</li>
</ol>
<p>Apakah anda mau terus-terusan bekerja sampai umur 50an? Bagi pembaca yang masih berusia produktif pasti masih sangat kurang peka terhadap aset ataupun kewajiban. Karena mereka masih mampu secara fisik mencari kerja dan meningkatkan kemampuan.</p>
<p>Memang tidak salah pernyataan seperti itu, tapi mau sampai kapan anda akan terus tidak memperdulikannya?</p>
<ol start="2">
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pengeluaran Tidak Terhandle dengan Bijak</strong></span></h4>
</li>
</ol>
<p>Menurut anda yang lebih tepat menggunakan uang tersebut terlebih dahulu untuk membeli barang mewah atau menabung?</p>
<p>Mungkin sebagian orang akan berpendapat menggunakan uang untuk membeli barang incaran karena takut kehabisan lagi?</p>
<p>Semua memang kembali kepada diri anda dan pola pikir, semakin dewasa umur pembaca seharusnya lebih mengetahui mana yang harus diutamakan. Dan semoga tips mengatur keuangan ini bisa sedikit membuka pikiran anda.</p>
<p>Konsekuensi negatif harus anda terima kalau laporan keuangan tidak cepat-cepat anda susun sedemikian mungkin.</p>
<p>Kalau anda sudah membuat laporan keuangan, maka akan lebih tahu kira-kira lebih besar pemasukan atau pengeluaran sehari-hari.</p>
<ol start="3">
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Tidak Mempunyai Cadangan Uang</strong></span></h4>
</li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-1287 aligncenter" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2019/06/cara-mengelola-keuangan-yang-baik-dan-benar.jpg" alt="cara mengelola keuangan yang baik dan benar" width="1000" height="667" /></p>
<p>Kegunaan uang cadangan atau darurat adalah jika sewaktu-waktu diri kita mengalami bencana atau kecelakaan. Tanpa harus mengutak-ngatik uang tabungan atau keuangan lain.</p>
<p>Bila pembaca tak pernah menyisihkan sebagian kecil gaji untuk cadangan. Maka mau tak mau harus menggunakan uang tabungan masa depan.</p>
<ol start="4">
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Tidak Punya Pengaturan Modal Usaha</strong></span></h4>
</li>
</ol>
<p>Punya impian membangun usaha sendiri? Atau memperlebar usaha dengan membuka cabang di suatu tempat strategis?</p>
<p>Namun terkendala modal? Sebaiknya sebelum membuka usaha baik dengan teman atau keluarga pikirkan kembali tentang laporan keuangan pribadi sebab masih ada hubungan.</p>
<p>Bagaimana mungkin anda mengatur keuangan perusahaan atau usaha kalau pendapatan pribadi saja masih berantakan.</p>
<ol start="5">
<li>
<h4><strong><span style="color: #000000;">(Paling Buruk) Sulit Mendapatkan Pinjaman di saat Terdesak</span> </strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Cadangan uang masih belum cukup untuk kebutuhan darurat? Mengharuskan anda mengajukan pinjaman di lembaga keuangan manapun apalagi Bank yang mengharuskan <a href="https://www.bi.go.id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">BI</a> Checking. Kenapa disini kami bahas paling buruk?</p>
<p>Ini masih ada kaitannya dengan kartu kredit (penggunaan dan pembayaran tagihan akhir bulan) apakah lancar atau tidak.</p>
<p>Setiap pengajuan di bank dan anda mempunyai kartu kredit pasti akan di cek riwayat pembayarannya. Pinjaman tanpa agunan pun seperti itu akan di cek riwayat pembayarannya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Bahaya Hidup Boros Dalam Ajaran Islam :</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-1288 aligncenter" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2019/06/tips-mengatur-keuangan-keluarga-baru.jpg" alt="tips mengatur keuangan keluarga baru" width="1000" height="755" /></p>
<ol>
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Harta Cepat Habis</strong></span></h4>
</li>
</ol>
<p>Boros = merugikan diri sendiri, walau anda bekerja giat dan lembur serta gaji mencapai 2 digit.</p>
<p>Karena harta yang selama ini anda cari ternyata terus mengalami kekurangan tanpa ada faedah yang didapatkan. Padahal pemenuhan kebutuhan primer belum sepenuhnya belum terpenuhi.</p>
<ol start="2">
<li>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Tidak Mempunyai Tabungan</span> </strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Jangankan aset untuk masa tua seperti properti, tabungan pribadi saja tidak akan dimiliki oleh mereka yang selalu hedon dan tak pandai mengatur keuangan. Mau sampai umur berapa anda akan mengalami penyesalan terdalam?</p>
<p>Dampaknya tak hanya ke diri sendiri melainkan orang lain (keluarga kecil), tingkat perceraian sering terjadi karena masalah ekonomi. Jadi kalau diantara anda dan pasangan tidak ada yang bisa mengelola dengan baik dan bijak jurang perceraian bisa di depan mata.</p>
<ol start="3">
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Sibuk Mencari Harta</strong></span></h4>
</li>
</ol>
<p>Terlalu fokus mencari hari tapi sampai lupa kesehatan dan waktu bersama keluarga? Hindari mempunyai kebiasaan seperti itu.</p>
<p>Sudah jauh dari keluarga, kesehatan pun terganggu. Kerja dari pagi hingga malam / tengah malam, makan kurang teratu sangat membahayakan diri sendiri.</p>
<p>Anda mau kerja dengan gaji besar pun dan selalu membaca segala artikel mengenai tips mengatur keuangan. Tapi sangat enggan untuk mengaplikasikannya.</p>
<ol start="4">
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Jauh Dari Pribadi yang Bersyukur</strong></span></h4>
</li>
</ol>
<p>Bersyukur merupakan bentuk kenikmatan kepada sang pencipta, seharusnya jika sudah diberikan kelebihan harta membuat kita semakin bersyukur bukan malah sebaliknya (sombong).</p>
<ol start="5">
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Menimbulkan Perasaan Iri, Dengki, Hasad</strong></span></h4>
</li>
</ol>
<p>Orang boros identik dengan perilaku negatif, seseorang hanya terpaku pada materi dan materi saja untuk memenuhi segala keinginan demi gengsi semata yang tak kunjung habis.</p>
<p>Tak heran kalau sifat sombong sulit dihilangkan dari dirinya, merasa hebat dari orang lain, merendahkan baik secara langsung atau tidak. Bila ada orang lain yang melebihi dirinya, orang itu akan merasa terusik dan iri. Toh rezeki sudah ada yang mengaturnya bukan?</p>
<ol start="6">
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Gila Harta Demi Memenuhi Gengsi</strong></span></h4>
</li>
</ol>
<p>Masih ada korelasinya dengan poin nomor 5, telalu cinta duniawi sangat merugikan. Harta bagi mereka menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang, harta berlimpah = mampu membeli apa saja.</p>
<ol start="7">
<li>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Ingin Selalu Hidup Mewah dan Terpandang</span> </strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Orang yang gila harta di jiwanya sudah tertanam untuk selalu hidup bermewah-mewah, walaupun tidak semua orang seperti itu. Masih banyak juga orang yang santun dan rendah hati walaupun memiliki kecukupan harta.</p>
<p>Jangan hanya membaca tips mengatur keuangan ini saja, harus juga anda aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/tips-mengatur-keuangan/">Tips Mengatur Keuangan Ala Rasulullah SAW</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/tips-mengatur-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mari Mengenal Sistem Keuangan Syariah di Indonesia</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/sistem-keuangan-syariah/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/sistem-keuangan-syariah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Diah Tanti]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2019 09:44:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Syariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarkeuangan.com/?p=1213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim terbanyak di dunia, sehingga wajar bila kegiatan apapun berlandaskan syariah. Mulai dari jenis makanan (halal haram) sampai ke sistem keuangan syariah. Tujuannya agar setiap transaksi tidak melanggar syariat, tidak terlalu berorientasi ke dunia tapi juga ke akhirat. Perlu diketahui juga aktivitas perolehan dana tersebut harus memperhatikan cara yang sesuai &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/sistem-keuangan-syariah/">Mari Mengenal Sistem Keuangan Syariah di Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-1216 aligncenter" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2019/02/sistem-keuangan-syariah.jpg" alt="sistem keuangan syariah" width="650" height="434" /></p>
<p>Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim terbanyak di dunia, sehingga wajar bila kegiatan apapun berlandaskan syariah.</p>
<p>Mulai dari jenis makanan (halal haram) sampai ke sistem keuangan syariah. Tujuannya agar setiap transaksi tidak melanggar syariat, tidak terlalu berorientasi ke dunia tapi juga ke akhirat.</p>
<p>Perlu diketahui juga aktivitas perolehan dana tersebut harus memperhatikan cara yang sesuai mulai dari mudharabah, musyarokah, murabahah, salam, istishna, ijarah dan lain-lain.</p>
<p>Perekonomian di Indonesia didominasi oleh Bank non syariah, tentunya agak mengalami kesulitan untuk dapat memimpin.</p>
<p>Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai dunia syariah juga menjadi latarbelakangnya.</p>
<p>Namun tidak perlu khawatir sebab OJK sudah mempersiapkan prasarana pengawasan berbasis risiko berupa peraturan kehati-hatian dan sistem pengawasan khusus bagi industri jasa yang menggunakan sistem keuangan syariah.</p>
<p>Standar pengaturan yang sudah ditetapkan telah mengadopsi standar pengawasan dan sudah diakui secara international.</p>
<p>Menurut OJK bukan perbankan syariah saja yang mulai berkembang tetapi ada industri keuangan non-Bank syariah, seperti asuransi berlandaskan syariah, dana pensiun syariah, perusahaan pembiayaan syariah, sukuk (obligasi syariah), reksadana syariah, dan aktivitas pasar modal.</p>
<p>Produk syariah dalam sektor riil yaitu mencakup makanan dan obat-obatan halal, islamic <em>fashion</em>, dan pariwisata syariah.</p>
<p><em>Stakeholders </em>keuangan berlandaskan syariah bekerjasama dengan OJK mendorong pelaksanaan Kampanye Nasional Aku Cinta Keuangan Syariah.</p>
<p>Gerakan ini bertujuan untuk mendorong kesadaran kolektif dari seluruh <em>stakeholders</em> ekonomi dan keuangan berbasis syariah agar mencintai dan memahami produk, aktivitas syariah dengan bersinergi serta bahu membahu mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Sistem Keuangan Syariah</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-1217 aligncenter" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2019/02/pertanyaan-sistem-keuangan-syariah.jpg" alt="pertanyaan sistem keuangan syariah" width="1000" height="667" /></p>
<p>Dalam ajaran agama islam ada sebuah konsep memelihara kekayaan agar bisa dimiliki manusia dengan baik dan bermanfaat, sebab tidak bisa kita hindari bahwa masih ada beberapa oknum yang menggunakan uang untuk hal yang tidak baik.</p>
<p>Menurut ajaran islam kepemilikan harga memiliki 2 kriteria yaitu terbatas dalam hal kepemilikan dan kemanfaatannya selama masih hidup.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Akad dan Transaksi </strong></span></h3>
<p>Akad merupakan sebuah pertalian antara penyerahan (ijab) atau penerimaan (qabul) yang dibenarkan menurut islam.</p>
<p>Akad dibagi menjadi 2 bagian antara lain :</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Tabarru </strong></span></h4>
<p>Transaksi yang tidak ditujuan untuk laba biasa disebut nirlaba, bertujuan untuk tolong menolong didalam kebaikan. Terdapat 3 jenis Akad Tabarru :</p>
<ul>
<li>Meminjamkan Uang, Meminjamkan tidak boleh melebihkan pembayaran</li>
<li>Meminjamkan Jasa, sesuai dengan keahlian atau keterampilan anda</li>
<li>Memberikan Sesuatu, berupa ilmu umum dan agama atau memberikan barang secara sukarela</li>
</ul>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Tijarah </strong></span></h4>
<p>Akad yang bertujuan memperoleh keuntungan harus ada syarat dan rukunnya.</p>
<p>Didalam dunia perbankan syariah ada beberapa akad yang ujungnya membawa keuntungan dengan debitur :</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Mudharabah</span>, </strong>akad kerjasama dengan debitur dan bank. Calon debitur akan diberikan modal usaha. Sementara bank pihak penyelenggara atau pihak yang melakukan investasi atau usaha.</p>
<p>Dalam akad tersebut akan dijelaskan secara rinci tentang bagaimana pembagian keuntungan berapa bagian yang akan diperoleh debitur dan pihak Bank.</p>
<p>Tidak hanya segi profit namun kerugian. Debitur harus menanggung sendiri kerugiannya bila anda sendiri yang membuat rugi usaha tersebut. Begitupun juga Bank, harus menanggung segala kerugian bila kesalahan tersebut dilakukan oleh pihaknya sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca : <a href="https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah-yang-menguntungkan/" target="_blank" rel="noopener">Investasi Syariah yang Menguntungkan dan Bebas Riba</a></strong></span></p>
<p>Lebih adil kan bila caranya seperti ini? Untung rugi ditanggung bersama-sama.</p>
<p>Akad Mudharabah diterapkan pada deposito syariah. Bank menggunakan dana tersebut untuk investasi atau berwirausaha yang tidak melanggar syariat dan ketentuan ajaran islam.</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Musyarakah</span>, </strong>sebuah perjanjian kerjasama kepada lebih dari satu Bank untuk membangun suatu usaha tertentu. Pihak-pihak yang terlibat semanya ikut menanggung risiko. Sedangkan di Bank Konvensional, akad ini masuk ke dalam kredit modal kerja.</p>
<p>Bedanya hanya, Bank Konvensional menerapkan Bunga/<em>rate. </em>Sedangkan jasa keuangan syariah mendapatkan profit dari sistem bagi hasil.</p>
<p>Lembaga keuangan konvensional tidak akan mengalami kerugian alasannya karena debitur harus membayar angsuran beserta bunganya, kalau Bank syariah keduanya akan mengalami kerugian.</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Murabahah</span>, </strong>berlandaskan aktivitas jual beli barang dengan tambahan keuntungan untuk Bank syariah (sudah sesuai kesepakatan kedua belah pihak).</p>
<p>Sistem keuangan syariah menggunakan metode bagi hasil (bagi resiko), resiko yang timbul dari aktivitas keuangan tidak hanya ditanggung penerima modal saja melainkan pemberi modal.</p>
<p>Lebih adil menggunakan cara seperti ini karena bila mendapatkan keuntungan keduanya juga akan memperolehnya tidak hanya kerugiannya saja semua harus berdasarkan kesepakatan bersama tentunya.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Berikut adalah skema bagi hasil :</strong></span></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #000000;">Profit Sharing</span>, </strong>pembagian keuntungan (laba bersih ) dari sebuah usaha yang dijalankan. Laba bersih didapatkan dari selisih antara pendapatan dikurang biaya lain-lain.</li>
<li><strong><span style="color: #000000;">Gross Profit</span>, </strong>membagikan laba kotor hasil dari pendapatan usaha yang telah dikurangi biaya produksi.</li>
<li><strong><span style="color: #000000;">Revenue Sharing</span>, </strong>dasar perhitungannya hanya dari pendapatan usaha saja.</li>
</ul>
<p>Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengemukakan bahwa ekonomi keuangan berlandaskan syariah juga dimanfaatkan oleh perekonomian dunia untuk memperoleh sasaran pembangunan berkelanjutan ditengah risiko perekonomian sekarang ini.</p>
<p>Beliau juga memberi contoh bahwa kuatnya fundamental ekonomi Indonesia ditengah-tengah kondisi global yang tidak menentu. Tidak terlepas dari konsistensi Indonesia dalam memanfaatkan instrumen keuangan islam sebagai bagian penting pembangunan.</p>
<p>Jika anda ingin mengetahui mengenai urgensi kebijakan Pengembangan Keuangan dan Ekonomi Syariah bisa lihat selengkapnya <a href="https://www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/tentang-syariah/Pages/Kebijakan-Pengembangan-dan-Roadmap-.aspx" target="_blank" rel="noopener">disini</a>.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Perbedaan Sistem Keuangan Syariah dan Konvensional</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-1218 aligncenter" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2019/02/sistem-keuangan-syariah-ppt.jpg" alt="sistem keuangan syariah ppt" width="700" height="783" /></p>
<ul>
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pelaporannya</strong></span></h4>
</li>
</ul>
<p>Konven = Neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.</p>
<p>Syariah = Neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan dana investasi terkait, laporan konsiliasi pendapatan dan bagi hasil, laporan sumber dana, dan penggunaan zakat, terakhir adalah penggunaan dana kebaikan.</p>
<ul>
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Akad dan Legalitas</strong></span></h4>
</li>
</ul>
<p>Syarat dan ketentuannya sudah jelas dan sudah disepakati sejak awal secara terperinci. Sehingga apabila salah satu pihak tidak bisa menjalankan kewajibannya resiko maka harus menerima sanksi.</p>
<ul>
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Organisasi</strong></span></h4>
</li>
</ul>
<p>Dewan Pengawas Syariah merupakan faktor pembeda dari semua perusahaan atau lembaga keuangan konvensional.</p>
<p>Kehadiran DPS terdiri dari 3 orang yang berprofesi sebagai ahli hukum islam. Bertanggung jawab dalam memberikan fatwa agama dan mengawasinya bersama Dewan Komisaris.</p>
<p>Sedangkan lembaga keuangan konvensional tidak ada DPS maupun peraturan yang bersangkutan dengan Dewan Pengawas Syariah tersebut.</p>
<ul>
<li>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Penyelesaian Sengketa</span> </strong></h4>
</li>
</ul>
<p>Jika mengalami permasalahan dengan lembaga keuangan syariah akan diselesaikan dengan syariah pula. Sedangkan konvensional berurusan dengan pengadilan negeri.</p>
<p>Lembaga yang mengatur hukum syariah di Indonesia adalah BAMUI (Badan Arrbitrase Muamalah Indonesia).</p>
<ul>
<li>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Usaha yang Dibiayai</span> </strong></h4>
</li>
</ul>
<p>Syariah menekankan pada rasa kepercayaan bahwa setiap aktivitas manusia memiliki nilai akuntabilitas dan menepatkan akhlak sebagai sebagai parameternya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Tujuan Laporan Keuangan Syariah dan Konvensional</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-1220 aligncenter" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2019/02/prinsip-sistem-keuangan-syariah.jpg" alt="prinsip sistem keuangan syariah" width="1000" height="667" /></p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Syariah</strong></span></h4>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Menginformasikan Data Keuangan</strong></span></li>
</ul>
<p>Data yang diinformasikan kepada pengguna bisa menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan seperti investasi atau ekspansi.</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Menyediakan Informasi Kepatuhan (Prinsip Syariah)</strong></span></li>
</ul>
<p>Para pengguna bisa melihat apakah entitas terkait sudah menerapkan prinsip syariah di setiap transaksi atau tidak.</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Menginfokan Informasi tentang Pemenuhan CSR </strong></span></li>
</ul>
<p><em>Corporate Social Responsibility, </em>basis syariah juga mengatur bagaimana entitas harus merancang dan menjalankan program tanggung jawab sosial.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Konvensional</strong></span></h4>
<ul>
<li>Menyediakan informasi yang reliabel mengenai kekayaan dan kewajiban yang dimiliki perusahaan dan badan usaha</li>
<li>Menyajikan informasi secara handal tentang adanya perubahaan kekayaan perusahaan</li>
<li>Memuat informasi yang bisa diandalkan dan relevan</li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Daftar Bank Umum Syariah </strong></span></h3>
<ul>
<li>Bank Syariah Mandiri</li>
<li>Bank Syariah Muamalat Indonesia</li>
<li>Bank Syariah BNI</li>
<li>Bank Syariah BRI</li>
<li>Bank Syariah Mega Indonesia</li>
<li>Bank Syariah Bukopin</li>
<li>Bank Victoria Syariah</li>
<li>BCA Syariah</li>
<li>Maybank Indonesia Syaria</li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Keuntungan Sistem Keuangan Syariah</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-1222 aligncenter" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2019/02/sistem-keuangan-syariah-pdf.jpg" alt="sistem keuangan syariah pdf" width="1000" height="667" /></p>
<ul>
<li>Halal</li>
<li>Merupakan Kesempatan untuk Beramal</li>
<li>Keadilan Finansial</li>
<li>Tahan Terhadap Krisis</li>
<li>Menguatkan Perekonomian di Indonesia</li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Empat Prinsip Keuangan Syariah</strong></span></h3>
<ul>
<li>Kemitraan</li>
<li>Keadilan</li>
<li>Transparansi</li>
<li>Menyeluruh</li>
</ul>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/sistem-keuangan-syariah/">Mari Mengenal Sistem Keuangan Syariah di Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/sistem-keuangan-syariah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Investasi Syariah yang Menguntungkan dan Bebas Riba</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah-yang-menguntungkan/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah-yang-menguntungkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2018 06:59:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[investasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan syariah]]></category>
		<category><![CDATA[obligasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[saham syariah]]></category>
		<category><![CDATA[sukuk syariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarkeuangan.com/?p=1174</guid>

					<description><![CDATA[<p>Investasi syariah yang menguntungkan merupakan jenis investasi yang dapat diterapkan oleh siapa saja, khususnya bagi umat Islam yang menghindari riba. Riba merupakan sesuatu yang dilarang dalam Islam untuk semua transaksi, baik itu pinjam meminjam, jual beli, investasi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, bagi umat Islam, pastinya membutuhkan suatu sistem yang halal atau bebas dari &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah-yang-menguntungkan/">Investasi Syariah yang Menguntungkan dan Bebas Riba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1175" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/investasi-syariah-yang-menguntungkan.jpg" alt="investasi syariah yang menguntungkan" width="1000" height="679" /></p>
<p>Investasi syariah yang menguntungkan merupakan jenis investasi yang dapat diterapkan oleh siapa saja, khususnya bagi umat Islam yang menghindari riba.</p>
<p>Riba merupakan sesuatu yang dilarang dalam Islam untuk semua transaksi, baik itu pinjam meminjam, jual beli, investasi, dan lain sebagainya.</p>
<p>Oleh karena itu, bagi umat Islam, pastinya membutuhkan suatu sistem yang halal atau bebas dari riba.</p>
<p>Investasi merupakan salah satu langkah dalam menyimpan aset kekayaan sekaligus melipatgandakan kekayaan tersebut.</p>
<p>Investasi menjadi salah satu langkah dalam mempersiapkan pemenuhan kebutuhan di masa yang akan datang.</p>
<p>Berbagai cara bisa dilakukan untuk berinvestasi dan mendapatkan keuntungan yang besar dari investasi tersebut.</p>
<p>Namun demikian, terdapat berbagai hal yang mungkin saja bisa memunculkan sifat riba di dalam pelaksanaan investasi.</p>
<p>Hal ini akan mempersulit umat Islam yang memiliki prinsip menjalankan syariat Islam, yang salah satunya adalah menjauhi riba.</p>
<p>Sedangkan, dengan berinvestasi dapat memberikan keuntungan yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan.</p>
<p>Oleh sebab itu, seiring dengan perkembangan, telah banyak lembaga atau badan yang menawarkan produk jasa keuangan yang berprinsip pada syariat Islam di dalam pelaksanaannya, yakni dengan investasi syariah yang menguntungkan.</p>
<p>Dengan adanya produk jasa ini, selain memberikan keuntungan pada lembaga penyedia fasilitas tersebut, dari masyarakat juga akan mendapatkan keuntungan dengan bisa melaksanakan kegiatan mengembangkan uang bebas riba yang penuh keuntungan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Pengertian Investasi Syariah</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1176" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/investasi-halal-dan-menguntungkan.jpg" alt="investasi halal dan menguntungkan" width="1000" height="429" /></p>
<p>Merupakan pengembangan dari investasi yang pada umumnya telah banyak dilakukan. Yaitu penanaman modal dalam bentuk tertentu dan dapat dicairkan dalam jangka waktu tertentu, serta dilaksanakan berdasarkan dasar Al-Quran dan Hadits dalam menentukan aturan dan pembuatan keputusannya.</p>
<p>Sesuai dengan namanya, <a href="https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah/" target="_blank" rel="noopener">investasi syariah</a> menggunakan prinsip-prinsip yang sesuai dengan syariat Islam seperti menghindari sifat riba dan melaksanakan transaksi dengan jelas dan dapat diterima oleh berbagai pihak yang terkait (tidak ada yang merasa dirugikan atau dipaksakan).</p>
<p>Di dalam penanaman modal untuk melaksanakannya, si investor memiliki resiko kerugian yang sama dengan resiko yang ada pada investasi pada umumnya.</p>
<p>Namun demikian, karena dilaksanakan dengan menerapkan prinsip syariat Islam, maka resiko dalam investasi ini lebih diminimalkan dan memberikan kenyamanan pada umat Islam yang melaksanakannya.</p>
<p>Sebab, dengan layanan jenis ini, maka nasabah akan mampu mendapatkan keuntungan dari investasi tanpa khawatir ada unsur riba di dalamnya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Jenis-Jenis Investasi Syariah yang Menguntungkan</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1177" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/investasi-syariah-modal-kecil.jpg" alt="investasi syariah modal kecil" width="1000" height="667" /></p>
<p>Di dalam perkembangannya, terdapat berbagai <a href="https://www.belajarkeuangan.com/jenis-investasi-syariah/" target="_blank" rel="noopener">jenis investasi syariah</a> yang telah dikembangkan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya.</p>
<p>Semua ini ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi nasabah yang ingin melaksanakan investasi yang sesuai dengan prinsip pada syariat Islam.</p>
<p>Sebagaimana jenis-jenis investasi lainnya, produk ini juga memiliki berbagai perbedaan serta resiko yang terkandung  didalamnya.</p>
<p>Oleh karena itu, sebelum menggunakan, ada baiknya jika memahami serta mempelajarinya secara cermat terlebih dahulu supaya tidak salah langkah.</p>
<p>Berikut beberapa jenis investasi syariah yang dilaksanakan dengan syariat Islam dan menguntungkan:</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Deposito Syariah</strong></span></h4>
<p>Deposito pada umumnya merupakan tindakan penyimpanan dana dalam jangka waktu tertentu yang hanya bisa diambil setelah jangka waktu tersebut habis.</p>
<p>Investasi dengan deposito telah banyak dilakukan dalam bank konvensional, di mana pelaksananya akan mendapatkan bunga dari dana tersebut.</p>
<p>Dalam investasi syariah, deposito dilaksanakan dengan menggunakan prinsip syariat Islam. Deposito syariah menggunakan sistem bagi hasil yang telah disepakati pada saat akad atau perjanjian deposito.</p>
<p>Oleh karena itu, keuntungan yang diberikan kepada nasabah bukanlah suku bunga melainkan dari sistem bagi hasil tadi. Hal inilah yang menjadikan produk ini bebas dari riba dan bersifat halal bagi nasabah.</p>
<p>Adapun untuk hasil dari sistem bagi hasil yang dijalankan, tergantung dari masing-masing bank dan banyaknya modal yang ditanamkan melalui layanan tersebut, serta pengelolaan keuangan dari pihak bank sendiri.</p>
<p>Untuk penyimpanan dana dapat dimulai dari 1 bulan sampai dengan waktu yang tidak dibatasi. Hal ini menjadikan deposito syariah dapat dijadikan sebagai investasi jangka panjang.</p>
<p>Selain halal, bebas riba, deposito syariah juga mampu memberikan keuntungan bagi seluruh nasabahnya.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Saham Syariah</strong></span></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1179" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/investasi-saham-syariah.jpg" alt="investasi saham syariah" width="1000" height="668" /></p>
<p>Jenis lain dari investasi syariah yang menguntungkan adalah saham syariah. Mekanisme kerjanya adalah sama dengan investasi saham pada umumnya.</p>
<p>Hal utama yang perlu dipahami ialah jual beli saham bukanlah suatu bentuk dari perjudian. Kemudian, untuk dikembangkan agar terbebas dari riba, maka munculah instrumen saham syariah ini.</p>
<p>Setiap perusahaan memerlukan modal diawal perintisannya untuk bisa berjalan sesuai dengan program kerja yang telah dirancang.</p>
<p>Modal yang tertanam pada perusahaan tersebut dibuktikan dengan adanya lembaran kepemilikan yang disebut dengan saham.</p>
<p>Harga dari saham suatu perusahaan tergantung pada laporan keuangan dari perusahaan itu sendiri. Berbagai perusahaan dapat dipilih untuk menjalankan saham syariah ini.</p>
<p>Namun demikian, untuk melaksanakan investasi jenis ini, maka perusahaan yang ingin dipilih tidak bisa sembarangan.</p>
<p>Perusahaan yang bisa menjual saham untuk trader syariah merupakan perusahaan dengan produk atau jasa yang telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI.</p>
<p>Dengan ini, maka saham syariah dijalankan dengan berdasarkan syariat Islam, sehingga dapat memberikan keuntungan yang halal dan aman untuk dilakukan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pasar Modal Syariah</strong></span></h4>
<p>Instrumen ini menjadi salah satu jenis investasi syariah yang menguntungkan serta dijamin bebas riba dalam pelaksanaannya dan bisa dilaksanakan oleh umat Islam.</p>
<p>Pasar modal sendiri merupakan tempat yang memungkinkan para investor untuk dapat ikut serta dalam menanam modal bagi suatu perusahaan yang membutuhkan dana.</p>
<p>Sistem syariah yang ada di dalam <a href="https://www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/tentang-syariah/pages/pasar-modal-syariah.aspx" target="_blank" rel="noopener">pasar modal syariah</a> adalah keuntungan dari perusahaan yang telah berjalan akan dibagikan kepada pihak investor sesuai dengan akad atau perjanjian di awal.</p>
<p>Adapun keuntungannya tergantung pada <em>profit</em> dari perusahaan, serta besarnya investasi yang ditanamkan dalam perusahaan tersebut.</p>
<p>Selain itu, apabila perusahaan justru mengalami kerugian, maka kerugian akan dibagikan secara merata kepada investor sesuai dengan akad di awal penanaman modal.</p>
<p>Dengan skema tersebut, maka pihak investor tidak bisa meminta modalnya kembali, karena telah dilaksanakan sesuai dengan akad.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Obligasi Syariah</strong></span></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1178" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/daftar-perusahaan-investasi-syariah.jpg" alt="daftar perusahaan investasi syariah" width="1000" height="667" /></p>
<p>Investasi syariah yang menguntungkan lainnya adalah <a href="https://www.belajarkeuangan.com/obligasi-syariah/" target="_blank" rel="noopener">obligasi syariah</a>. Prinsipnya sama dengan obligasi pada umumnya, yakni pemberian pinjaman yang dilakukan dengan pembelian surat hutang yang diterbitkan oleh suatu perusahaan.</p>
<p>Adapun prinsip syariah yang dilaksanakan dalam investasi ini adalah tidak boleh dikembangkan untuk hal-hal yang hukumnya melanggar syariat Islam.</p>
<p>Selain itu, sistem jual beli yang dilaksanakan pun harus sesuai dengan syariat Islam. Dengan ini, maka obligasi syariah dapat menjadi salah satu investasi yang bebas riba dan menguntungkan.</p>
<p>Investasi syariah merupakan pelaksanaan investasi yang tujuannya adalah menyimpan sekaligus mengembangkan modal yang ditanam, dengan tetap menjalankan syariat Islam di dalam pelaksanaannya.</p>
<p>Meskipun demikian, untuk melakukan berbagai kegiatan investasi tersebut, ada baiknya apabila terlebih dahulu memahami secara detail dan terperinci mengenai jenis investasi syariah yang menguntungkan agar lebih aman dan nyaman dalam menerapkannya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah-yang-menguntungkan/">Investasi Syariah yang Menguntungkan dan Bebas Riba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah-yang-menguntungkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memahami Obligasi Syariah sebagai Investasi Halal bagi Umat Islam</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/obligasi-syariah/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/obligasi-syariah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2018 03:47:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[investasi sukuk ritel]]></category>
		<category><![CDATA[investasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan syariah]]></category>
		<category><![CDATA[obligasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[saham syariah]]></category>
		<category><![CDATA[sukuk syariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarkeuangan.com/?p=1167</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi sebagian orang yang memilki pola pikir jauh ke depan, pasti akan berinvestasi untuk menyimpan kekayaan sekaligus melipatgandakan keuntungan sebagai cadangan untuk masa depan. Berbagai hal bisa dilakukan untuk berinvestasi seperti investasi properti, investasi emas, investasi saham, dan investasi obligasi syariah maupun konvensional. Salah satu jenis investasi yang banyak dipilih oleh investor saat ini adalah &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/obligasi-syariah/">Memahami Obligasi Syariah sebagai Investasi Halal bagi Umat Islam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1168" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/obligasi-syariah.jpg" alt="obligasi syariah" width="1000" height="667" /></p>
<p>Bagi sebagian orang yang memilki pola pikir jauh ke depan, pasti akan berinvestasi untuk menyimpan kekayaan sekaligus melipatgandakan keuntungan sebagai cadangan untuk masa depan. Berbagai hal bisa dilakukan untuk berinvestasi seperti investasi properti, investasi emas, investasi saham, dan investasi obligasi syariah maupun konvensional.</p>
<p>Salah satu jenis investasi yang banyak dipilih oleh investor saat ini adalah obligasi.</p>
<p>Obligasi merupakan salah satu istilah yang ada di dalam keuangan yang berua pernyataan hutang dari penerbit pernyataan tersebut kepada pemegang pernyataan beserta kesepakatan untuk membayar hutang beserta bunga pada saat telah jatuh tempo.</p>
<p>Obligasi ini sering dijadikan sebagai salah satu bentuk investasi bagi para investor karena dianggap mampu memberikan keuntungan yang besar, serta aman untuk dilakukan.</p>
<p>Namun demikian, adanya bunga dalam sistem obligasi ini menjadikan sebagian orang, khususnya umat Islam tidak bisa mengikuti sistem tersebut.</p>
<p>Hal ini berkaitan dengan riba yang dijauhi oleh umat Islam. Hal ini memunculkan adanya perkembangan dalam sistem obligasi yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga keuangan tertentu, yakni adanya obligasi syariah.</p>
<p>Dengan adanya layanan itu, maka umat Islam bisa berinvestasi tanpa khawatir akan adanya unsur riba dan berbagai unsur non halal lainnya dalam pelaksanaan investasi tersebut.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Pengertian Obligasi Syariah</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1169" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/obligasi-dalam-perbankan-syariah-disebut.jpg" alt="obligasi dalam perbankan syariah disebut" width="1000" height="679" /></p>
<p>Berdasarkan fatwa yang telah dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional atau DSN, Nomor 32/DSN/MUI/IX/2002, obligasi syariah merupakan surat berharga jangka panjang yang dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah dan dikeluarkan oleh penerbit surat kepada pemegang obligasi syariah, dan mewajibkan penerbit surat membayarkan bagi hasil atau margin dan membayarkan kembali dana obligasi setelah jatuh tempo.</p>
<p>Berdarkan pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa obligasi syariah pada dasarnya sama dengan obligasi konvensional, hanya saja mekanismenya dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah Islam.</p>
<p>Seperti halnya pembagian hasil atau margin, merupakan bentuk syariah dari bunga yang ditetapkan oleh bank atau lembaga keuangan yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca juga:</strong></span> <a href="https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;"><strong>Keuntungan Investasi Syariah Dibandingkan Investasi Konvensional</strong></span></a></p>
<p>Di dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa akad yang terjadi antara penyedia dengan pemegang obligasi atau investor.</p>
<p>Beberapa akad diantaranya adalah mudharabah, musyaraqah, murabahah, istisna, salam, dan ijarah. Selain itu, bagi penyedia layanannya, tidak diperkenankan untuk mengembangkan usaha dalam bentuk apapun yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, sehingga keuntungan yang diperoleh pun bebas dari riba dan harta yang dalam Islam hukumnya haram.</p>
<p>Hal inilah yang membedakan antara obligasi syariah dan obligasi konvensional, sebaiknya sebelum memilih produk investasi keuangan ini, pelajari dulu secara detail mengenai seluruh mekanisme serta resikonya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Jenis-Jenis dari Obligasi Syariah</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1170" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/orang-yang-mempunyai-deposito-dalam-akad-mudharabah-di-bank-syariah-disebut-apa.jpg" alt="orang yang mempunyai deposito dalam akad mudharabah di bank syariah disebut apa" width="1000" height="667" /></p>
<p>Terdapat beberapa jenis yang dapat dilakukan oleh umat Islam berdasarkan akadnya, yaitu:</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Obligasi Mudharabah</strong></span></h4>
<p>Obligasi mudharabah adalah yang diterbitkan dengan berdasarkan pada akad mudharabah. Pada jenis ini, salah satu pihak akan menyediakan modal, sedangkan pihak lain akan menggunakan modal tersebut untuk melaksanakan suatu kegiatan sesuai syariah Islam yang menguntungkan.</p>
<p>Adapun keuntungan dari kegiatan tersebut akan dibagi dengan kedua belah pihak sesuai dengan perbandingan yang telah disepakati di awal perjanjian atau akad.</p>
<p>Apabila mengalami kerugian, maka akan ditanggung oleh penanam modal, tidak bisa dikembalikan utuh sebesar modal awal.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Obligasi Ijarah</strong></span></h4>
<p>Obligasi syariah jenis ini dilaksanakan dengan salah satu pihak akan menyewakan atau menjual hak manfaat dari suatu aset yang dimilikinya kepada pihak lain dengan harga dan jangka waktu yang telah disepakati bersama.</p>
<p>Dalam pelaksanaan obligasi ijarah ini, hak kepemilikan aset tersebut tidak dipindahtangankan, namun ada perpindahan manfaat.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Obligasi Musyaraqah</strong></span></h4>
<p>Obligasi musyaraqah merupakan salah satu yang dilaksanakan dengan mengumpulkan modal dari beberapa pihak untuk mendirikan suatu proyek, mengembangkannya, atau membiayai suatu kegiatan tertentu.</p>
<p>Adapun hasil atau keuntungan dari kegiatan tersebut akan dibagi kepada penanam modal berdasarkan jumlah modal yang ditanamkan di awal.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Obligasi Istisna</strong></span></h4>
<p>Selain beberapa jenis akad obligasi di atas, msaih ada jenis obligasi syariah lain, yaitu obligasi istisna. Penerbitannya didasarkan pada perjanjian atau akad di mana terdapat sejumlah pihak yang menyepakati jual beli untuk membiayai suatu kegiatan atau barang tertentu.</p>
<p>Adapun terkait dengan harga, spesifikasi kegiatan atau barang, dan waktu penyerahan barang, telah ditentukan berdasarkan kesepakatan.</p>
<p>Adapun berdasarkan instansi yang mengeluarkan, obligasi syariah dibedakan menjadi sebagai berikut:</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Obligasi Korporasi atau Perusahaan</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1171" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/obligasi-pemerintah.jpg" alt="obligasi pemerintah" width="900" height="600" /></p>
<p>Jenis ini dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang telah dinilai memenuhi prinsip-prinsip syariah Islam di dalam pelaksanaannya.</p>
<p>Dalam penerbitan obligasi korporasi ini, terdapat beberapa pihak yang terlibat dengan tetap menjunjung prinsip syariah dalam pelaksanaannya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)</strong></span></h3>
<p>SBSN adalah surat berharga negara yang dalam penerbitannya didasarkan pada prinsip syariah untuk bukti dari bagian penyertaan aset SBSN, baik itu mata uang rupiah, ataupun dalam valuta asing.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Karakteristik Obligasi Syariah</strong></span></h3>
<p>Dalam pelaksanaannya memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan obligasi konvensional pada umumnya, yaitu sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Keuntungan yang didapatkan oleh investor atau penanam modal bukanlah dari bunga, melainkan dari bagi hasil atau nisbah yang besarnya telah disepakati oleh penanam modal dan pelaku kegiatan pada saat akad.</li>
<li>Prinsip-prinsip syariah dalam pelaksanaannya selalu diawasi oleh pihak wali amanat beserta Dewan Pengawas Syariah dari awal penerbitan sampai dengan berakhirnya obligasi syariah. Dengan adanya pengawasan ini, maka keuntungan yang dibagikan kepada penanam modal dapat dipastikan bebas dari riba atau harta yang hukumnya haram.</li>
</ol>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Mekanisme Obligasi Syariah</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-1172" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/jenis-obligasi-syariah.jpg" alt="jenis obligasi syariah" width="1000" height="585" /></p>
<p>Mekanisme yang dijalankan dalam investasi ini antara lain sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Dijalankan berdasarkan prinsip syariah yang hanya membagikan keuntungan kepada penanam modal atau investor, serta pembayaran hutang pokok setelah jatuh tempo sesuai dengan kesepakatan pada saat akad;</li>
<li>Obligasi syariah yang diterbitkan kepada para pemegang harus berdasarkan pembagian hasil keuntungan dari proyek atau kegiatan yang sebelumnya telah disepakati. Selain itu, seluruh pendapatan yang diberikan harus bebas dari riba atau unsur haram lainnya;</li>
<li>Dalam pelaksanaannya, rasio bagi hasil atau yang disebut dengan nisbah harus ditentukan sebelum penerbitan dilakukan dengan kesepakatan kedua belah pihak;</li>
<li>Dalam hal pembagian pendapatan, bisa dilakukan secara bertahap atau berdasarkan kesepakatan bersama, namun pada saat jatuh tempo, maka pendapatan diperhitungkan secara total;</li>
</ul>
<p>Obligasi syariah merupakan salah satu jenis investasi yang bisa dilakukan oleh umat Islam untuk menyimpan dana sekaligus mengembangkannya dengan tetap berdasarkan pada prinsip syariah Islam.</p>
<p>Adanya instrumen investasi tersebut, dapat menjadi salah satu solusi bagi umat Islam di tengah berbagai produk jasa investasi yang berkembang di masyarakat.</p>
<p>Oleh sebab itu, umat Islam tetap bisa berinvestasi dengan hasil yang bebas riba dan bebas dari unsur-unsur non halal.</p>
<p>Masih banyak jenis investasi syariah yang saat ini menjamur di tengah masyarakat, namun tetap saja Anda harus waspada karena tidak semuanya memiliki ijin resmi dari pemerintah.</p>
<p>Jangan hanya karena ada embel-embel syariah, Anda lalu langsung terjerumus di dalamnya. Semuanya harus tetap melalui tahap perencanaan serta pengecekan resiko-resikonya.</p>
<p>Kelemahan dari sifat masyarakat kita yaitu cepat tertarik dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa adanya kewaspadaan sedikitpun.</p>
<p>Demikian artikel mengenai <a href="https://ojk.go.id/id/kanal/syariah/data-dan-statistik/data-produk-obligasi-syariah/Default.aspx" target="_blank" rel="noopener">data produk obligasi syariah</a> ini kami sajikan, semoga bisa memberikan manfaat yang baik bagi Anda semua, terima kasih.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/obligasi-syariah/">Memahami Obligasi Syariah sebagai Investasi Halal bagi Umat Islam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/obligasi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keuntungan Investasi Syariah Dibandingkan Investasi Konvensional</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2018 04:31:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[investasi konvensional]]></category>
		<category><![CDATA[investasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[saham konvensional]]></category>
		<category><![CDATA[saham syariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarkeuangan.com/?p=868</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada umumnya, investasi bisa dilakukan secara syariah maupun konvensional, namun kedua produk tersebut memiliki prinsip yang berbeda. Untuk investasi syariah berlandaskan prinsip atau hukum Islam, sementara yang konvensional berlaku prinsip bunga. Dengan menggunakan skema bagi hasil, maka tak heran jika saat ini kian diminati karena dinilai memiliki banyak keunggulan yang tak bisa ditemukan di investasi &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah/">Keuntungan Investasi Syariah Dibandingkan Investasi Konvensional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-869" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/investasi-syariah.jpg" alt="investasi syariah" width="1000" height="667" /></p>
<p>Pada umumnya, investasi bisa dilakukan secara syariah maupun konvensional, namun kedua produk tersebut memiliki prinsip yang berbeda. Untuk investasi syariah berlandaskan prinsip atau hukum Islam, sementara yang konvensional berlaku prinsip bunga.</p>
<p>Dengan menggunakan skema bagi hasil, maka tak heran jika saat ini kian diminati karena dinilai memiliki banyak keunggulan yang tak bisa ditemukan di investasi secara konvensional.</p>
<p>Lalu bagaimana caranya memperoleh produk-produk tersebut?</p>
<p>Anda tidak perlu khawatir karena sekarang sudah banyak sekali lembaga keuangan resmi yang menawarkan kepada masyarakat.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Keunggulan Investasi Syariah</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-870" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/makalah-investasi-syariah.jpg" alt="makalah investasi syariah" width="1000" height="667" /></p>
<p>Untuk membantu anda memahaminya sebelum memutuskan memilih instrumen tersebut, berikut ini adalah beberapa penjelasannya.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Sesuai Syariat Islam</strong></span></h4>
<p>Keunggulan paling utama dari investasi syariah ialah kesuciannya dengan menerapkan aturan syariat agama Islam.</p>
<p>Produk layanan ini sudah memenuhi beragam kriteria, tak terkecuali mempunyai barang halal, digunakan secara halal, dan dilakukan dengan cara yang halal.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Bebas Riba</strong></span></h4>
<p>Ini menjadi alasan utama mengapa sebagian besar masyarakat Indonesia sudah mulai banyak yang memanfaatkannya.</p>
<p>Praktik riba sangat erat hubungannya dengan bunga yang diberikan oleh pihak bank pada nasabah melalui tabungan, deposito, dan investasi, dimana tak akan diterapkan dalam sistem Bank Syariah.</p>
<p>Pada mekanisme produk serta layanan syariah akan memberikan bagi hasil atau nisbah. Maka dari itu, banyaknya keuntungan yang diperoleh bisa tak menentu.</p>
<p>Nasabah juga tidak dapat mengetahui jumlah keuntungan sampai periode yang telah disepakati berakhir.</p>
<p>Pada umumnya, keuntungan yang akan diperoleh rata-rata lebih besar jika dibandingkan dengan bunga bank.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Halal dan Produktif</strong></span></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-873" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/investasi-syariah-adalah.jpg" alt="investasi syariah adalah" width="1000" height="666" /></p>
<p>Investasi syariah juga terbukti halal dan produktif. Apabila anda menanamkan investasi di bank yang berbasis syariah, maka anda bisa mengetahui bahwa dana yang anda tanam hanya dipakai untuk beragam hal yang halal.</p>
<p>Tak hanya itu, perputaran dana juga bisa berjalan lancar dan <em>profitable</em>. Dengan begitu, anda dapat memperoleh bagi hasil dari keuntungan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Ada Kejelasan</strong></span></h4>
<p>Mengingat seluruh kegiatannya memiliki prinsip, tata cara dan hukum sesuai syariat agama Islam, maka investasi syariah terbukti menawarkan kejelasan di tiap ketentuan yang ada.</p>
<p>Kejelasan ini dilakukan supaya setiap investor memperoleh kepastian dan keterangan secara jelas sebelum menjalankan investasi itu sendiri.</p>
<p>Hal tersebut juga bermanfaat dalam menghindarkan diri dari fitnah selama kegiatan investasi berlangsung.</p>
<p>Kedua pihak juga memiliki hak untuk melakukan diskusi mengenai hal-hal yang sangat kritis serta rawan di dalam proses persetujuan keinginan investasi.</p>
<p>Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa masing-masing pihak memperoleh kepastian dan kejelasan tentang kesepakatan-kesepakatan yang berkaitan dengan investasi diantara keduanya. Dengan begitu, tak akan ada pihak yang merasa dirugikan nantinya.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Lebih Aman</strong></span></h4>
<p>Investasi syariah memberikan jaminan keamanan yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan harus menghindari gharar.</p>
<p>Gharar itu sendiri merupakan pemberian informasi yang tak lengkap. Praktik gharar juga diartikan sebagai ketidakterbukaan suatu sistem, baik itu jual beli maupun transaksi lain.</p>
<p>Dimana hal ini bisa mengakibatkan penipuan secara mudah. Gharar seringkali dilakukan dengan maksud untuk menyesatkan para calon investor.</p>
<p>Bank syariah akan melakukan semua proses penanaman modal dan penyalurannya dengan terbuka.</p>
<p>Dengan begitu, nasabah tak akan merasa diberatkan. Investor juga akan menanamkan modal dengan sadar dan terbuka.</p>
<p>Tak hanya itu, investasi syariah juga wajib menghindari hal-hal yang bersifat maysir. Dimana transaksi yang dilakukan mengandung unsur judi.</p>
<p>Dengan begitu, para investor akan menyerahkan uangnya kepada pengusaha tanpa ada rasa takut ataupun khawatir.</p>
<p>Bank syariah menentukan harga yang jelas sehingga tak ada spekulasi yang berkembang mengenai berapa yang harus dibayarkan ataupun membuat celah adanya oknum tertentu guna melakukan penipuan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Terdapat Pengawas</strong></span></h4>
<p>Anda tak perlu merasa ragu untuk melakukan investasi secara syariah. Hal ini dikarenakan di Indonesia investasi syariah sudah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).</p>
<p>Dimana hal ini tak dimiliki oleh bank-bank konvensional lainnya. DPS akan memastikan secara jelas bahwa semua sistem berjalan sesuai dengan prinsip syariah (hukum Islam).</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Didukung Aturan Perundang-undangan</strong></span></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-874" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/cara-investasi-syariah.jpg" alt="cara investasi syariah" width="1000" height="667" /></p>
<p>Investasi secara syariah juga didukung dengan aturan perundang-undangan dan memiliki dasar hukum yang jelas.</p>
<p>Hal ini tercantum dalam UU no 21 tahun 2008 mengenai Perbankan Syariah. Dalam hal praktiknya, pengadaan investasi syariah memperoleh pengawasan dari Dewan Syariah Nasional MUI secara langsung.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Meminimalisir Resiko</strong></span></h4>
<p>Melakukan investasi secara syariah juga mampu meminimalisir resiko. Hal ini dikarenakan kepercayaan dari masing-masing pihak menjadi senjata utama.</p>
<p>Kepercayaan ini bisa dibantu dengan menegakkan syariat dan tata cara Islam dimana berperan penting sebagai prinsip utama dalam melakukan seluruh kegiatan bisnis.</p>
<p>Investasi syariah tentu saja memperkecil resiko yang diperoleh oleh masing-masing pihak yang berkaitan.</p>
<p>Perlu untuk anda ketahui, investasi secara syariah berusaha untuk menghindarkan pihak-pihak yang melakukan investasi dari segala hal yang sangat rawan.</p>
<p>Hal ini juga mendekati hal yang dilarang. Saat anda melakukan investasi berjalan, maka kedua pihak bisa sama-sama merasa diuntungkan dengan adanya investasi tersebut.</p>
<p>Pasalnya, investasi jenis ini berusaha untuk menjauhkan pihak-pihak yang berkaitan dari hal yang haram untuk mengelola bisnis maupun keuangan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Manajemen Islami</strong></span></h4>
<p>Keunggulan investasi syariah jika dibandingkan dengan investasi konvensional lainnya ialah adanya manajemen Islami.</p>
<p>Sama halnya namanya, pengelolaan dan semua proses yang terjadi di dalam bank syariah berlandaskan syariat Islam.</p>
<p>Maka dari itu, nasabah bisa merasa aman dalam menitipkan uangnya. Jaminan yang satu ini juga ditambah dengan keuntungan yang besar untuk investasi hasil bagi. Dengan begitu, banyak masyarakat yang merasa tertarik dengan produk tersebut.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Prinsip Kepercayaan</strong></span></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-871" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/investasi-syariah-mandiri.jpg" alt="investasi syariah mandiri" width="1000" height="667" /></p>
<p>Bank yang berbasis syariah dibangun bukan hanya dilandasi dengan hukum negara saja, akan tetapi juga berlandaskan hukum Islam.</p>
<p>Dengan menerapkan prinsip syariah, penanam investasi sudah pasti mempercayakan uang yang diinvestasikannya.</p>
<p>Dengan prinsip ini, roda perekonomian dijamin bisa membaik. Hal ini seperti yang terjadi Rasulullah SAW menjadi pemimpin di Madinah.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Untuk Finansial dan Sosial</strong></span></h4>
<p>Dalam melakukan investasi syariah, anda bisa merasakan keuntungan secara finansial dan sosial.</p>
<p>Keberadaannya sangat membantu para pengusaha dalam memperluas bisnisnya. Tak hanya itu, instrumen halal itu juga mempunyai peran penting dalam meminimalisir tingkat pengangguran di masyarakat.</p>
<p>Anda pun bisa mendapatkan keuntungan secara finansial sekaligus pahala. Meski begitu, anda tetap harus berhati-hati dalam menentukan layanan yang ingin dipilih.</p>
<p>Hal ini dikarenakan ada juga pihak yang secara sengaja menambahkan label syariah sebagai media penipuan.</p>
<p>Maka dari itu, waspada saat ingin melakukan investasi adalah hal yang wajib bagi seorang pemula.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan <a href="https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-3157366/apa-bedanya-investasi-saham-konvensional-dan-syariah" target="_blank" rel="noopener">investasi saham konvensional</a>, investasi syariah terbukti menawarkan banyak keunggulan.</p>
<p>Keunggulan yang dimiliki tentu saja bisa membuat anda merasa sangat beruntung. Meski begitu, banyak juga keunggulan investasi konvensional yang tak bisa anda jumpai di investasi syariah.</p>
<p>Untuk itu, pastikan anda lebih cermat dalam memilih setiap jenisnya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan tujuan penghasilan anda.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan bahwa saat ini <a href="https://www.belajarkeuangan.com/sukuk-ritel/" target="_blank" rel="noopener">sukuk ritel</a> juga tidak bisa dipandang sebelah mata sebab sudah banyak yang merasakan manfaatnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah/">Keuntungan Investasi Syariah Dibandingkan Investasi Konvensional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/investasi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan KPR Syariah dan KPR Bank Syariah, Mana yang Lebih Bagus</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/perbedaan-kpr-syariah-dan-kpr-bank-syariah/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/perbedaan-kpr-syariah-dan-kpr-bank-syariah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Nov 2018 04:37:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[kpr]]></category>
		<category><![CDATA[kpr bank]]></category>
		<category><![CDATA[kpr bank syariah]]></category>
		<category><![CDATA[kpr syariah]]></category>
		<category><![CDATA[kredit pemilikan rumah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarkeuangan.com/?p=634</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saatnya kita bahas mengenai perbedaan kpr syariah dan kpr bank syariah. Yuk bagikan artikel ini ke yang lainnya apabila dirasa bermanfaat! Bagi anda semua yang ingin membeli rumah tanpa adanya embel-embel riba, tentu pilihan yang paling tepat adalah Kredit Pemilikan Rumah atau KPR syariah dan KPR bank syariah. Sebenarnya kedua layanan tersebut memang telah menjadi &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/perbedaan-kpr-syariah-dan-kpr-bank-syariah/">Perbedaan KPR Syariah dan KPR Bank Syariah, Mana yang Lebih Bagus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-636" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/perbedaan-kpr-syariah-dan-kpr-bank-syariah.jpg" alt="perbedaan kpr syariah dan kpr bank syariah" width="1000" height="667" /></p>
<p>Saatnya kita bahas mengenai perbedaan kpr syariah dan kpr bank syariah. Yuk bagikan artikel ini ke yang lainnya apabila dirasa bermanfaat!</p>
<p>Bagi anda semua yang ingin membeli rumah tanpa adanya embel-embel riba, tentu pilihan yang paling tepat adalah Kredit Pemilikan Rumah atau KPR syariah dan KPR bank syariah.</p>
<p>Sebenarnya kedua layanan tersebut memang telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat karena jenis pinjamannya memiliki bunga yang tidak setinggi seperti bank konvensional</p>
<p>Sebenarnya apa perbedaan KPR syariah dan KPR bank syariah? Bukankah keduanya sama-sama syariah?</p>
<p>Ada banyak hal yang menjadikan kedua fasilitas itu berbeda. Mulai dari transaksi hingga jaminan rumahnya.</p>
<p>Sebagian orang memang memandang metode pembelian rumah dengan menggunakan KPR syariah akan lebih menguntungkan daripada melalui Bank syariah atau bahkan lewat bank konvensional.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>KPR Bank Syariah</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-637" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/kpr-syariah-paling-murah.jpg" alt="kpr syariah paling murah" width="1000" height="714" /></p>
<p><a href="https://keuangan.kontan.co.id/news/aturan-uang-muka-kpr-di-bank-syariah-bisa-tekan-kredit-macet" target="_blank" rel="noopener">KPR bank syariah</a> telah disediakan oleh bank syariah. Yang membedakan dari KPR bank konvensional yaitu perbedaan suku bunga yang bisa memberatkan calon debitur.</p>
<p>Banyak orang yang lebih memilih KPR bank syariah sebab menggunakan prinsip jual beli atau murabahah yang tidak mengenal sistem bunga.</p>
<p>Selain itu, mudahnya proses transaksi yang dilakukan karena bukan berupa transaksi uang seperti pada KPR konvensional namun melakukan transaksi dalam bentuk barang.</p>
<p>Jadi, ketika anda melakukan pengajuan, maka pihak bank syariah akan membeli terlebih dahulu rumah yang Anda inginkan.</p>
<p>Langkah selanjutnya pihak bank syariah akan menjual rumah yang anda ingin beli dengan harga yang sudah ditambahkan dengan margin atau keuntungan yang telah disepakati.</p>
<p>Dengan demikian, harga jual rumah yang menggunakan KPR bank syariah sudah ditetapkan di awal saat nasabah menandatangani perjanjian pembiayaan untuk jual beli rumah.</p>
<p>Dalam hal ini, status bank syariah sebagai pedagang sebab membeli langsung dari developer secara utuh.</p>
<p>Jika rumah yang anda inginkan sudah dibeli oleh pihak bank syariah, maka secara otomatis rumah tersebut sepenuhnya menjadi milik bank, kemudian nasabah membeli rumah dari bank syariah dengan mengangsur.</p>
<p>Akad yang digunakan seperti langkah diatas merupakan akad murabahah. Namun ada juga akad lain seperti sewa beli atau ijarah muntahiya bittamlik, skema ijarah atau sewa serta kepemilikan bertahap atau musyarakah.</p>
<p>Akan tetapi KPR bank syariah yang menggunakan akad murabahah ini sebenarnya paling umum diambil oleh para konsumen yang ada di Indonesia. Karena menurut mereka jauh lebih mudah untuk perhitungannya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>KPR Syariah</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-638" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/kpr-syariah-muamalat.jpg" alt="kpr syariah muamalat" width="1000" height="748" /></p>
<p>Adanya KPR syariah juga sangat menarik karena membantu para pembeli rumah yang belum mempunyai cukup dana.</p>
<p>Umumnya dalam mekanisme tersebut yang terlibat adalah pihak developer dan pembeli rumah saja.</p>
<p>Jadi ketika memutuskan membeli rumah menggunakan skema KPR syariah, selanjutnya anda cukup mencicil langsung kepada pihak pengembang, selain itu anda juga tidak terjebak dengan riba.</p>
<p>Untuk jumlah tenor pinjaman bisa anda tentukan saat membeli rumah ke developer syariah. Ada yang pinjamannya sampai 10 atau 15 tahun jangka waktunya.</p>
<p>Lantas apa perbedaan utama antara KPR bank syariah dan KPR syariah tersebut?</p>
<p>Penjelasan lengkapnya akan dibahas di bawah ini.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Perbedaan KPR Syariah dan KPR Bank Syariah</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-639" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/kpr-mandiri-syariah-tanpa-uang-muka.jpg" alt="kpr mandiri syariah tanpa uang muka" width="900" height="562" /></p>
<p>Sebagian orang berpendapat bahwa KPR Syariah jauh lebih menguntungkan daripada menggunakan KPR bank syariah.</p>
<p>Apakah hal itu benar?</p>
<p>Lantas apa yang menjadikan kedua layanan itu berbeda, sehingga banyak orang saat ini mulai tertarik menggunakan fasilitas KPR Syariah untuk membeli rumah?</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Tidak Ada Denda</strong></span></h4>
<p>Bila anda menggunakan KPR bank syariah atau KPR bank konvensional, ada yang namanya denda.</p>
<p>Denda akan diberikan bila anda terlambat membayar atau melunasi pembayaran rumah sebelum jatuh tempo.</p>
<p>Denda dipandang sebagai salah satu hal yang erat kaitanya dengan riba. Sekilas skema tanpa denda memang beresiko untuk para developer.</p>
<p>Namun developer kadang akan memberi bonus pada debitur yang melakukan pembayaran dengan tepat waktu. Tujuannya untuk menjamin agar cicilan para peminjam dapat dilunasi.</p>
<p>Developer akan membuat ketentuan khusus di dalam kontrak mengenai konsekuensi lain yang nantinya dihadapi oleh pihak debitur bila pembayaran telat dilakukan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Tak Mengenal Jaminan dan Bunga</strong></span></h4>
<p>Jika anda mengambil KPR syariah, maka pengembang menetapkan harga langsung atau tanpa perantara pada calon pembeli dan yang menguntungkan adalah harga yang ditawarkan bisa lebih murah.</p>
<p>Sebab KPR syariah tidak menggunakan pihak ketiga sebagai perantara. Yang dimaksud pihak ketiga adalah pihak perbankan syariah.</p>
<p>Jika anda memutuskan membeli rumah lewat KPR bank syariah, tentu saja bank akan menaikkan harga pada pembuatan skema cicilan.</p>
<p>Dari margin itu, bank syariah nantinya mengambil keuntungan sebagai perantara antara pembeli dan juga pengembang.</p>
<p>Misalnya jika mengambil KPR syariah dari pengembang, Anda membeli rumah seharga 500 juta dan cicilan langsung dibayarkan pada developer.</p>
<p>Dengan menggunakan mekanisme tersebut, maka pihak pengembang harus siap menanggung resiko besar jika terjad i masalah berupa gagal bayar.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Tidak Ada Sita Rumah</strong></span></h4>
<p>Selain tidak menggunakan denda, KPR syariah juga tidak mengenal sita rumah. Saat ada masalah keuangan yang sedang menimpa debitur atau pembeli rumah, akan segera dilangsungkan mediasi bagi kedua belah pihak.</p>
<p>Dari mediasi ini, umumnya para pembeli akan ditawari opsi seperti <em>take over</em> yaitu menawarkan aset pribadinya kepada pihak lain untuk menutupi cicilan.</p>
<p>Namun bila diskusi buntu, pembeli dapat menjual rumah dengan harga yang sama seperti saat ia membelinya untuk melunasi hutangnya pada pengembang.</p>
<p>Bila ada sisa keuntungan yang diperoleh, maka uang tersebut bisa menjadi hak pemilik rumah sepenuhnya.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Hanya Ada Satu Akad Dalam KPR Syariah</strong></span></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-640" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/simulasi-kpr-syariah.jpg" alt="simulasi kpr syariah" width="1000" height="781" /></p>
<p>Dalam KPR bank syariah akad yang diperlakukan cukup banyak. Ada sewa beli, jual beli, dan juga sewa.</p>
<p>Akan tetapi pada KPR syariah hanya ada satu akad yaitu jual beli. Dengan demikian, saat DP sudah masuk pada rekening developer, rumah sudah menjadi milik debitur atau pembeli.</p>
<p>Kemudian setelah itu, debitur hanya perlu membayar cicilan rumah sampai lunas. Cara ini dinilai sangat sederhana dan disukai oleh banyak orang.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Perbedaan Model Transaksi</strong></span></h4>
<p>Bila mengajukan KPR ke pihak bank syariah, tentu ada pihak ketiga yang terlibat dalam proses transaksi pembelian rumah.</p>
<p>Pihak pertama adalah pembeli, yang kedua bank di mana anda mengajukan KPR dan yang ketiga adalah pengembang properti.</p>
<p>Perjanjian transaksi pada bank syariah adalah bank membeli rumah ke pihak developer dan menjualnya ke pembeli rumah dengan harga lebih tinggi dan anda diperbolehkan untuk mencicil.</p>
<p>Sementara itu, untuk KPR syariah, pihak yang terlibat dalam transaksi hanyalah pembeli dan pengembang rumah.</p>
<p>Sehingga hanya pihak developer rumah yang akan menyetujui proses pengajuan kredit dari calon pembeli.</p>
<p>Dengan penjelasan mengenai perbedaan KPR syariah dan KPR bank syariah yang telah diinformasikan di atas, sekarang anda bisa memilih manakah yang menurut anda lebih menguntungkan dan meringankan anda saat ingin mengajukan KPR.</p>
<p>Ada baiknya calon pembeli sudah menyiapkan data secara lengkap sebelum melakukan pengajuan.</p>
<p>Hal pertama dan utama yang akan menentukan disetujui atau tidaknya pengajuan ialah kemampuan / kapasitas pembayaran dari cabuy (calon <em>buyer</em>).</p>
<p>Apabila Anda ada uang lebih dan tertarik untuk mengembangkannya namun masih dalam prinsip islam, silakan baca info ini &#8211; <a href="https://www.belajarkeuangan.com/sukuk-ritel/" target="_blank" rel="noopener">Tertarik Dengan Sukuk Ritel? Pahami Produknya Disini</a>.</p>
<p>Silakan bagikan artikel ini apabila berguna bagi yang lainnya, terima kasih.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/perbedaan-kpr-syariah-dan-kpr-bank-syariah/">Perbedaan KPR Syariah dan KPR Bank Syariah, Mana yang Lebih Bagus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/perbedaan-kpr-syariah-dan-kpr-bank-syariah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tertarik dengan Sukuk Ritel? Pahami Produknya Disini</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/sukuk-ritel/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/sukuk-ritel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2018 02:52:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[investasi sukuk ritel]]></category>
		<category><![CDATA[sukuk syariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarkeuangan.com/?p=593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apakah anda pernah mendengar yang namanya sukuk ritel? Itu merupakan instrumen obligasi yang berbasis syariah. Khusus bagi anda yang ingin mengelola keuangan dan berinvestasi, tapi tetap sesuai dengan kaidah syariah, saat ini sudah cukup banyak institusi finansial di Indonesia yang menawarkan produk investasi berbasis syariah tersebut. Sekarang masyarakat Indonesia sudah banyak yang tertarik dengan sistem &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/sukuk-ritel/">Tertarik dengan Sukuk Ritel? Pahami Produknya Disini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-594" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/sukuk-ritel.jpg" alt="sukuk ritel" width="1000" height="667" /></p>
<p>Apakah anda pernah mendengar yang namanya sukuk ritel? Itu merupakan instrumen obligasi yang berbasis syariah.</p>
<p>Khusus bagi anda yang ingin mengelola keuangan dan berinvestasi, tapi tetap sesuai dengan kaidah syariah, saat ini sudah cukup banyak institusi finansial di Indonesia yang menawarkan produk investasi berbasis syariah tersebut.</p>
<p>Sekarang masyarakat Indonesia sudah banyak yang tertarik dengan sistem ekonomi syariah, bukan hanya pada sistem perbankan, tetapi investasi syariah juga mulai banyak dicari.</p>
<p>Selanjutnya kami akan menginformasikan pembahasan yang cukup menarik untuk menambah wawasan Anda mengenai produk keuangan yang berbasis syariah.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Pengertian Sukuk Ritel</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-595" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/penawaran-sukuk-ritel-009.jpg" alt="penawaran sukuk ritel 009" width="800" height="534" /></p>
<p>Menurut Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, sukuk adalah efek syariah yang berbentuk sertifikat ataupun bukti kepemilikan yang memiliki nilai sama dan mewakili bagian yang tidak terpisahkan atas aset yang telah mendasarinya.</p>
<p>Secara sederhananya, jika obligasi konvensional adalah cara pemerintah ataupun badan swasta untuk memperoleh dana dari masyarakat lewat penerbitan surat pengakuan utang. Maka sukuk penerbitannya berbentuk sertifikat kepemilikan dan penyertaan. Sehingga investasi ini sifatnya berbeda.</p>
<p>Sukuk ritel diterbitkan oleh pemerintah Indonesia lewat perusahaan penerbit Surat Berharga Syariah Negara yang telah disahkan oleh fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), dibawah pengawasan Dewan Syariah Nasional.</p>
<p>Sementara obligasi diterbitkan pemerintah bertujuan untuk membiayai pembangunan negara. Seperti dalam sektor kesehatan, infrastruktur dan juga pendidikan.</p>
<p>Untuk itu, di samping tergolong sebagai investasi yang aman, produk sukuk yang telah diterbitkan bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya secara syariah.</p>
<p>Objek transaksi penerbitan sukuk yaitu barang milik negara seperti bangunan dan tanah yang dikuasai negara, jasa layanan haji dan juga proyek APBN.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Bentuk Investasi Sukuk Ritel</strong></span></h3>
<p>Menurut <em>Accounting and Auditing Organization of Islamic Financial Institution</em> atau AAOIFI, ada 12 bentuk sukuk atau obligasi syariah ini.</p>
<p>Dalam pengaplikasian, bentuk sukuk selalu mengikuti jenis pembiayaan di dalam aset finansial yang telah didasarkan pada Islam.</p>
<p>Jika berdasarkan kontrak, aset finansial pada pasar sekunder hukum digolongkan ke dalam dua kategori diantaranya adalah:</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Sukuk yang Bisa Diperdagangkan</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-597" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/sukuk-ritel-011.jpg" alt="sukuk ritel 011" width="800" height="533" /></p>
<p>Di dalam jenis obligasi syariah atau sukuk yang bisa diperdagangkan, di antaranya adalah:</p>
<ul>
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Sukuk mudharabah</strong></span></h4>
</li>
</ul>
<p>Jenis sukuk ini diterbitkan berdasarkan akad atau perjanjian mudhorobah. Dimana dalam satu pihak, telah menyediakan modal dan pada pihak lain yang memiliki keahlian.</p>
<p>Jika kerjasama tersebut memberikan keuntungan selanjutnya akan dibagi berdasarkan persentase bagi hasil yang sudah disepakati saat awal transaksi. Sementara untuk kerugian yang timbul, akan ditanggung sepenuhnya bagi pemilik modal.</p>
<ul>
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Sukuk musyarakah</strong></span></h4>
</li>
</ul>
<p>Jenis sukuk musyarakah adalah sukuk yang telah diterbitkan berdasarkan atas perjanjian ataupun akad musyarakah.</p>
<p>Dalam hal ini, kedua belah pihak atau lebih yang bekerja sama telah menggabungkan modal dalam membangun sebuah proyek baru. Membiayai kegiatan usaha atau mengembangkan proyek yang telah ada.</p>
<p>Baik keuntungan ataupun kerugian yang timbul akan ditanggung bersama sesuai dengan jumlah partisipasi dari modal masing-masing yang dikeluarkan.</p>
<ul>
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Sukuk Ijarah</strong></span></h4>
</li>
</ul>
<p>Untuk jenis sukuk yang satu ini diterbitkan berdasar pada akad atau perjanjian ijarah. Di mana dalam hal ini satu pihak bertindak sendiri ataupun bisa lewat wakilnya menyewakan atau menjual hak manfaat dari sebuah aset pada pihak lain.</p>
<p>Berdasarkan pada periode dan juga harga yang telah disepakati tanpa diikuti pemindahan aset. Sukuk ijarah sendiri telah dibedakan menjadi ijarah headlease and sublease dan ijarah al muntahiya bi at-Tamlik atau sale and lease back.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Sukuk yang Tidak Bisa Diperdagangkan</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-596" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/sukuk-ritel-010.jpg" alt="sukuk ritel 010" width="800" height="530" /></p>
<p>Selain sukuk yang bisa diperdagangkan, ternyata ada juga jenis sukuk yang tidak bisa diperdagangkan. Dalam hal ini, ada dua macam sukuk yang tidak bisa diperdagangkan. Di antaranya adalah:</p>
<ul>
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Sukuk salam</strong></span></h4>
</li>
</ul>
<p>Di dalam sukuk salam, dana yang telah dibayarkan dimuka dan komoditi akan menjadi hutang. Dana juga bisa hadir dalam bentuk sertifikat yang telah mempresentasikan hutang. Sertifikat tersebut tidak bisa diperdagangkan.</p>
<ul>
<li>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Sukuk istishna atau murabahah</strong></span></h4>
</li>
</ul>
<p>Di dalam jenis sukuk istishna atau murabahah ini adalah kepemilikan hutang yang kian meningkat yang didapatkan dari jenis pembiayaan istishna atau murabahah.</p>
<p>Misalnya pembangunan jalan menghabiskan dana US$110 harus kembali tanpa prinsip diferensiasi juga diskon. Dana ini bisa dibuat menjadi sertifikat utang yang tidak bisa diperdagangkan.</p>
<p>Dan ini mirip sekali dengan zero coupon bonds pada beberapa fiturnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Islam bahwa melarang perdagangan hutang, sehingga sertifikat ini tidak bisa diperdagangkan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Pahami Ini Sebelum Investasi Sukuk Ritel</strong></span></h3>
<p>Sebelum anda memutuskan membeli sukuk, maka anda harus mengetahui bahwa biaya investasi pada sukuk tergantung dari masing-masing agen penjual.</p>
<p>Ada beberapa agen penjual yang menarik biaya seperti biaya pemesanan, biaya penyimpanan, biaya transfer, biaya pokok atau imbalan dan berbagai biaya lainnya. Sebaiknya anda teliti dengan baik sebelum memutuskan untuk investasi sukuk.</p>
<p>Bila kita bandingkan dengan rata-rata suku bunga deposito tiap bulannya pada tahun 2018, sukuk terbaru SR-010 mempunyai tingkat imbalan yang lebih besar.</p>
<p>Pada bank umum tingkat bunga deposito memang cenderung fluktuatif. Sementara untuk investasi sukuk mempunyai hasil yang tetap selama masa tenor 3 tahun.</p>
<p>Disamping itu, pajak yang dikenakan dalam imbal hasil sukuk juga hanya sebesar 15%. Dan ini dinilai lebih rendah jika dibandingkan dengan pajak bunga deposito bank yang sampai angka 20%.</p>
<p>Dari berbagai hal tersebut sudah bisa diketahui bahwa sukuk dapat menjadi alternatif bagi anda yang ingin memiliki investasi jangka menengah.</p>
<p>Penerimaan secara berkala setiap bulan, aman dan di atas rata-rata bunga deposito. Selain itu, yang lebih penting investasi ini memenuhi ketentuan syariah.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Sukuk Investasi Halal dan Aman</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-598" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/bunga-sukuk-ritel.jpg" alt="bunga sukuk ritel" width="800" height="600" /></p>
<p>Apakah saat ini anda masih merasa ragu untuk berinvestasi? saatnya anda berinvestasi pada sukuk syariah, ini sangat menjanjikan.</p>
<p>Ada beberapa keuntungan dalam mengembangkan dana melalui sukuk. Tentunya sesuai syariah, karena sudah mendapatkan pernyataan kesesuaian syariah dan juga opini syariah dari DSN-MUI. Sukuk juga terbilang aman sebab pembayaran pokok serta imbalannya dijamin oleh negara.</p>
<p>Investasi sukuk syariah merupakan investasi yang liquid karena dapat diperdagangkan pada pasar sekunder.</p>
<p>Investasi ini juga terbilang adil, sebab imbalan produknya sesuai pada imbalan pasar. Dengan anda berinvestasi sukuk, secara langsung telah ikut berpartisipasi membangun infrastruktur tanah air. Karena pemerintah menggunakan dana hasil penerbitan sukuk untuk membiayai APBN.</p>
<p>Saat ini anda telah mengetahui bahwasanya di dalam <a href="https://www.kemenkeu.go.id/sukukritel" target="_blank" rel="noopener">investasi sukuk ritel</a> memberikan kegiatan investasi yang aman, halal dan pastinya sudah disesuaikan dengan syariat dalam islam.</p>
<p>Dengan demikian, anda akan semakin mengerti bahwa bentuk sukuk yang terdapat di pasaran juga bukan hanya satu. Namun ada banyak sekali macamnya.</p>
<p>Pastikan saja anda mengetahui investasi yang sesuai dengan kebutuhan anda serta keuangan atau finansial anda.</p>
<p>Sesuaikan juga dengan prinsip hidup anda jangan sampai anda salah langkah dalam memilih investasi syariah.</p>
<p>Demikian penjelasan singkat dari kami, semoga dapat membantu Anda yang tertarik berinvestasi namun tidak ingin yang konvensional.</p>
<p>Apabila Anda tertarik dengan instrumen lain seperti <a href="https://www.belajarkeuangan.com/unit-link-syariah/" target="_blank" rel="noopener">unit link syariah</a>, mungkin bisa dicoba.</p>
<p>Mohon bagikan artikel ini jika dirasa berguna bagi yang lain, terima kasih.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/sukuk-ritel/">Tertarik dengan Sukuk Ritel? Pahami Produknya Disini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/sukuk-ritel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Dalam Memilih Unit Link Syariah</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/unit-link-syariah/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/unit-link-syariah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2018 03:29:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pojok Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[investasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[unit link syariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarkeuangan.com/?p=524</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekarang ini di Indonesia sudah banyak beredar berbagai macam produk keuangan syariah salah satunya yaitu asuransi unit link syariah. Fasilitas tersebut merupakan perlindungan asuransi syariah lewat usaha yang saling melindungi dan juga tolong-menolong antara sejumlah pihak dalam bentuk aset investasi. Sebenarnya unit link ini gabungan dari asuransi sekaligus investasi yang memberikan pola pengembalian dalam menghadapi &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/unit-link-syariah/">Tips Dalam Memilih Unit Link Syariah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-525" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/unit-link-syariah.jpg" alt="unit link syariah" width="1000" height="667" /></p>
<p>Sekarang ini di Indonesia sudah banyak beredar berbagai macam produk keuangan syariah salah satunya yaitu asuransi unit link syariah.</p>
<p>Fasilitas tersebut merupakan perlindungan asuransi syariah lewat usaha yang saling melindungi dan juga tolong-menolong antara sejumlah pihak dalam bentuk aset investasi.</p>
<p>Sebenarnya unit link ini gabungan dari asuransi sekaligus investasi yang memberikan pola pengembalian dalam menghadapi resiko tertentu lewat akad yang sesuai syariah.</p>
<p>Prinsip asuransi dalam unit link syariah menggunakan prinsip risiko bersama. Sedangkan akad yang digunakan yaitu akad bagi hasil atau mudharabah dan akad perwakilan atau wakalah bil ujrah dalam premi asuransi nya.</p>
<p>Pada sisi investasi hanya dapat ditempatkan pada produk keuangan yang sesuai prinsip syariah, seperti deposito bank syariah, tabungan bank syariah, sukuk atau obligasi syariah, dan juga saham syariah pada Daftar Efek Syariah.</p>
<p>Di samping itu, layanan ini masih memperhitungkan zakat harta di dalam pengelolaannya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Tips Memilih Unit Link Syariah</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone wp-image-526 size-full" src="https://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/smile-personal-accident.jpg" alt="smile personal accident" width="1000" height="664" /></p>
<p>Manfaat serta sistem pembayaran premi serupa dengan asuransi unit link umumnya. Pemegang polis nantinya memperoleh perlindungan dan keuntungan hasil investasi.</p>
<p>Kewajiban dari nasabah adalah membayar premi bulanan. Dana yang terdapat pada instrumen tersebut menjadi hak peserta.</p>
<p>Nasabah juga bisa menentukan kemana dana akan diinvestasikan. Misalnya pada obligasi syariah pasar uang syariah atau saham syariah.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #800000;"><strong>Baca juga:</strong></span> <a href="https://www.belajarkeuangan.com/jenis-investasi-syariah/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;"><strong>Jenis Investasi Syariah yang Halal dan Menguntungkan</strong></span></a></p>
<p>Di bawah ini terdapat beberapa tips yang bisa anda jadikan sebagai referensi supaya bisa anda ikuti Agar saat anda memilih unit link syariah bisa mendapat keuntungan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pahamilah Kebutuhan dan Kemampuan Anda</strong></span></h4>
<p>Sebelum anda memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa unit link berbasis syariah, maka anda harus memahami kebutuhan, kemampuan, serta tujuan keuangan anda ketika hendak membeli produk keuangan ini.</p>
<p>Disamping itu, anda juga perlu mengetahui seberapa lamanya waktu yang direncanakan agar bisa mencapai tujuan keuangan tersebut.</p>
<p>Jika anda belum mengetahui secara pasti jawaban mengenai ragam informasi yang diperlukan ini, anda dapat menghubungi tenaga pemasar asuransi jiwa yang bisa anda mintai bantuan untuk membantu anda.</p>
<p>Seperti asuransi konvensional, saat memilih unit link syariah anda harus pilih yang mempunyai manfaat sesuai dengan kebutuhan.</p>
<p>Apakah produk tersebut bisa memberikan manfaat sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Anda juga harus mengetahui kondisi keuangan pribadi.</p>
<p>Berapa jumlah premi yang nantinya sanggup untuk anda bayarkan dengan menyesuaikan kemampuan serta kebutuhan anda. Maka anda bisa mendapat produk dengan manfaat yang maksimal tanpa anda harus menambah beban finansial.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pahamilah Fitur Produk dan Mekanismenya</strong></span></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-528" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/unit-link-adalah.jpg" alt="unit link adalah" width="1000" height="667" /></p>
<p>Sebenarnya produk asuransi jiwa unit link adalah sebuah produk keuangan yang memiliki keunikan dengan berbagai macam manfaat.</p>
<p>Di dalam produk unit link, ada dua hal yang termasuk mekanisme di dalamnya. Yaitu mekanisme kontribusi atau premi, yakni dana kontribusi yang nantinya akan dibayarkan.</p>
<p>Dibagi menjadi dua bagian porsi dana perlindungan jiwa dan untuk perlindungan tambahan, dan juga porsi dana untuk investasi.</p>
<p>Selanjutnya mekanisme dana investasi ,yaitu dana yang telah dibayarkan dialokasikan kepada dana investasi yang telah dipilih.</p>
<p>Misalnya jika jenis dana investasi yang dipilih yaitu dana investasi saham syariah, potensi hasilnya tentu akan mengikuti pergerakan dari pasar saham syariah.</p>
<p>Hasilnya dapat naik ataupun turun hasil investasi yang maksimal umumnya yang telah dilakukan dalam jangka panjang.</p>
<p>Bila anda memiliki unit link syariah berbasis asuransi kesehatan, anda harus mengetahui mekanisme perpanjangan pengobatan dan perawatan bila terjadi musibah sewaktu-waktu.</p>
<p>Selain itu, anda juga harus tahu batasan alokasi dana yang berhak untuk anda terima. Dan apabila berbasis asuransi jiwa, anda harus tahu berapa jumlah uang pertanggungan yang nantinya bisa anda dapatkan.</p>
<p>Tentukan juga ahli waris yang nanti dapat menerima pertanggungan tersebut bila terjadi musibah yang sampai menyebabkan anda meninggal dunia.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pahami Mekanisme Investasinya</strong></span></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-529" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/bentuk-bentuk-unit-link.jpg" alt="bentuk bentuk unit link" width="1000" height="667" /></p>
<p>Saat anda ingin menentukan dan memilih asuransi unit link syariah, maka anda harus mengetahui tentang mekanisme investasinya.</p>
<p>Supaya dapat memaksimalkan hasil investasi maka resikonya pun juga harus diketahui. Profil seseorang bisa terbagi dalam tiga hal yaitu moderat, agresif dan juga konservatif.</p>
<p>Profil risiko moderat atau sedang lebih cocok bagi anda jika ingin melakukan investasi dalam campuran, yaitu deposito atau obligasi.</p>
<p>Sementara untuk profil risiko agresif, ini adalah seseorang yang mempunyai sifat berani dengan risiko tinggi.</p>
<p>Untuk tipe seperti ini, sebaiknya investasi yang dilakukan adalah di saham syariah. Untuk profil risiko konservatif atau paling rendah, pilihan investasinya yaitu obligasi dan juga deposito.</p>
<p>Premi yang diterima perusahaan asuransi dibagi dalam produk investasi sesuai janji yang sudah disepakati.</p>
<p>Proporsi premi ditempatkan pada investasi tahun pertama yaitu sebesar 20% dan sisanya berlaku untuk pembayaran premi.</p>
<p>Pada tahun kedua proporsi investasi meningkat dengan alokasi asuransi yang semakin menurun. Dan ini berlanjut sampai tahun kelima. Pada tahun ke-6 100% pembayaran premi ditetapkan dalam instrumen investasi.</p>
<p>Namun anda juga harus menanyakan seperti apa mekanisme investasi perusahaan asuransi di mana anda membeli produk unit link syariah. Dan pahamilah semuanya dengan baik.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pahami Hak dan Kewajiban Sebagai Tertanggung</strong></span></h4>
<p>Ini penting sekali, mengingat anda telah membeli produk tersebut dengan tujuan supaya mendapatkan keuntungan dan proteksi sebagai tertanggung, maka kewajiban anda biasanya adalah membayar premi.</p>
<p>Pahami bagaimana cara pembayaran premi dan ketahui kapan jatuh tempo pembayaran nya. Jangan sampai menunggak, karena hal tersebut bisa menghentikan fasilitas perlindungan diri anda untuk sementara waktu.</p>
<p>Anda harus mengetahui apa saja hak yang anda terima sebagai tertanggung. Hak tersebut merupakan perlindungan jiwa untuk asuransi jiwa dan perlindungan kesehatan dalam asuransi kesehatan.</p>
<p>Hak serta kewajiban yang dimiliki tertanggung semuanya tertuang dalam polis asuransi unit link syariah.</p>
<p>Dengan demikian, sebaiknya bacalah poin-poin penting secara menyeluruh untuk mengetahui seperti apa ketentuan dan juga batasan dalam polis tersebut.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pilihlah Perusahaan Asuransi yang Memiliki Reputasi Bagus</strong></span></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-527" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/asuransi-unit-link-syariah.jpg" alt="asuransi unit link syariah" width="1000" height="700" /></p>
<p>Supaya anda mendapatkan keuntungan yang maksimal, anda harus menghindari membeli produk dari perusahaan asuransi yang abal-abal.</p>
<p>Terlebih lagi jika anda diiming-imingi manfaat yang banyak dengan premi rendah. Logikanya setiap perusahaan ingin mendapat untung.</p>
<p>Bila pemasukan mereka berbanding terbalik atau terlalu rendah dengan apa yang mereka keluarkan, maka hal ini tidak mungkin terjadi.</p>
<p>Latar belakang dari sebuah perusahaan asuransi juga bisa menentukan perkembangan dana yang sudah digunakan dalam investasi.</p>
<p>Disamping itu, kesehatan keuangan dari perusahaan asuransi juga sangat penting untuk anda ketahui.</p>
<p>Semakin sehat keuangan dari sebuah perusahaan, tentu semakin kecil pula kemungkinan perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan.</p>
<p>Saat membeli produk unit link syariah, anda harus menyadari bahwa pada dasarnya ini merupakan produk perlindungan.</p>
<p>Sedangkan investasi yang telah dijanjikan merupakan bagian dari sebuah manfaat tambahan yang hasilnya fluktuatif dan tentu saja tidak lepas dari resiko usaha.</p>
<p>Oleh karena itu sebagai calon nasabah, anda harus pahami betul dan <a href="https://republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/16/11/04/og1otn368-5-tips-bijak-memilih-investasi-unit-link-syariah" target="_blank" rel="noopener">bijak memilih asuransi unit link</a> yang bagus.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/unit-link-syariah/">Tips Dalam Memilih Unit Link Syariah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/unit-link-syariah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
