Tips Mengatur Keuangan Ala Rasulullah SAW

tips mengatur keuangan

Tips Mengatur Keuangan. Siapa sih yang tidak ingin mengikuti jejak rasulullah SAW dalam menjalani kehidupan sehari-hari termasuk hal keuangan?

Kami akan membahas mengenai tips mengatur keuangan ala rasullah, apa saja kebiasaan rasulullah sehingga dapat memanage keuangan dengan baik? Beliau mengatakan bagilah penghasilan kedalam tiga bagian. Apa saja itu?

  1. Keperluan konsumtif
  2. Modal Usaha
  3. Sedekah

Mari kita bahas lebih lanjut, selain dari sisi agama kami akan membahas pengaturan keuangan secara umum juga. Sebab kedua hal tersebut sama-sama memberikan dampak positif di dalam kehidupan dan lebih fleksibel.

Tips Mengatur Keuangan

cara mengatur keuangan usaha

Bagaimana pendapat anda mengenai pernyataan, “seboros-borosnya kita harus tetap punya uang pegangan” setuju kah kalian?

Memang benar mau bagaimanapun gaya hidup kita, tetap harus ada uang cadangan agar sewaktu-waktu kita bisa tercover dengan dana tersebut.

Tapi disisi lain perekonomian orang berbeda-beda mempengaruhi tingkat kebutuhan berbeda pula antara 1 individu dengan lainnya.

Tips mengatur keuangan ala rasulullah dibagi dalam 3 bagian :

Keperluan Konsumtif. Dalam hal ini lebih kepada perilaku positif seperti memberikan nafkah kepada keluarga kecil, bukan malah sebaliknya dibelikan rokok atau barang kurang berguna.

Modal Usaha. sisihkan sebagian gaji anda untuk modal usaha atau modal membeli aset, Robert Kiyosaki mengatakan perbedaan antara orang kaya dengan orang miskin. Orang kaya lebih suka membeli aset sedangkan orang miskin lebih suka menghabiskan uang.

Orang menengah suka salah kaprah mengenai pembelian aset, mereka menggangap telah membeli aset padahal hal itu termasuk kedalam liabilitas/barang konsumtif.

Aset merupakan modal atau barang yang memberikan pemasukan tambahan sedangkan liabilitas adalah barang yang justru mendatangkan pengeluaran.

Baca Juga : Mari Mengenal Sistem Keuangan Syariah di Indonesia

Barangnya bisa saja sama tapi 1 aset dan 1 lagi liabilitas, kita ambil contoh kendaraan sepeda motor. Jika kendaraan tersebut digunakan untuk mencari uang tambahan sebagai ojek online (aset) kalau malah sebaliknya digunakan hanya untuk pamer saja maka barang tersebut masuk ke dalam liabilitas.

Sedekah. Merupakan bekal di akhirat kita kelak, jadi harus seimbang antara dunia dan akhirat. Baik itu sedekah wajib atau sunnah.

Harta merupakan merupakan hal milik seseorang sekaligus amanah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Penggunaan uang sangat berkaitan erat dengan kemampuan seseorang mengelolanya.

Kerugian Tidak Mempunyai Laporan Keuangan :

cara mengatur keuangan pribadi remaja

  1. Tidak Pernah Mengetahui Kewajiban atau Aset yang Dimiliki

Apakah anda mau terus-terusan bekerja sampai umur 50an? Bagi pembaca yang masih berusia produktif pasti masih sangat kurang peka terhadap aset ataupun kewajiban. Karena mereka masih mampu secara fisik mencari kerja dan meningkatkan kemampuan.

Memang tidak salah pernyataan seperti itu, tapi mau sampai kapan anda akan terus tidak memperdulikannya?

  1. Pengeluaran Tidak Terhandle dengan Bijak

Menurut anda yang lebih tepat menggunakan uang tersebut terlebih dahulu untuk membeli barang mewah atau menabung?

Mungkin sebagian orang akan berpendapat menggunakan uang untuk membeli barang incaran karena takut kehabisan lagi?

Semua memang kembali kepada diri anda dan pola pikir, semakin dewasa umur pembaca seharusnya lebih mengetahui mana yang harus diutamakan. Dan semoga tips mengatur keuangan ini bisa sedikit membuka pikiran anda.

Konsekuensi negatif harus anda terima kalau laporan keuangan tidak cepat-cepat anda susun sedemikian mungkin.

Kalau anda sudah membuat laporan keuangan, maka akan lebih tahu kira-kira lebih besar pemasukan atau pengeluaran sehari-hari.

  1. Tidak Mempunyai Cadangan Uang

cara mengelola keuangan yang baik dan benar

Kegunaan uang cadangan atau darurat adalah jika sewaktu-waktu diri kita mengalami bencana atau kecelakaan. Tanpa harus mengutak-ngatik uang tabungan atau keuangan lain.

Bila pembaca tak pernah menyisihkan sebagian kecil gaji untuk cadangan. Maka mau tak mau harus menggunakan uang tabungan masa depan.

  1. Tidak Punya Pengaturan Modal Usaha

Punya impian membangun usaha sendiri? Atau memperlebar usaha dengan membuka cabang di suatu tempat strategis?

Namun terkendala modal? Sebaiknya sebelum membuka usaha baik dengan teman atau keluarga pikirkan kembali tentang laporan keuangan pribadi sebab masih ada hubungan.

Bagaimana mungkin anda mengatur keuangan perusahaan atau usaha kalau pendapatan pribadi saja masih berantakan.

  1. (Paling Buruk) Sulit Mendapatkan Pinjaman di saat Terdesak

Cadangan uang masih belum cukup untuk kebutuhan darurat? Mengharuskan anda mengajukan pinjaman di lembaga keuangan manapun apalagi Bank yang mengharuskan BI Checking. Kenapa disini kami bahas paling buruk?

Ini masih ada kaitannya dengan kartu kredit (penggunaan dan pembayaran tagihan akhir bulan) apakah lancar atau tidak.

Setiap pengajuan di bank dan anda mempunyai kartu kredit pasti akan di cek riwayat pembayarannya. Pinjaman tanpa agunan pun seperti itu akan di cek riwayat pembayarannya.

Bahaya Hidup Boros Dalam Ajaran Islam :

tips mengatur keuangan keluarga baru

  1. Harta Cepat Habis

Boros = merugikan diri sendiri, walau anda bekerja giat dan lembur serta gaji mencapai 2 digit.

Karena harta yang selama ini anda cari ternyata terus mengalami kekurangan tanpa ada faedah yang didapatkan. Padahal pemenuhan kebutuhan primer belum sepenuhnya belum terpenuhi.

  1. Tidak Mempunyai Tabungan

Jangankan aset untuk masa tua seperti properti, tabungan pribadi saja tidak akan dimiliki oleh mereka yang selalu hedon dan tak pandai mengatur keuangan. Mau sampai umur berapa anda akan mengalami penyesalan terdalam?

Dampaknya tak hanya ke diri sendiri melainkan orang lain (keluarga kecil), tingkat perceraian sering terjadi karena masalah ekonomi. Jadi kalau diantara anda dan pasangan tidak ada yang bisa mengelola dengan baik dan bijak jurang perceraian bisa di depan mata.

  1. Sibuk Mencari Harta

Terlalu fokus mencari hari tapi sampai lupa kesehatan dan waktu bersama keluarga? Hindari mempunyai kebiasaan seperti itu.

Sudah jauh dari keluarga, kesehatan pun terganggu. Kerja dari pagi hingga malam / tengah malam, makan kurang teratu sangat membahayakan diri sendiri.

Anda mau kerja dengan gaji besar pun dan selalu membaca segala artikel mengenai tips mengatur keuangan. Tapi sangat enggan untuk mengaplikasikannya.

  1. Jauh Dari Pribadi yang Bersyukur

Bersyukur merupakan bentuk kenikmatan kepada sang pencipta, seharusnya jika sudah diberikan kelebihan harta membuat kita semakin bersyukur bukan malah sebaliknya (sombong).

  1. Menimbulkan Perasaan Iri, Dengki, Hasad

Orang boros identik dengan perilaku negatif, seseorang hanya terpaku pada materi dan materi saja untuk memenuhi segala keinginan demi gengsi semata yang tak kunjung habis.

Tak heran kalau sifat sombong sulit dihilangkan dari dirinya, merasa hebat dari orang lain, merendahkan baik secara langsung atau tidak. Bila ada orang lain yang melebihi dirinya, orang itu akan merasa terusik dan iri. Toh rezeki sudah ada yang mengaturnya bukan?

  1. Gila Harta Demi Memenuhi Gengsi

Masih ada korelasinya dengan poin nomor 5, telalu cinta duniawi sangat merugikan. Harta bagi mereka menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang, harta berlimpah = mampu membeli apa saja.

  1. Ingin Selalu Hidup Mewah dan Terpandang

Orang yang gila harta di jiwanya sudah tertanam untuk selalu hidup bermewah-mewah, walaupun tidak semua orang seperti itu. Masih banyak juga orang yang santun dan rendah hati walaupun memiliki kecukupan harta.

Jangan hanya membaca tips mengatur keuangan ini saja, harus juga anda aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.