Mari Mengenal Sistem Keuangan Syariah di Indonesia

sistem keuangan syariah

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim terbanyak di dunia, sehingga wajar bila kegiatan apapun berlandaskan syariah.

Mulai dari jenis makanan (halal haram) sampai ke sistem keuangan syariah. Tujuannya agar setiap transaksi tidak melanggar syariat, tidak terlalu berorientasi ke dunia tapi juga ke akhirat.

Perlu diketahui juga aktivitas perolehan dana tersebut harus memperhatikan cara yang sesuai mulai dari mudharabah, musyarokah, murabahah, salam, istishna, ijarah dan lain-lain.

Perekonomian di Indonesia didominasi oleh Bank non syariah, tentunya agak mengalami kesulitan untuk dapat memimpin.

Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai dunia syariah juga menjadi latarbelakangnya.

Namun tidak perlu khawatir sebab OJK sudah mempersiapkan prasarana pengawasan berbasis risiko berupa peraturan kehati-hatian dan sistem pengawasan khusus bagi industri jasa yang menggunakan sistem keuangan syariah.

Standar pengaturan yang sudah ditetapkan telah mengadopsi standar pengawasan dan sudah diakui secara international.

Menurut OJK bukan perbankan syariah saja yang mulai berkembang tetapi ada industri keuangan non-Bank syariah, seperti asuransi berlandaskan syariah, dana pensiun syariah, perusahaan pembiayaan syariah, sukuk (obligasi syariah), reksadana syariah, dan aktivitas pasar modal.

Produk syariah dalam sektor riil yaitu mencakup makanan dan obat-obatan halal, islamic fashion, dan pariwisata syariah.

Stakeholders keuangan berlandaskan syariah bekerjasama dengan OJK mendorong pelaksanaan Kampanye Nasional Aku Cinta Keuangan Syariah.

Gerakan ini bertujuan untuk mendorong kesadaran kolektif dari seluruh stakeholders ekonomi dan keuangan berbasis syariah agar mencintai dan memahami produk, aktivitas syariah dengan bersinergi serta bahu membahu mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

Sistem Keuangan Syariah

pertanyaan sistem keuangan syariah

Dalam ajaran agama islam ada sebuah konsep memelihara kekayaan agar bisa dimiliki manusia dengan baik dan bermanfaat, sebab tidak bisa kita hindari bahwa masih ada beberapa oknum yang menggunakan uang untuk hal yang tidak baik.

Menurut ajaran islam kepemilikan harga memiliki 2 kriteria yaitu terbatas dalam hal kepemilikan dan kemanfaatannya selama masih hidup.

Akad dan Transaksi

Akad merupakan sebuah pertalian antara penyerahan (ijab) atau penerimaan (qabul) yang dibenarkan menurut islam.

Akad dibagi menjadi 2 bagian antara lain :

Tabarru

Transaksi yang tidak ditujuan untuk laba biasa disebut nirlaba, bertujuan untuk tolong menolong didalam kebaikan. Terdapat 3 jenis Akad Tabarru :

  • Meminjamkan Uang, Meminjamkan tidak boleh melebihkan pembayaran
  • Meminjamkan Jasa, sesuai dengan keahlian atau keterampilan anda
  • Memberikan Sesuatu, berupa ilmu umum dan agama atau memberikan barang secara sukarela

Tijarah

Akad yang bertujuan memperoleh keuntungan harus ada syarat dan rukunnya.

Didalam dunia perbankan syariah ada beberapa akad yang ujungnya membawa keuntungan dengan debitur :

Mudharabah, akad kerjasama dengan debitur dan bank. Calon debitur akan diberikan modal usaha. Sementara bank pihak penyelenggara atau pihak yang melakukan investasi atau usaha.

Dalam akad tersebut akan dijelaskan secara rinci tentang bagaimana pembagian keuntungan berapa bagian yang akan diperoleh debitur dan pihak Bank.

Tidak hanya segi profit namun kerugian. Debitur harus menanggung sendiri kerugiannya bila anda sendiri yang membuat rugi usaha tersebut. Begitupun juga Bank, harus menanggung segala kerugian bila kesalahan tersebut dilakukan oleh pihaknya sendiri.

Baca : Investasi Syariah yang Menguntungkan dan Bebas Riba

Lebih adil kan bila caranya seperti ini? Untung rugi ditanggung bersama-sama.

Akad Mudharabah diterapkan pada deposito syariah. Bank menggunakan dana tersebut untuk investasi atau berwirausaha yang tidak melanggar syariat dan ketentuan ajaran islam.

Musyarakah, sebuah perjanjian kerjasama kepada lebih dari satu Bank untuk membangun suatu usaha tertentu. Pihak-pihak yang terlibat semanya ikut menanggung risiko. Sedangkan di Bank Konvensional, akad ini masuk ke dalam kredit modal kerja.

Bedanya hanya, Bank Konvensional menerapkan Bunga/rate. Sedangkan jasa keuangan syariah mendapatkan profit dari sistem bagi hasil.

Lembaga keuangan konvensional tidak akan mengalami kerugian alasannya karena debitur harus membayar angsuran beserta bunganya, kalau Bank syariah keduanya akan mengalami kerugian.

Murabahah, berlandaskan aktivitas jual beli barang dengan tambahan keuntungan untuk Bank syariah (sudah sesuai kesepakatan kedua belah pihak).

Sistem keuangan syariah menggunakan metode bagi hasil (bagi resiko), resiko yang timbul dari aktivitas keuangan tidak hanya ditanggung penerima modal saja melainkan pemberi modal.

Lebih adil menggunakan cara seperti ini karena bila mendapatkan keuntungan keduanya juga akan memperolehnya tidak hanya kerugiannya saja semua harus berdasarkan kesepakatan bersama tentunya.

Berikut adalah skema bagi hasil :

  • Profit Sharing, pembagian keuntungan (laba bersih ) dari sebuah usaha yang dijalankan. Laba bersih didapatkan dari selisih antara pendapatan dikurang biaya lain-lain.
  • Gross Profit, membagikan laba kotor hasil dari pendapatan usaha yang telah dikurangi biaya produksi.
  • Revenue Sharing, dasar perhitungannya hanya dari pendapatan usaha saja.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengemukakan bahwa ekonomi keuangan berlandaskan syariah juga dimanfaatkan oleh perekonomian dunia untuk memperoleh sasaran pembangunan berkelanjutan ditengah risiko perekonomian sekarang ini.

Beliau juga memberi contoh bahwa kuatnya fundamental ekonomi Indonesia ditengah-tengah kondisi global yang tidak menentu. Tidak terlepas dari konsistensi Indonesia dalam memanfaatkan instrumen keuangan islam sebagai bagian penting pembangunan.

Jika anda ingin mengetahui mengenai urgensi kebijakan Pengembangan Keuangan dan Ekonomi Syariah bisa lihat selengkapnya disini.

Perbedaan Sistem Keuangan Syariah dan Konvensional

sistem keuangan syariah ppt

  • Pelaporannya

Konven = Neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.

Syariah = Neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan dana investasi terkait, laporan konsiliasi pendapatan dan bagi hasil, laporan sumber dana, dan penggunaan zakat, terakhir adalah penggunaan dana kebaikan.

  • Akad dan Legalitas

Syarat dan ketentuannya sudah jelas dan sudah disepakati sejak awal secara terperinci. Sehingga apabila salah satu pihak tidak bisa menjalankan kewajibannya resiko maka harus menerima sanksi.

  • Organisasi

Dewan Pengawas Syariah merupakan faktor pembeda dari semua perusahaan atau lembaga keuangan konvensional.

Kehadiran DPS terdiri dari 3 orang yang berprofesi sebagai ahli hukum islam. Bertanggung jawab dalam memberikan fatwa agama dan mengawasinya bersama Dewan Komisaris.

Sedangkan lembaga keuangan konvensional tidak ada DPS maupun peraturan yang bersangkutan dengan Dewan Pengawas Syariah tersebut.

  • Penyelesaian Sengketa

Jika mengalami permasalahan dengan lembaga keuangan syariah akan diselesaikan dengan syariah pula. Sedangkan konvensional berurusan dengan pengadilan negeri.

Lembaga yang mengatur hukum syariah di Indonesia adalah BAMUI (Badan Arrbitrase Muamalah Indonesia).

  • Usaha yang Dibiayai

Syariah menekankan pada rasa kepercayaan bahwa setiap aktivitas manusia memiliki nilai akuntabilitas dan menepatkan akhlak sebagai sebagai parameternya.

Tujuan Laporan Keuangan Syariah dan Konvensional

prinsip sistem keuangan syariah

Syariah

  • Menginformasikan Data Keuangan

Data yang diinformasikan kepada pengguna bisa menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan seperti investasi atau ekspansi.

  • Menyediakan Informasi Kepatuhan (Prinsip Syariah)

Para pengguna bisa melihat apakah entitas terkait sudah menerapkan prinsip syariah di setiap transaksi atau tidak.

  • Menginfokan Informasi tentang Pemenuhan CSR

Corporate Social Responsibility, basis syariah juga mengatur bagaimana entitas harus merancang dan menjalankan program tanggung jawab sosial.

Konvensional

  • Menyediakan informasi yang reliabel mengenai kekayaan dan kewajiban yang dimiliki perusahaan dan badan usaha
  • Menyajikan informasi secara handal tentang adanya perubahaan kekayaan perusahaan
  • Memuat informasi yang bisa diandalkan dan relevan

Daftar Bank Umum Syariah

  • Bank Syariah Mandiri
  • Bank Syariah Muamalat Indonesia
  • Bank Syariah BNI
  • Bank Syariah BRI
  • Bank Syariah Mega Indonesia
  • Bank Syariah Bukopin
  • Bank Victoria Syariah
  • BCA Syariah
  • Maybank Indonesia Syaria

Keuntungan Sistem Keuangan Syariah

sistem keuangan syariah pdf

  • Halal
  • Merupakan Kesempatan untuk Beramal
  • Keadilan Finansial
  • Tahan Terhadap Krisis
  • Menguatkan Perekonomian di Indonesia

Empat Prinsip Keuangan Syariah

  • Kemitraan
  • Keadilan
  • Transparansi
  • Menyeluruh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.