<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bisnis Archives | BelajarKeuangan.com</title>
	<atom:link href="https://www.belajarkeuangan.com/tag/bisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.belajarkeuangan.com/tag/bisnis/</link>
	<description>Belajar Keuangan Hanya Disini Tempatnya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jun 2022 00:54:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.7</generator>

<image>
	<url>https://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/cropped-5-32x32.png</url>
	<title>bisnis Archives | BelajarKeuangan.com</title>
	<link>https://www.belajarkeuangan.com/tag/bisnis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kenapa Anda Ingin Menjadi Wiraswasta?</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/kenapa-anda-ingin-menjadi-wiraswasta/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/kenapa-anda-ingin-menjadi-wiraswasta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2018 04:19:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Karir]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[memulai bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[wiraswasta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarkeuangan.com/?p=937</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelum mulai berbisnis, pertama, anda harus bisa mengatakan kenapa anda ingin menjadi wiraswasta? atau kenapa anda secara pribadi ingin memulai bisnis anda sendiri. Apakah ingin punya lebih banyak waktu luang? Jika jawabannya YA, pilihlah bidang lain selain kewiraswastaan. Pada akhirnya, jika anda telah sepenuhnya belajar tentang bagaimana menjalankan sebuah bisnis dan sudah mampu mendelegasikan tugas dan wewenang, &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/kenapa-anda-ingin-menjadi-wiraswasta/">Kenapa Anda Ingin Menjadi Wiraswasta?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-938" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/kenapa-anda-ingin-jadi-wiraswasta.jpg" alt="kenapa anda ingin jadi wiraswasta" width="1000" height="667" /></p>
<p>Sebelum mulai berbisnis, pertama, anda harus bisa mengatakan kenapa anda ingin menjadi wiraswasta? atau kenapa anda secara pribadi ingin memulai bisnis anda sendiri.</p>
<p>Apakah ingin punya lebih banyak waktu luang? Jika jawabannya YA, pilihlah bidang lain selain kewiraswastaan.</p>
<p>Pada akhirnya, jika anda telah sepenuhnya belajar tentang bagaimana menjalankan sebuah bisnis dan sudah mampu mendelegasikan tugas dan wewenang, baru anda bisa mendapatkan lebih banyak waktu luang (tahap yang mulai dicapai oleh sebagian pengusaha yang bekerja atau berusaha selama bertahun-tahun!).</p>
<p>Tetapi, untuk dapat mencapai tahap itu, dibutuhkan latihan keras selama bertahun-tahun dan dipasangnya sistem antitipu yang dapat diandalkan.</p>
<p>Menjadi seorang pengusaha memang sebuah kerja keras yang sangat memakan waktu, tenaga, dan pikiran bahkan modal.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Karakteristik Wirausaha</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-939" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/alasan-seseorang-tidak-berminat-menjadi-wirausaha.jpg" alt="alasan seseorang tidak berminat menjadi wirausaha" width="800" height="498" /></p>
<p>Kenapa Anda ingin menjadi wiraswasta? Apakah anda ingin menjadi kaya? Anda bisa menjadi kaya, tetapi tidak dalam waktu singkat. Seorang wiraswasta yang saya kenal mengatakan bahwa dia ingin menghasilkan 100 juta per minggu pada Desember 2008.</p>
<p>Dia kemudian membangun bisnisnya bersama temannya agar dia bisa mencapai hal yang menjadi sasarannya.</p>
<p>Tujuannya itu sangat masuk akal dan bisa dicapai. Kini, dia telah mendapatkan penghasilan dua kali lipat dari yang pernah dia tetapkan!.</p>
<p>Alasan saya meminta anda untuk melihat tujuan-tujuan anda lebih dalam lagi adalah karena banyak pengusaha baru yang sudah terlalu terjerumus dalam suatu masalah sebelum akhirnya mereka menyadari bahwa sebenarnya mereka tak terlalu suka menjadi seorang wiraswasta.</p>
<p>Mereka terjebak dalam keadaan seperti ini karena sebelumnya mereka tidak menganalisis tujuan-tujuan pribadi mereka-hal-hal yang paling mendasar, hal-hal yang paling sederhana yang tidak terpikirkan oleh orang lain.</p>
<p>Saya telah melihat banyak restoran dan bisnis eceran yang gulung tikar karena pemiliknya terlalu asyik terjebak dalam romantisme menjalankan bisnis mereka sendiri sehingga tak menyadari apa sebenarnya alasan mereka ingin membuka sebuah bisnis.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Tetapkan Tujuan </strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-940" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/alasan-bercita-cita-menjadi-pengusaha.jpg" alt="alasan bercita cita menjadi pengusaha" width="1000" height="667" /></p>
<p>Apakah anda ingin bersenang-senang? Siapa yang tidak kan? Tentu saja, anda ingin bersenang-senang. namun ingat, anda harus tahu pentingnya sebuah tujuan.</p>
<p>Tentukanlah sebuah tujuan yang sederhana dan yang mungkin dicapai, lalu tempelkan tujuan itu dimana saja.</p>
<p>Tanya ke diri sendiri, “Sebenarnya apa yang benar-benar diinginkan dari bisnis ini?” Setelah anda bisa menjawab pertanyaan itu, mintalah pendapat dari beberapa orang anggota keluarga anda, teman-teman, para <a href="https://www.merdeka.com/uang/mengapa-memilih-menjadi-pengusaha.html" target="_blank" rel="noopener">pengusaha</a> lain, pengacara dan akuntan anda tentang jawaban anda itu.</p>
<p>Namun ingat, banyak keluarga dan teman anda yang tak paham tentang bisnis. Dan hanya karena paman gober punya bisnis bukan berarti dia ahli dalam masalah bisnis.</p>
<p>Meskipun demikian, mereka bisa menunjukkan potensi-potensi masalah yang mungkin akan ditimbulkan oleh bisnis anda  bagi keluarga dan kehidupan pribadi anda.</p>
<p>Setelah anda menentukan tujuan pribadi dan memastikan bahwa tujuan itu masuk akal dan tidak menimbulkan konflik dalam diri anda, sasaran anda yang berikutnya haruslah berpusat pada bagaimana anda bisa menciptakan pelayanan atau produk yang berkelas dunia.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca juga:</strong></span> <a href="https://www.belajarkeuangan.com/memulai-bisnis/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;"><strong>Lakukan Hal Ini Sebelum Memulai Bisnis</strong></span></a></p>
<p>Produk atau pelayanan yang anda berikan harus dirancang sedemikian rupa sehingga akan bisa memberikan kepuasan, bahkan kebahagiaan bagi klien dan pelanggan anda.</p>
<p>Lakukanlah hal ini dan buatlah tujuan-tujuan penunjang, dan anda akan mulai melihat bagaimana uang anda akan mengalir masuk.</p>
<p>Buatlah tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek adalah hal-hal yang ingin anda raih dalam waktu satu tahun, dan tujuan jangka panjang adalah hal-hal yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapainya.</p>
<p>Semua tujuan itu haruslah menunjang tujuan utama anda. Tujuan utama anda bisa didefinisikan sebagai sebuah tujuan yang jika sudah tercapai akan membuat anda merasa bahwa anda sudah tiba di puncak.</p>
<p>Daftar tujuan jangka pendek anda haruslah berisi hal-hal yang ingin dan perlu anda capai tahun depan, yaitu tujuan yang harus dicapai saat ini agar bisnis anda dapat mencapai kesuksesan pada masa datang.</p>
<p>Daftar tujuan jangka panjang anda haruslah berisi sasaran-sasaran yang ingin anda capai dalam 2 hingga 10 tahun mendatang. Tujuan-tujuan ini akan menjadi tonggak penting bagi bisnis anda menuju tujuan utama.</p>
<p>Sebisa mungkin buatlah agar tujuan-tujuan anda bisa diukur. itulah sebabnya pertandingan olahraga selalu melibatkan pencatatan nilai.</p>
<p>Dan buatlah agar tujuan-tujuan anda masuk akal. jika anda baru saja memulai usaha menjual properti, akan tak masuk akal jika anda membuat target penjualan rumah senilai “20 Milyar rupiah” pada tahun pertama.</p>
<p>Tetapi, jika sasaran anda adalah menjual rumah senilai satu milyar rupiah, yaahhhh….itu mungkin bisa dicapai.</p>
<p>Oleh karena itu, pastikanlah bahwa tujuan anda masuk akal dan bisa dicapai. Meski pada akhirnya jika tujuan itu memakan waktu yang lebih lama pencapaiannya, tak mengapa.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Fokus Pada Visi dan Inovasi</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-941" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/kapan-saatnya-jadi-entrepreneur.jpg" alt="kapan saatnya jadi entrepreneur" width="800" height="533" /></p>
<p>Tak ada hal yang bisa membuat anda lebih frustasi dibanding memilih tujuan yang sangat tak mungkin dicapai.</p>
<p>Ukur kemampuan beserta sumber daya yang dimiliki saat ini, tidak perlu terlalu ambisius di awal sebab hanya membuat Anda frustrasi.</p>
<p>Ingat, memulai itu mudah, yang sulit ialah mengembangkan lalu mempertahankannya, jangan hanya bermain pada titik aman, Anda harus berani berinovasi namun harus selalu diukur.</p>
<p>Yang terakhir adalah pastikan bahwa anda merayakan setiap atau semua prestasi yang berhasil anda raih dalam usaha untuk mencapai tujuan.</p>
<p>Ini sangat penting karena anda harus menghadiahi diri sendiri untuk setiap tujuan yang sulit diraih</p>
<p>Jika anda tak menghadiahi diri sendiri pada saat anda sedang mengejar sebuah tujuan besar, anda takkan berhasil. ini juga berlaku bagi tujuan-tujuan non bisnis.</p>
<p>Apabila Anda sudah berada diatas, jangan cepat puas. Tanamkan pada diri sendiri dan tim Anda mengenai kecemasan.</p>
<p>Maksud cemas disini ialah bukan berarti harus was-was setiap menitnya karena itu hanya membuat hidup menjadi tidak nyaman.</p>
<p>Timbulkan sifat tersebut agar Anda dan tim bisa terus membuat gagasan baru supaya perusahaan bisa terus beradaptasi dengan perubahan atau perkembangan jaman.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><em><strong>Stay Foolish Stay Hungry</strong></em></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-942" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/jelaskan-mengapa-seseorang-memilih-menjadi-wirausaha.jpg" alt="jelaskan mengapa seseorang memilih menjadi wirausaha" width="1000" height="684" /></p>
<p>Tidak ada yang abadi di dunia ini, banyak perusahaan-perusahaan besar yang dulunya menjadi raja di industrinya, namun sekarang sudah lenyap ditelan persaingan.</p>
<p>Begitupun juga sebaliknya, dengan berkembangnya teknologi dan internet, anak kos pun sekarang bisa menjelma menjadi CEO sebuah perusahaan dengan kapitalisasi triliunan rupiah dalam waktu singkat apabila ia memiliki produk atau jasa yang bisa menjadi solusi bagi orang banyak.</p>
<p>Era saat ini bisa dibilang menjadi era yang penuh dengan peluang, tidak ada yang membayangkan sebuah aplikasi online bisa menumbangkan kekuatan korporasi raksasa.</p>
<p>Salah satu kunci penting lainnya adalah tetap efisien dalam penggunaan uang, jangan boros mengeluarkan dana untuk sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan inti bisnis Anda.</p>
<p>Banyak pengusaha pemula diluar sana yang berambisi mengumpulkan uang atau modal hingga miliaran rupiah dan setelah usahanya berdiri, tidak berselang lama perusahaannya bangkrut sebab ia tidak bisa memanage keuangan dengan baik.</p>
<p>Kenapa Anda ingin menjadi wiraswasta, padahal di jaman sekarang Anda juga bisa <a href="https://www.belajarkeuangan.com/cari-penghasilan-tambahan/" target="_blank" rel="noopener">cari penghasilan tambahan</a> secara mudah dan tanpa resiko apapun.</p>
<p>Demikian pengetahuan singkat ini kami informasikan, di situs BelajarKeuangan.com banyak sekali tips mengenai keuangan dll yang bisa dipelajari untuk menambah wawasan Anda.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/kenapa-anda-ingin-menjadi-wiraswasta/">Kenapa Anda Ingin Menjadi Wiraswasta?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/kenapa-anda-ingin-menjadi-wiraswasta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lakukan Hal Ini Sebelum Memulai Bisnis</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/memulai-bisnis/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/memulai-bisnis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Dec 2018 10:18:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Karir]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis tanpa modal]]></category>
		<category><![CDATA[memulai bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[tips bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarkeuangan.com/?p=915</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk memulai bisnis jangan hanya bermodalkan nekat saja, apalagi jika anda adalah tulang punggung keluarga. UPDATE: Untuk meminimalisir kegagalan, lebih baik Anda juga coba cari penghasilan tambahan dengan menjadi afiliasi GBMF karena bisa dijalankan tanpa modal dan tanpa resiko. Walau action merupakan hal yang penting tapi perencanaan yang matang juga perlu dilakukan. Lakukan hal ini sebelum &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/memulai-bisnis/">Lakukan Hal Ini Sebelum Memulai Bisnis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-916" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/memulai-bisnis.jpg" alt="memulai bisnis" width="800" height="533" /></p>
<p>Untuk memulai bisnis jangan hanya bermodalkan nekat saja, apalagi jika anda adalah tulang punggung keluarga.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>UPDATE:</strong></span> Untuk meminimalisir kegagalan, lebih baik Anda juga coba <a href="https://www.belajarkeuangan.com/cari-penghasilan-tambahan/" target="_blank" rel="noopener">cari penghasilan tambahan</a> dengan menjadi <a href="https://gadaibpkbmobil.finance/afiliasi/" target="_blank" rel="noopener">afiliasi GBMF</a> karena bisa dijalankan tanpa modal dan tanpa resiko.</p>
</blockquote>
<p>Walau <em>action</em> merupakan hal yang penting tapi perencanaan yang matang juga perlu dilakukan. Lakukan hal ini sebelum memulai bisnis:</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Kunjungi Beberapa Bankir dan Tanyakan Pendapat Mereka Tentang Ide Anda</strong></span></h3>
<p>Loh koq bankir dan bukan pengusaha saja yang harus kita datangi? Sebab kalau Anda belum memulai bisnis namun ide Anda dianggap bagus, mereka bisa mengambil ide Anda tersebut.</p>
<p>Ceritakan bisnis yang sedang anda bayangkan. Apakah mereka tahu ada perusahaan lain yang meraih sukses di bidang yang sama dengan minat anda?</p>
<p>Apakah mereka bisa anda temui?</p>
<p>Apakah mereka mengenal wiraswasta yang usahanya gagal yang bisa anda wawancarai?</p>
<p>Kenapa perusahaan-perusahaan tersebut gagal atau berhasil?</p>
<p>Maukah bank-bank tersebut mau meminjamkan uang kepada anda?</p>
<p>Berapa banyak uang yang biasanya dipinjam oleh perusahaan seperti bisnis anda?</p>
<p>Apakah mereka punya salinan rencana bisnis perusahaan lain?</p>
<p>Bolehkah anda melihatnya? Memang. itu adalah sebuah pertanyaan yang lugu dan terus terang, tetapi jika anda tidak menanyakannya, anda takkan pernah tahu.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Kunjungi Perusahaan Sukses di Bidang yang Anda Pilih Sebelum Memulai Bisnis</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-917" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/cara-memulai-bisnis-online-tanpa-modal.jpg" alt="cara memulai bisnis online tanpa modal" width="900" height="600" /></p>
<p>Sebelum memulai bisnis, lakukan perjalanan, ke luar kota jika perlu, untuk melihat bagaimana perusahaan lain di bidang yang anda ingin masuki menjalankan usahanya.</p>
<p>Tanyakan pada si pemilik apa yang harus anda perhatikan dalam menjalankan usaha. Tanyakan apakah anda boleh melihat perencanaan bisnis mereka.</p>
<p>Kunjungi perusahaan-perusahaan besar dan perusahaan-perusahaan yang kecil. Perusahaan kecil memang lebih masuk akal bagi anda, tetapi perusahaan besar akan berperan sebagai mimpi anda.</p>
<p>Anda akan terkejut melihat betapa terbukanya para wiraswasta ini kepada anda. sudah menjadi sifat manusia untuk saling membantu.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Periksa Catatan Kebangkrutan</strong></span></h3>
<p>Apakah ada banyak jumlah perusahaan di bidang yang anda inginkan mengalami kebangkrutan? apa yang bisa digali informan anda tentang hal ini?</p>
<p>Jika banyak perusahaan di bidang yang anda inginkan mengalami kebangkrutan, carilah bidang yang lain atau cari tahu apakah penyebab kegagalan mereka itu adalah sesuatu yang bisa anda perbaiki.</p>
<p>Menurut penelitian yang saya lakukan di restoran baru, bar baru, dan perusahaan-perusahaan teknologi baru ternyata memiliki rata-rata kegagalan yang tertinggi.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Tanyakan Pendapat Orang yang Tidak Dikenal Tentang Ide Anda</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-920" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/cara-memulai-usaha-pakaian.jpg" alt="cara memulai usaha pakaian" width="1000" height="667" /></p>
<p>Anda perlu mencari tahu apakah menurut pandangan orang lain ide anda ini bisa dijalankan. Saya akan mendiskusikan jenis penelitian semacam ini di bagian lain blog ini. secara umum, banyak informasi berharga yang bisa didapat dengan cara ini.</p>
<p>Tanyakan pendapat teman-teman atau keluarga anda, jika anda memang mau, tetapi ingatlah biasanya mereka ini mengatakan hal yang ingin anda dengar.</p>
<p>Sebenarnya anda menginginkan pendapat dari orang-orang yang tidak memiliki pandangan bias dan yang akan memberikan kritik-kritik membangun sebelum memulai bisnis.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Sebelum Memulai Bisnis, Hadiri Seminar dan Pameran Perdagangan di Bidang yang Anda Pilih</strong></span></h3>
<p>Hampir setiap profesi memiliki asosiasi yang biasanya membantu mempromosikan dan mengembangkan industri mereka.</p>
<p>Mereka biasanya juga mengadakan pameran perdagangan atau seminar. Kunjungi pameran-pameran perdagangan seperti itu dan tanyakan kepada mereka yang berkecimpung dalam industri tersebut, apa sisi baik dan buruk bisnis mereka.</p>
<p>Tanyakan kepada mereka apakah menurut mereka sebaiknya anda terjun ke indsutri ini. Dan mintalah kartu nama mereka agar anda bisa menghubungi mereka kembali nanti.</p>
<p>Bertanyalah kepada orang-orang yang berkecimpung di dalam bisnis ini atau carilah ilmunya dalam situs <a href="https://www.belajarkeuangan.com/" target="_blank" rel="noopener">BelajarKeuangan.com</a></p>
<p>Saya selalu saja merasa takjub akan betapa banyaknya informasi yang tersedia di dalam dunia maya itu. Buat jaringan dan temuilah orang sebanyak mungkin.</p>
<p>Anda pasti akan berjumpa dengan sangat sedikit orang yang tak mau berbagi kesuksesan dan kegagalan mereka dengan anda.</p>
<p>Anda bahkan mungkin menemukan beberapa perusahaan yang anda bisa mengasah kemampuan anda.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong><em>Browsing</em></strong><strong> di Internet Sebelum Memulai Bisnis</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-919" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/cara-memulai-bisnis-online-dari-nol.jpg" alt="cara memulai bisnis online dari nol" width="1000" height="667" /></p>
<p>Pergilah ke perpustakaan terbesar di wilayah anda dan jelajahi halaman kuning di kategori yang sedang anda incar atau cari informasi tersebut di internet.</p>
<p>Hubungi beberapa perusahaan yang terdaftar disana dan berpura-puralah seolah anda membutuhkan pelayanan mereka.</p>
<p>Ajukan pertanyaan, seperti berapa harga jasa atau produk mereka? Berapa jam dalam sehari mereka beroperasi? Berapa lama mereka bisa memperoleh kembali modal mereka? Berapa lama mereka telah berkecimpung dalam bisnis ini? dan hal-hal lain yang ingin anda tanyakan.</p>
<p>Saya menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer untuk mengumpulkan informasi tentang perusahaan lain dengan membaca segala informasi yang berhubungan dengan perusahaan tersebut.</p>
<p>Berikut adalah beberapa pertanyaan yang akan saya cari jawabannya terlebih dahulu sebelum <a href="https://id.wikihow.com/Memulai-Usaha-Sendiri" target="_blank" rel="noopener">memulai bisnis atau sebelum menanamkan uang ke usaha apapun</a>:</p>
<ul>
<li>Berapa rata-rata pendapatan per pegawai di perusahaan mereka? Anda bisa mendapatkan jawaban untuk pertanyaan ini dari asosiasi perdagangan/industri. Mereka biasanya mempunyai hasil survey berkala tentang informasi seperti ini. Bankir atau akuntan anda juga mungkin tahu jawaban dari pertanyaan ini.</li>
<li>Berapa rata-rata pendapatan yang akan diperoleh untuk tiap meter persegi perusahaan anda? Informasi ini sangat penting untuk operasi eceran, untuk menyusun anggaran yang sesuai dan untuk membuat perbandingan.</li>
<li>Berapa rata-rata margin keuntungan.</li>
<li>Berapa rata-rata margin kotor.</li>
<li>Berapa kira-kira biaya yang akan dikeluarkan untuk melakukan kegiatan promosi atau iklan.</li>
</ul>
<p>Dengan melakukan hal ini anda akan tahu berapa banyak uang yang dihasilkan oleh kebanyakan perusahaan di dalam bisnis anda.</p>
<p>Bahkan mungkin anda akan terkejut jika mengetahui betapa kecilnya pendapatan beberapa orang wiraswasta.</p>
<p>Dalam penelitian yang anda lakukan, anda mungkin menemukan beberapa ide lain yang lebih baik untuk memulai bisnis anda. Dan anda mungkin bisa menghindarkan diri anda dari sebuah kesalahan besar.</p>
<p>Beberapa tahun lalu saya mempertimbangkan untuk membuka sebuah toko eceran khusus perawatan tanaman.</p>
<p>Setelah beberapa bulan melakukan penelitian saya menyadari bahwa secara finansial bisnis ini bukan bisnis yang masuk akal bagi saya karena potensi keuntungannya lebih kecil dibandingkan resikonya. Saya jelas sangat bersyukur karena telah melakukan penelitian sebelumnya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Hal-Hal yang Mendasar Dalam Bisnis</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-918" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/langkah-awal-memulai-usaha.jpg" alt="langkah awal memulai usaha" width="1000" height="667" /></p>
<p>Tidak mengejutkan bahwa setiap orang bisnis yang sukses adalah juga pembicara yang efektif. Dalam artikel ini saya akan menuliskan hal-hal yang mendasar dalam memulai bisnis beserta tip-tip dari orang yang telah sukses.</p>
<p>Dimulai dengan tiga pedoman berikut ini :</p>
<ol>
<li>Prinsip-prinsip dasar yang berlaku dalam pembicaraan bisnis sama seperti pembicaraan sosial. Langsung dan terbuka, dan jadilah pendengar yang baik jika ingin menjadi pembicara yang baik.</li>
<li>Jika anda berbicara dalam lingkungan profesi atau industri anda, Anda dapat mengandaikan bahwa orang-orang yang anda ajak bicara mengetahui istilah-istilah teknis yang anda gunakan, tetapi anda harus tetap membuat diri anda jelas. Bila anda bicara dengan orang dari luar bidang anda, anda harus mengandaikan hal sebaliknya, yaitu bahwa audiens anda atau peserta pertemuan lainnya tidak memahami istilah istilah-istilah teknis anda, jadi anda harus mengatakannya dalam bahasa yang umum.</li>
<li>Waktu adalah uang. Jangan sia-siakan waktu orang yang anda ajak bicara. Jangan bertele-tele membicarakan pertandingan bola kemarin malam, atau babak akhir permainan golf anda, sampai pertemuan yang anda adakan sambil makan siang itu hampir berakhir, dan kemudian berusaha dengan terburu-buru membicarakan tujuan yang sebenarnya dari pertemuan itu, dalam diskusi yang amat tergesa-gesa selama dua puluh menit terakhir. Selain itu, jangan mencoba menjadi pusat perhatian dalam pertemuan itu dengan omong sendiri sepnajang dua puluh menit saat semua orang lain sudah gelisah ingin membicarakan masalahnya.</li>
</ol>
<p>Butir ketiga tersebut membutuhkan elaborasi. Tidakkah anda merasa takut dan cemas bila di telepon seseorang yang baru anda kenal selama dua puluh menit saat anda sedang berusaha mendapatkan proposal kontrak?</p>
<p>Dan tidakkah anda benci ketika bos anda selama lima menit ngobrol tanpa ujung pangkal yang jelas dan baru akhirnya berterus terang mengapa ia mendatangi kantor anda?</p>
<p>Jangan anda seperti itu. Ketahuilah apa yang anda bicarakan. Baik ketika sedang mengobrol di kantor dengan sesama karyawan, atau dalam pertemuan formal yang amat sangat penting, selalulah siap sedia.</p>
<p>Jauh hari sebelumnya pikirkan pokok pembicaraan: hal-hal pokok yang ingin anda kemukakan, pertanyaan-pertanyaan yang anda perkirakan akan muncul, dan cara yang paling meyakinkan untuk menjawab pertanyaan itu.</p>
<p>Ingatlah apa yang diinginkan dan perlu diketahui oleh orang lain. Sebagai contoh, saya paparkan jenis situasi yang sering kita jumpai: bila anda membutuhkan angka-angka penjualan bulan lalu, Anda bisa menanyakannya pada Aliya di bagian <em>sales</em>.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-922" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/12/cara-memulai-usaha-dengan-modal-kecil.jpg" alt="cara memulai usaha dengan modal kecil" width="1000" height="664" /></p>
<p>Tetapi anda tidak perlu memberitahu Aliya keseluruhan strategi pemasaran perusahaan untuk penjualan untuk penjualan tahun depan. Itu hanya akan memboroskan waktunya dan waktu anda.</p>
<p>Ini tidak berarti bahwa anda harus tutup mulut. Salah satu cara paling efektif untuk mempertahankan semangat atau mental dan produktivitas tinggi di antara para karyawan anda adalah dengan membuat mereka selalu mendapatkan informasi.</p>
<p>Akan ada saat -saat di mana anda harus memberi informasi latar belakang kepada mereka, untuk membuat mereka merasa terlibat, atau untuk memotivasi mereka.</p>
<p>Tapi anda tidak perlu memberikan <em>briefing</em> setiap kali bicara pada seseorang. Anda perlu menghindari keluhan lama bahwa bila anda menanyai si anu sekarang jam berapa, ia malah menceritakan pada anda cara kerja mesin jamnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/memulai-bisnis/">Lakukan Hal Ini Sebelum Memulai Bisnis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/memulai-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui</title>
		<link>https://www.belajarkeuangan.com/manajemen-keuangan/</link>
					<comments>https://www.belajarkeuangan.com/manajemen-keuangan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[BelajarKeuangan.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2018 11:19:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Karir]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.belajarkeuangan.com/?p=542</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di sebuah perusahaan, pengaturan terhadap hal yang berhubungan dengan finansial memang kerap sekali dinamakan sebagai manajemen keuangan. Kegiatan tersebut biasanya meliputi perencanaan, pengoperasian, analisis keuangan, kontrol dan juga pengendalian. Jika dilihat secara garis besar, maka ini merupakan berbagai macam aktivitas yang ada kaitannya dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan roda &#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/manajemen-keuangan/">Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-543" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/manajemen-keuangan.jpg" alt="manajemen keuangan" width="1000" height="667" /></p>
<p>Di sebuah perusahaan, pengaturan terhadap hal yang berhubungan dengan finansial memang kerap sekali dinamakan sebagai manajemen keuangan.</p>
<p>Kegiatan tersebut biasanya meliputi perencanaan, pengoperasian, analisis keuangan, kontrol dan juga pengendalian.</p>
<p>Jika dilihat secara garis besar, maka ini merupakan berbagai macam aktivitas yang ada kaitannya dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan roda bisnis suatu perusahaan.</p>
<p>Selain itu juga untuk mencapai tujuan utama dengan cara menggunakan dan mengelola dana dengan tepat.</p>
<p>Untuk tujuan dasarnya antara lain memastikan jika sumber daya yang telah tersedia cukup untuk membiayai operasional perusahaan serta bisa digunakan dengan cara yang efisien dan efektif.</p>
<p>Sebenarnya tidak ada model sistem ideal yang sesuai dengan berbagai macam jenis perusahaan.</p>
<p>Namun faktanya untuk menjalankan kegiatan seperti itu tidaklah mudah, terlebih lagi bagi anda yang masih dikatakan pemula di bidang ini.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Prinsip Manajemen Keuangan</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-544" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/manajemen-keuangan-perusahaan.jpg" alt="manajemen keuangan perusahaan" width="1000" height="667" /></p>
<p>Untuk prakteknya, ini merupakan suatu tindakan yang diambil pada rangka untuk menjaga kestabilan keuangan dari suatu perusahaan.</p>
<p>Dengan melakukan atau melaksanakan fungsi tersebut, pastinya bukan merupakan suatu hal yang mudah, diperlukan prinsip-prinsip yang bisa mendasarinya.</p>
<p>Jika sampai salah langkah dalam pengaturannya, maka bisnis akan mati karena kehabisan dana.</p>
<p>Berikut ini merupakan 7 prinsip yang harus diperhatikan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Akuntabilitas <em>(Accountability)</em></strong></span></h4>
<p>Untuk prinsip pertama yaitu berupa akuntabilitas, artinya merupakan suatu kewajiban moral maupun hukum yang melekat pada subjek (dapat berupa suatu perusahaan, individu maupun kelompok).</p>
<p>Pada kewajiban moral ini sebaiknya anda menjelaskan bagaimana prosesnya mulai dari pemaanfaatan dana, alat-alat dan juga berbagai macam wewenang yang sudah diberikan sebelumnya.</p>
<p>Sehingga untuk intinya, prinsip ini mengharuskan tiap pihak yang terkait tersebut bertanggung jawab mengenai yang diberikan kepadanya.</p>
<p>Prinsip ini pun juga sangatlah penting untuk dijalankan. Sebab, seluruh pihak yang berkepentingan pun juga berhak mengetahui bagaimana pemanfaatan dana maupun wewenang yang diberikan tersebut.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Konsistensi <em>(Consistency)</em></strong></span></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-547" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/materi-manajemen-keuangan.jpg" alt="materi manajemen keuangan" width="1000" height="667" /></p>
<p>Untuk prinsip manajemen keuangan selanjutnya yang harus anda ketahui yaitu konsistensi.</p>
<p>Sama juga dengan hal lainnya yang dituntut untuk bisa konsisten dijalankan, inipun juga bisa berlaku, sehingga jika menurut prinsip, sistem serta kebijakan keuangan perusahaan sebaiknya juga bisa konsisten dilakukan dari waktu ke waktu.</p>
<p>Konsisten yang dimaksud di sini yaitu bukan berarti harus sama tanpa adanya perubahan, akan tetapi sistem keuangan tersebut seharusnya dapat disesuaikan dengan perkembangan jaman yang mungkin akan berdampak besar pada perusahaan.</p>
<p>Apabila konsisten terhadap hal yang kaku dengan tidak ingin mengikuti kemajuan teknologi, maka dapat dipastikan suatu bisnis akan tertinggal.</p>
<p>Dibutuhkan pemimpin yang visioner dan peka terhadap perubahan serta mampu menghadapi seluruh tantangan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Kelangsungan Hidup <em>(Viability)</em></strong></span></h4>
<p>Kelangsungan hidup juga merupakan salah satu prinsip yang harus anda ketahui. Lalu apakah yang dimaksud dengan kelangsungan hidup?</p>
<p>Hal itu dapat diartikan sebagai suatu ukuran tingkat keamanan serta keberlanjutan keuangan organisasi.</p>
<p>Sehingga, agar prinsip ini eksis dan mampu menjaga keamanan sistem keuangan perusahaan, diperlukan pengawasan yang ketat.</p>
<p>Mengatur pengeluaran organisasi dari tingkat strategis sampai dengan operasional harus sejalan dengan kebijakan.</p>
<p>Dalam prinsip ini, sangatlah penting bagi pihak perusahaan untuk menyiapkan rencana keuangan.</p>
<p>Seluruh rencana yang dibuat sebaiknya terlihat sederhana agar seluruh elemen di dalam suatu perusahaan mampu menjalankannya dengan baik.</p>
<p>Mampu beradaptasi terhadap perkembangan jaman merupakan kunci agar dapat berlangsung hidup di tengah persaingan yang makin sengit.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Transparansi <em>(Transparency)</em></strong></span></h4>
<p>Untuk prinsip manajemen keuangan selanjutnya yaitu transparansi. Di dalam prinsip yang keempat ini bisa diartikan bahwa suatu perusahaan harus transparan maupun bersifat terbuka tentang seluruh pekerjaannya.</p>
<p>Sehingga perusahaan sebaiknya menyediakan berbagai macam wadah informasi tentang rencana serta aktivitas perusahaan kepada pihak yang berkepentingan.</p>
<p>Salah satu hal yang dapat diwujudkan yaitu dengan menyediakan laporan keuangan yang lengkap, akurat, tepat waktu serta mudah diakses oleh pihak yang memiliki kepentingan.</p>
<p>Pada dasarnya transparansi ini juga bisa berdampak pada profil perusahaan yang ada di publik.</p>
<p>Kemudian untuk pihak-pihak yang berkepentingan, hal seperti ini bisa terjadi karena jika suatu perusahaan bersikap tidak transparan, maka dapat diindikasikan sebagai sesuatu yang buruk dan juga bisa dianggap ada hal yang tidak benar disana.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Standar Akuntansi <em>(Accounting Standards)</em></strong></span></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-548" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/prinsip-manajemen-keuangan.jpg" alt="prinsip manajemen keuangan" width="1000" height="667" /></p>
<p>Prinsip manajemen keuangan selanjutnya yaitu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Standar_Akuntansi_Keuangan" target="_blank" rel="noopener">standar akuntansi</a>. Yang dimaksud dengan prinsip standar akuntansi tersebut pada umumnya lebih merujuk pada sistem akuntansi keuangan yang digunakan oleh perusahaan.</p>
<p>Sistem-sistem ini sebaiknya juga sesuai dengan standar akuntansi yang sudah berlaku pada umumnya di Indonesia supaya tidak terjadi kerumitan atau kesalahan yang bisa terjadi kedepannya.</p>
<p>Dengan demikian, sebuah perusahaan tidak boleh sembarangan dalam mengadaptasi sistem akuntansi negara lain yang mungkin tidak sesuai dengan ketetapan atau standar yang berlaku di negara ini.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Integritas <em>(Integrity)</em></strong></span></h4>
<p>Nah, untuk prinsip manajemaen yang selanjutnya ialah integritas. Integritas dinilai lebih merujuk pada aktivitas operasional dari suatu perusahaan.</p>
<p>Oleh sebab itu, menurut prinsip tersebut, untuk setiap individu yang ada kaitannya dalam operasional perusahaan sebaiknya mempunyai integritas yang baik.</p>
<p>Individu yang dimaksud ialah seluruh komponen yang ada dalam suatu perusahaan mulai dari staff, karyawan hingga dengan direksi suatu perusahaan.</p>
<p>Dan untuk prinsip ini juga bisa berlaku untuk berbagai macam laporan serta catatan keuangan.</p>
<p>Sehingga, keseluruhan laporan serta pencatatan keuangan yang dimiliki atau yang ada kaitannya dengan perusahaan sebaiknya dijaga integritasnya.</p>
<p>Bagaimana cara menjaganya? Satu-satunya cara terbaik yaitu berintegritas dan bertanggung jawab terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan pencatatan keuangan yang akurat serta mampu menjaga laporan tersebut agar tidak sampai ke tangan lain diluar perusahaan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pengelolaan <em>(Stewardship)</em></strong></span></h4>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-545" src="http://www.belajarkeuangan.com/wp-content/uploads/2018/11/makalah-manajemen-keuangan.jpg" alt="makalah manajemen keuangan" width="1000" height="469" /></p>
<p>Kemudian untuk <a href="https://www.belajarkeuangan.com/fungsi-manajemen-keuangan/" target="_blank" rel="noopener">fungsi manajemen keuangan</a> yang terakhir yaitu pada masalah pengelolaan.</p>
<p>Prinsip ini jelas terdapat sebuah penekanan pada kemampuan dari suatu perusahaan dalam mengelola serta menggunakan dana yang diperoleh agar bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.</p>
<p>Oleh sebab itu, dengan prinsip pengelolaan tersebut suatu perusahaan tidak hanya fokus pada masalah dana saja. Akan tetapi lebih kepada pengelolaan keuangan dengan cara keseluruhan dengan membuat rencana yang disitu dinilai tepat.</p>
<p>Berhati-hatilah dalam membuat perencanaan strategis, mengidentifikasi resiko-resiko keuangan sampai dengan menjadikan sistem pengendalian dan juga sistem akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.</p>
<p>Manajemen keuangan dari suatu perusahaan yang baik sebaiknya juga harus disertai dengan fundamental yang baik juga.</p>
<p>Dengan demikian, diperlukan suatu sistem yang dapat membantu melakukan pencatatan serta integrasi di setiap proses bisnis.</p>
<p>Anda bisa menggunakan system yang memiliki banyak fitur atau fungsi, diantaranya seperti manajemen persediaan, pembelian, penjualan, pengelolaan SDM, manufaktur, reparasi, sampai dengan sistem akuntansi.</p>
<p>Sistem tersebut juga bisa untuk menghasilkan laporan keuangan untuk tiap perusahaan anda.</p>
<p>Demikian penjelasan singkat dari artikel ini, semoga dapat bermanfaat bagi Anda yang membutuhkan informasi mengenai manajemen keuangan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com/manajemen-keuangan/">Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.belajarkeuangan.com">BelajarKeuangan.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.belajarkeuangan.com/manajemen-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
