<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>loker Archives | BelajarKeuangan.com</title>
	<atom:link href="https://www.belajarkeuangan.com/tag/loker/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.belajarkeuangan.com/tag/loker/</link>
	<description>Belajar Keuangan Hanya Disini Tempatnya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jun 2022 01:25:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.7</generator>

<image>
	<url>https://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/cropped-5-32x32.png</url>
	<title>loker Archives | BelajarKeuangan.com</title>
	<link>https://www.belajarkeuangan.com/tag/loker/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>80 Persen Lamaran Kerja Sudah Dibuang Sebelum Dibaca</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/80-persen-lamaran-kerja-sudah-dibuang-sebelum-dibaca/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/80-persen-lamaran-kerja-sudah-dibuang-sebelum-dibaca/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2018 03:19:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Karir]]></category>
		<category><![CDATA[hrd]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[lamaran kerja]]></category>
		<category><![CDATA[loker]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarkeuangan.com/?p=987</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bener Gak Sih Kalau 80 Persen Lamaran Kerja Sudah Dibuang Sebelum Dibaca? Yuk Cari Tahu Disini! Khusus pada tulisan ini yang berjudul “80 persen lamaran kerja sudah dibuang sebelum dibaca“, penulis sengaja memberikan judul yang sensasional agar para pembaca situs BelajarKeuangan.com menjadi penasaran, khususnya para pencari kerja (job seeker) yang saat ini masih terus berjuang mencari &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/80-persen-lamaran-kerja-sudah-dibuang-sebelum-dibaca/">80 Persen Lamaran Kerja Sudah Dibuang Sebelum Dibaca</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Bener Gak Sih Kalau 80 Persen Lamaran Kerja Sudah Dibuang Sebelum Dibaca? Yuk Cari Tahu Disini!</h2>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-988" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/80-Persen-Lamaran-Kerja-Sudah-Dibuang-Sebelum-Dibaca.jpg" alt="80 Persen Lamaran Kerja Sudah Dibuang Sebelum Dibaca" width="1000" height="649" /></p>
<p>Khusus pada tulisan ini yang berjudul “80 persen lamaran kerja sudah dibuang sebelum dibaca“, penulis sengaja memberikan judul yang sensasional agar para pembaca situs BelajarKeuangan.com menjadi penasaran, khususnya para pencari kerja <em>(job seeker)</em> yang saat ini masih terus berjuang mencari pekerjaan untuk menata masa depannya.</p>
<p>Judul diatas adalah fenomena nyata yang pasti ditemui seputar rekrutmen di banyak perusahaan besar, yang biasanya membuka lowongan kerja dengan <em>space</em> iklan yang relatif berukuran besar serta memiliki alamat tujuan PO BOX.</p>
<p>Dari pancingan iklan tersebut biasanya berhasil menyedot ribuan surat lamaran berkarung-karung yang masuk ke meja HRD nya.</p>
<p>Bicara berkarung-karung memang menjadi renungan tersendiri, tapi kenyataannya seperti itu, satu posisi lamaran bisa diperebutkan oleh ratusan pelamar.</p>
<p>Dengan kondisi lamaran yang menggunung tersebut, selanjutnya akan menjadi hari-hari panjang bagi para staf di bagian rekrutmen untuk mulai memprosesnya.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-995" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/tips-mengantar-surat-lamaran-kerja.jpg" alt="tips mengantar surat lamaran kerja" width="1000" height="607" /></p>
<p>Satu persatu amplop lamaran yang masuk akan dipegang dan dibaca, disinilah peristiwa yang menjadi judul sensasional diatas mulai menemukan korbannya, yup… 80 persen surat lamaran yang masuk ke bagian HRD ternyata sudah harus disingkirkan atau dibuang sebelum sempat dibuka amplopnya.</p>
<p>Ironis memang, tapi itulah realita yang sering terjadi di banyak perusahaan besar (jika rekrutmen menggunakan fasilitas pihak ketiga seperti situs pencari kerja, biasanya hanya dibuka sebentar lalu cuma dilihat sekilas).</p>
<p>Pernahkah anda membayangkan surat lamaran yang biasanya dikirim dengan melampirkan foto diri penampilan terbaik, arsip lamaran kerja dengan fotokopi kualitas <em>xerox</em>, dikirim menggunakan layanan kelas utama “kilat khusus”, disertai kepercayaan diri tinggi yang penuh rasa optimis, ternyata hasil akhirnya di meja HRD lamaran kita termasuk daftar tumpukan antrian untuk masuk ke mesin penghancur kertas.</p>
<p>“kenapa sampai perlu dimasukkan ke mesin penghancur kertas, bukankah itu menambah pekerjaan?”, komentar beberapa pembaca yang mulai merasa surat lamarannya termasuk daftar tunggu tumpukan kertas bermasalah.</p>
<p>Simak informasinya dibawah ini.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Masalah Umum dan Utama yang Sering Terjadi</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-989" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/contoh-surat-lamaran-kerja-agar-diterima.jpg" alt="contoh surat lamaran kerja agar diterima" width="1000" height="667" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>#1</strong> </span>Pelamar menunda pengiriman lamarannya, sehingga hadir di meja HRD tidak lebih cepat dibandingkan kompetitor sesama pelamar yang sudah lebih dulu hadir, apalagi ditunjang dengan kebutuhan divisi personalia yang menginginkan posisi kosong untuk bisa segera diisi secepat mungkin.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>#2</strong></span> Lamaran kerjanya tidak memiliki tujuan posisi yang jelas untuk dilamar, sehingga ini membuat bagian <a href="https://www.thebalancecareers.com/what-is-human-resource-development-hrd-1918142" target="_blank" rel="noopener">HRD</a> berpikir praktis langsung membuangnya, toh masih ada tumpukan lamaran kerja setinggi gunung yang perlu segera diproses.</p>
<p>Setelah membaca 2 sumber utama diatas, pasti anda <em>terbengong-bengong</em> karena bukan sekedar terlambat mengirim atau tidak jelas posisi yang dilamar tapi cara berpikir untuk siap bersaing di dunia kerja hampir bisa dipastikan belum sama sekali dimiliki oleh para pencari kerja.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca juga:</strong></span> <a href="https://www.belajarkeuangan.com/apakah-job-fair-hanya-ajang-eksploitasi-bisnis/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;"><strong>Apakah Job Fair Hanya Ajang Eksploitasi Bisnis</strong></span></a></p>
<p>Selanjutnya perusahaan besar yang membuka lowongan dan menghasilkan tumpukan surat lamaran yang menggunung tidak mau mengambil resiko membuang sisa surat lamaran ke sembarang tempat atau menyuruh <em>office boy</em> nya untuk menjual kertas-kertas tersebut di tukang loak, karena mereka tidak mau mengambil resiko jika suatu hari seorang pelamar akhirnya protes saat menerima bungkus kacang rebus yang dibelinya ternyata memakai kertas CV atau lampiran keterangan lamaran kerjanya.</p>
<p>Lalu apa yang harus dilakukan oleh para pencari kerja jika tidak ingin hal buruk tersebut terjadi?</p>
<p>Gampang saja, jika lowongan kerja muncul di koran pada hari sabtu, sebisa mungkin kirim lamaran anda pada hari itu juga agar pada hari senin surat lamaran kerja sudah bisa sampai di meja HRD.</p>
<p>Lalu untuk poin kedua dari petaka tersebut, agar lamaran anda tidak menjadi bungkus kacang adalah buat atau tulis tujuan posisi yang jelas di AMPLOP lamaran.</p>
<p>Apakah hanya itu yang harus dilakukan agar lamaran para pencari kerja bisa dibaca atau setidaknya dibuka oleh HRD?</p>
<p>Tentu saja ada.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Berikut ini adalah Tips Penting yang Harus Dilakukan Supaya HRD Mau Melirik Lamaran Anda</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-990" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/surat-lamaran-kerja-pasti-diterima.jpg" alt="surat lamaran kerja pasti diterima" width="900" height="504" /></p>
<ol>
<li>Gunakan amplop dengan warna yang unik, jangan yang <em>gitu-gitu aja, </em>pada umumnya amplop yang digunakan pasti berwarna cokelat. Selanjutnya Anda bisa menggunakan amplop dengan warna yang cerah seperti hijau atau biru.</li>
<li>Untuk format di kertas <em>resume</em>, buatlah sekreatif mungkin namun harus disesuaikan dengan lamaran yang anda pilih. Contohnya, apabila melamar untuk posisi keuangan, buatlah secara berkelas dengan format seperti yang sering digunakan perusahaan besar apabila mengundang tamu-tamu penting. Silakan <em>googling</em> untuk desain-desainnya.</li>
<li>Gunakan bahasa yang formal, terstruktur dan sopan serta tidak perlu berbelit-beli namun langsung <em>to the point</em> Apabila pengalaman kerja Anda banyak atau <em>training</em> yang diikuti juga tidak sedikit, buatlah <em>list</em> tanpa perlu menjelasakan secara terperinci setiap poinnya.</li>
<li>Usahakan tidak lebih dari 2 lembar sebab perekrut pasti akan meyeleksi banyak sekali lamaran yang masuk. Nah, itulah fungsi dari tampilan yang <em>eye catching, </em>lamaran Anda akan disisihkan untuk dibaca nanti karena menarik perhatian si penyeleksi.</li>
<li>Waktu yang dibutuhkan oleh pembaca surat lamaran biasanya hanya kurang dari 1 menit atau bahkan hanya belasan detik, jadi buatlah sesingkat dan sejelas mungkin.</li>
<li>Tidak perlu memaksakan diri untuk <em>apply</em> jika kualifikasi Anda tidak sesuai dengan apa yang diminta oleh perusahaan karena sudah pasti akan gagal.</li>
<li>Langsung cantumkan pengalaman dan kualifikasi diri di bagian awal <em>resume</em>. Untuk profil atau data diri cukup ditaruh diakhir <em>resume</em></li>
<li>Jangan merekayasa data diri Anda sebab kalau ketahuan, maka nama Anda akan di <em>blacklist</em> oleh seluruh perusahaan.</li>
<li>Lampirkan seluruh dokumen-dokumen penunjang secara lengkap seperti ijazah, transkip nilai, surat referensi kerja, sertifikat kepelatihan dan lain-lain.</li>
<li>Kirimkan pas foto yang berukuran 3&#215;4 dengan menggunakan pakaian formal (menggunakan jas akan lebih baik).</li>
<li>Jangan mencantumkan alamat <em>email</em> yang <em>alay</em> dan <em>norak</em> karena akan mempengaruhi hasil penilaian Anda.</li>
<li>Ada baiknya di masa pencarian kerja, hapus seluruh status dan foto di media sosial yang menunjukkan sifat asli Anda atau isinya bernada kebencian, kata-kata kasar, gambar serta <em>link</em> tidak senonoh dan lain-lain yang membuat orang lain Perlu diketahui, saat ini tidak sedikit perusahaan yang diam-diam mengecek akun medsos untuk menilai karakter asli si pelamar.</li>
<li>Menyambung poin sebelumnya. Jangan <em>private</em> akun medsos, di <em>open</em> saja untuk publik dan buatlah seakan-akan Anda orang yang baik dan profesional. Tunjukkan citra diri yang positif dan penuh kebahagiaan. Usahakan terus seperti itu walau kenyataannya keadaan Anda cukup suram saat ini.</li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-991" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/cv-agar-diterima-kerja.jpg" alt="cv agar diterima kerja" width="1000" height="714" /></p>
<p>Demikianlah informasi penting dari kami, tips diatas tidak pernah disarankan oleh media lain karena biasanya mereka hanya menginformasikan hal basi yang kurang berguna.</p>
<p>Oia, sekarang mayoritas perusahaan sudah menggunakan situs-situs penyedia loker di internet, namun 13 tips diatas tetap dapat diaplikasikan karena walaupun kita diminta mengisi data sesuai format dari situs loker tersebut, namun pelamar wajib juga melampirkan <em>CV</em> atau <em>Resume</em> berbentuk <em>pdf</em> atau <em>word.</em></p>
<p>Sebagai info tambahan, walau di setiap situs resmi perusahaan juga mencantumkan lowongan kerja, tetapi pada dasarnya mereka masih mengandalkan situs pihak ketiga untuk mencari kandidat.</p>
<p>Jadi apakah Anda percaya bahwa 80 persen lamaran kerja sudah dibuang sebelum dibaca?</p>
<p>Daripada pusing cari kerja tapi selalu gagal terus, lebih baik <a href="https://www.belajarkeuangan.com/cari-penghasilan-tambahan/" target="_blank" rel="noopener">cari penghasilan tambahan</a> yang semudah ini!</p>
<p>Bagikan informasi ini pada yang lain jika dirasa bermanfaat dan semoga Anda bisa berkarir di perusahaan impian. Terima kasih.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/80-persen-lamaran-kerja-sudah-dibuang-sebelum-dibaca/">80 Persen Lamaran Kerja Sudah Dibuang Sebelum Dibaca</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/80-persen-lamaran-kerja-sudah-dibuang-sebelum-dibaca/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
