Resiko Kredit Macet Bagi Nasabah dan Tips Penyelesaiannya

resiko kredit macet

Resiko kredit macet KPR. Saat sudah berumah tangga, pastinya setiap orang mendambakan memiliki rumah sendiri. Hanya saja, memiliki rumah bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Terlebih jika penghasilan setiap bulannya kurang mencukupi untuk membeli rumah. Dalam hal ini, KPR hadir sebagai solusi untuk permasalahan anda tersebut. KPR (Kredit Pemilikan Rumah) bisa anda pilih untuk mendapatkan rumah impian.

Anda pun dituntut untuk mematuhi ketentuan yang diberlakukan, seperti membayar kredit sebelum waktu jatuh tempo.

Dalam memilih KPR untuk mendapatkan rumah idaman, anda harus memperhatikan beberapa hal yang bisa membuat anda terlambat bayar kredit.

Misalnya saja, dipecat dari pekerjaan tetap sehingga tak memiliki penghasilan setiap bulannya.

Hal ini tentu saja sangat membebani pikiran anda dalam membayar kredit KPR. Saat anda terlambat bayar kredit KPR, anda akan dihadapkan dengan berbagai resiko.

Namun, anda tak perlu khawatir, dalam kesempatan kali ini kami tak hanya akan berbagi mengenai resiko kredit macet KPR saja, melainkan juga tips penyelesaiannya.

Resiko Kredit Macet KPR

dampak kredit macet bagi nasabah

Kredit macet itu sendiri adalah kelompok pinjaman kredit paling parah yang dilakukan para peminjam.

Adapun ciri-ciri kredit macet ini yakni setelah berlalu selama 18 bulan sejak kredit dimasukkan sebagai kredit diragukan, tak ada upaya untuk pelunasan ataupun penyelamatan dari nasabah, bahkan tak ada jamian sama sekali.

Apabila dirasa pihak kredit KPR sulit memperoleh pelunasan kredit, maka jangka waktu selama 18 bulan tersebut akan diperpendek.

Denda

Untuk anda yang mengambil rumah secara kredit, pastikan anda bisa melunasi kredit rumah sampai tuntas.

Oleh karena itu, perhitungkan secara baik segala sesuatu yang menjadi kewajiban anda ketika membeli rumah.

Hal ini dikarenakan ketidakmampuan dalam menyelesaikan kredit ataupun tagihan tiap bulannya bisa menimbulkan resiko yang merugikan anda.

Adapun salah satu resiko kredit macet KPR ialah denda. Anda akan mendapatkan denda sekitar 0,5% per hari.

Dimana hal tersebut dihitung dari jumlah cicilan tiap bulanan yang harus anda bayarkan.

Jika debitur telat bayar cicilan, pada umumnya bank akan kirimkan surat teguran yang berisikan perintah untuk segera melunasi cicilan beserta dendanya.

Sita Rumah

Jika pihak bank sudah mengirimkan surat sampai tiga bulan secara berturut-turut, maka anda harus langsung melunasinya dengan segera.

Hal ini dikarenakan bisa berdampak pada penyitaan rumah. Pihak bank akan langsung menyita rumah anda.

Bahkan rumah yang disita tersebut akan dijual atau dilelang. Jika rumah sudah disita oleh bank sebagai pemberi KPR, maka kemungkinan besar anda tak bisa lagi menarik uang yang telah anda setorkan selama ini.

Hal ini dikarenakan anda dianggap sudah melakukan wanprestasi atau mencederai janji atas perjanjian kredit (PK).

Hal itulah yang dikhawatirkan dari resiko kredit macet, jadi sebaiknya jika sudah merasa mampu membayar cicilan langsung lunasi saja.

Rescheduling

contoh kredit macet

Saat anda mengalami kredit KPR yang macet, pihak bank juga akan melakukan rescheduling. Rescheduling itu sendiri adalah menawarkan negosiasi untuk penjadwalan ulang.

Penjadwalan ulang pembayaran KPR bisa saja menjadi pilihan yang diberikan oleh pihak bank maupun anda sendiri.

Melalui rescheduling ini, jadwal cicilan KPR akan kembali diatur sesuai dengan hitungan petugas bank.

Tak hanya itu, rescheduling juga akan disesuaikan dengan kemampuan anda dalam membayar.

Penjadwalan ulang KPR meliputi perpanjangan periode kredit atau tenor dan masa tenggang dalam membayar cicilan atau grace periode.

Selama masa tenggang tersebut, anda diizinkan untuk menunda pembayaran cicilan tanpa ada kendala denda ataupun penalti.

Sebenarnya hal ini juga termasuk salah satu cara menyelesaikan kredit KPR yang macet.

Untuk itu, pastikan anda memanfaatkannya secara baik supaya terbebas dari persoalan kredit macet.

Over-credit

Resiko lain yang akan anda hadapi saat mengalami kredit KPR yang macet ialah over-credit. Pihak bank akan menawarkan over-credit pada konsumen yang baru.

Apabila bank menawarkan over-credit, maka anda hanya akan memperoleh sebagian uang yang sudah disetorkan.

Hal ini dikarenakan uang sudah dipotong untuk menutup berbagai biaya dan denda.

Sulit Menyicil Produk

Saat anda terkendala masalah kredit macet KPR, anda juga tak akan bisa menyicil produk-produk lainnya yang anda butuhkan.

Baca Juga : Pahami dan Hindari Resiko Tarik Tunai Kartu Kredit

Salah satu contoh resiko kredit macet adalah saat anda ingin Misalnya saja, ataupun barang elektronik. Hal ini dikarenakan untuk melunasi kredit rumah saja tak memungkinkan, apalagi ingin menyicil produk lainnya.

Tidak Lolos BI Checking

Dalam beberapa kesempatan memang dibutuhkan BI Checking. Akan tetapi, apabila anda sudah mengalami masalah dengan pembayaran kredit rumah, maka bisa dipastikan anda tak lolos BI Checking apabila ingin mengajukan kredit lainnya.

Sedang butuh uang tunai, tapi takut dengan proses BI Checking? Silahkan ajukan disini.

Pengelolaan Keuangan Terganggu

kredit macet adalah

Anda akan mengalami pengelolaan keuangan yang terganggu. Pengelolaan keuangan anda tidak akan menjadi seperti yang telah dianggarkan semenjak awal.

Hal ini dikarenakan masalah utama anda dalam pelunasan kredit rumah yang belum terselesaikan.

Apabila ada biaya, semua biaya mungkin saja akan dilarikan untuk KPR tersebut. Dengan begitu, pengeluaran kebutuhan yang lainnya bisa terbengkalai.

Penyelesaian Kredit Macet KPR

penyebab kredit macet

Saat anda mengalami kredit macet KPR, anda harus segera melakukan berbagai tindakan untuk mengatasinya. Adapun beberapa penyelesaian yang bisa anda lakukan diantaranya yaitu:

Reconditioning

Salah satu tips penyelesaian kredit macet KPR ialah reconditioning. Selain rescheduling, masalah kredit KPR yang macet juga bisa anda atasi dengan reconditioning.

Dalam penentuan syarat ulang ini, tak hanya jadwal pembayaran yang dapat ditata kembali. Suku bunga yang perlu anda bayarkan juga bisa diatur lagi.

Adapun contohnya ialah dari floating menjadi fixed selama beberapa bulan. Kemudian floating lagi. Keringanan bunga seperti hal tersebut juga bisa diberlakukan melalui reconditioning.

Restructuring

Tips menyelesaikan masalah kredit KPR yang macet lainnya ialah dengan mengajukan restructuring.

Restructuring atau penataan ulang dapat anda pilih jika penjadwalan ulang dan penentuan syarat ulang tak cukup membantu.

Adapun hal yang bisa ditata ulang dalam restructuring ini diantaranya yaitu besaran suku bunga, tunggakan bunga, dan pokok kredit.

Misalnya saja, suku bunga dari sebanyak 10% akan diturunkan menjadi 9% saja. Tunggakan bunga mungkin dapat dihapus. Dengan begitu, hanya tersisa pokoknya saja.

Jual Rumah

Anda sebenarnya juga bisa mengkombinasikan reconditioning dan restructuring. Nantinya anda hanya perlu melakukan negosiasi dengan pihak bank.

Pihak bank nantinya akan menilai kemampuan bayar anda lagi sebelum memberikan keringanan.

Apabila anda dinilai akan susah bayar cicilan secara terus-menerus, maka permohonan keringanan kemungkinan besar akan ditolak.

Saat hal ini terjadi, cara terbaik yang bisa anda tempuh ialah menjual rumah itu sendiri sebelum bank menyitanya.

Dengan anda menjual rumah, anda bisa memperoleh selisih dari harga penjualan rumah.

Terlebih jika kredit sudah berlangsung lama, seperti lebih dari 5 tahun. Harga rumah sudah bisa dipastikan naik jika dibandingkan ketika pertama kali beli. Akan tetapi, langkah yang paling baik pastinya menghindari keterlambatan bayar cicilan KPR.

Sebelum anda mengambil KPR, pastikan anda memperhitungkan kemampuan bayar.

Dengan begitu, anda tak akan disibukkan dengan permasalahan dan resiko kredit macet KPR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.