Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

manajemen keuangan

Di sebuah perusahaan, pengaturan terhadap hal yang berhubungan dengan finansial memang kerap sekali dinamakan sebagai manajemen keuangan.

Kegiatan tersebut biasanya meliputi perencanaan, pengoperasian, analisis keuangan, kontrol dan juga pengendalian.

Jika dilihat secara garis besar, maka ini merupakan berbagai macam aktivitas yang ada kaitannya dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan roda bisnis suatu perusahaan.

Selain itu juga untuk mencapai tujuan utama dengan cara menggunakan dan mengelola dana dengan tepat.

Untuk tujuan dasarnya antara lain memastikan jika sumber daya yang telah tersedia cukup untuk membiayai operasional perusahaan serta bisa digunakan dengan cara yang efisien dan efektif.

Sebenarnya tidak ada model sistem ideal yang sesuai dengan berbagai macam jenis perusahaan.

Namun faktanya untuk menjalankan kegiatan seperti itu tidaklah mudah, terlebih lagi bagi anda yang masih dikatakan pemula di bidang ini.

Prinsip Manajemen Keuangan

manajemen keuangan perusahaan

Untuk prakteknya, ini merupakan suatu tindakan yang diambil pada rangka untuk menjaga kestabilan keuangan dari suatu perusahaan.

Dengan melakukan atau melaksanakan fungsi tersebut, pastinya bukan merupakan suatu hal yang mudah, diperlukan prinsip-prinsip yang bisa mendasarinya.

Jika sampai salah langkah dalam pengaturannya, maka bisnis akan mati karena kehabisan dana.

Berikut ini merupakan 7 prinsip yang harus diperhatikan.

Akuntabilitas (Accountability)

Untuk prinsip pertama yaitu berupa akuntabilitas, artinya merupakan suatu kewajiban moral maupun hukum yang melekat pada subjek (dapat berupa suatu perusahaan, individu maupun kelompok).

Pada kewajiban moral ini sebaiknya anda menjelaskan bagaimana prosesnya mulai dari pemaanfaatan dana, alat-alat dan juga berbagai macam wewenang yang sudah diberikan sebelumnya.

Sehingga untuk intinya, prinsip ini mengharuskan tiap pihak yang terkait tersebut bertanggung jawab mengenai yang diberikan kepadanya.

Prinsip ini pun juga sangatlah penting untuk dijalankan. Sebab, seluruh pihak yang berkepentingan pun juga berhak mengetahui bagaimana pemanfaatan dana maupun wewenang yang diberikan tersebut.

Konsistensi (Consistency)

materi manajemen keuangan

Untuk prinsip manajemen keuangan selanjutnya yang harus anda ketahui yaitu konsistensi.

Sama juga dengan hal lainnya yang dituntut untuk bisa konsisten dijalankan, inipun juga bisa berlaku, sehingga jika menurut prinsip, sistem serta kebijakan keuangan perusahaan sebaiknya juga bisa konsisten dilakukan dari waktu ke waktu.

Konsisten yang dimaksud di sini yaitu bukan berarti harus sama tanpa adanya perubahan, akan tetapi sistem keuangan tersebut seharusnya dapat disesuaikan dengan perkembangan jaman yang mungkin akan berdampak besar pada perusahaan.

Apabila konsisten terhadap hal yang kaku dengan tidak ingin mengikuti kemajuan teknologi, maka dapat dipastikan suatu bisnis akan tertinggal.

Dibutuhkan pemimpin yang visioner dan peka terhadap perubahan serta mampu menghadapi seluruh tantangan.

Kelangsungan Hidup (Viability)

Kelangsungan hidup juga merupakan salah satu prinsip yang harus anda ketahui. Lalu apakah yang dimaksud dengan kelangsungan hidup?

Hal itu dapat diartikan sebagai suatu ukuran tingkat keamanan serta keberlanjutan keuangan organisasi.

Sehingga, agar prinsip ini eksis dan mampu menjaga keamanan sistem keuangan perusahaan, diperlukan pengawasan yang ketat.

Mengatur pengeluaran organisasi dari tingkat strategis sampai dengan operasional harus sejalan dengan kebijakan.

Dalam prinsip ini, sangatlah penting bagi pihak perusahaan untuk menyiapkan rencana keuangan.

Seluruh rencana yang dibuat sebaiknya terlihat sederhana agar seluruh elemen di dalam suatu perusahaan mampu menjalankannya dengan baik.

Mampu beradaptasi terhadap perkembangan jaman merupakan kunci agar dapat berlangsung hidup di tengah persaingan yang makin sengit.

Transparansi (Transparency)

Untuk prinsip manajemen keuangan selanjutnya yaitu transparansi. Di dalam prinsip yang keempat ini bisa diartikan bahwa suatu perusahaan harus transparan maupun bersifat terbuka tentang seluruh pekerjaannya.

Sehingga perusahaan sebaiknya menyediakan berbagai macam wadah informasi tentang rencana serta aktivitas perusahaan kepada pihak yang berkepentingan.

Salah satu hal yang dapat diwujudkan yaitu dengan menyediakan laporan keuangan yang lengkap, akurat, tepat waktu serta mudah diakses oleh pihak yang memiliki kepentingan.

Pada dasarnya transparansi ini juga bisa berdampak pada profil perusahaan yang ada di publik.

Kemudian untuk pihak-pihak yang berkepentingan, hal seperti ini bisa terjadi karena jika suatu perusahaan bersikap tidak transparan, maka dapat diindikasikan sebagai sesuatu yang buruk dan juga bisa dianggap ada hal yang tidak benar disana.

Standar Akuntansi (Accounting Standards)

prinsip manajemen keuangan

Prinsip manajemen keuangan selanjutnya yaitu standar akuntansi. Yang dimaksud dengan prinsip standar akuntansi tersebut pada umumnya lebih merujuk pada sistem akuntansi keuangan yang digunakan oleh perusahaan.

Sistem-sistem ini sebaiknya juga sesuai dengan standar akuntansi yang sudah berlaku pada umumnya di Indonesia supaya tidak terjadi kerumitan atau kesalahan yang bisa terjadi kedepannya.

Dengan demikian, sebuah perusahaan tidak boleh sembarangan dalam mengadaptasi sistem akuntansi negara lain yang mungkin tidak sesuai dengan ketetapan atau standar yang berlaku di negara ini.

Integritas (Integrity)

Nah, untuk prinsip manajemaen yang selanjutnya ialah integritas. Integritas dinilai lebih merujuk pada aktivitas operasional dari suatu perusahaan.

Oleh sebab itu, menurut prinsip tersebut, untuk setiap individu yang ada kaitannya dalam operasional perusahaan sebaiknya mempunyai integritas yang baik.

Individu yang dimaksud ialah seluruh komponen yang ada dalam suatu perusahaan mulai dari staff, karyawan hingga dengan direksi suatu perusahaan.

Dan untuk prinsip ini juga bisa berlaku untuk berbagai macam laporan serta catatan keuangan.

Sehingga, keseluruhan laporan serta pencatatan keuangan yang dimiliki atau yang ada kaitannya dengan perusahaan sebaiknya dijaga integritasnya.

Bagaimana cara menjaganya? Satu-satunya cara terbaik yaitu berintegritas dan bertanggung jawab terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan pencatatan keuangan yang akurat serta mampu menjaga laporan tersebut agar tidak sampai ke tangan lain diluar perusahaan.

Pengelolaan (Stewardship)

makalah manajemen keuangan

Kemudian untuk fungsi manajemen keuangan yang terakhir yaitu pada masalah pengelolaan.

Prinsip ini jelas terdapat sebuah penekanan pada kemampuan dari suatu perusahaan dalam mengelola serta menggunakan dana yang diperoleh agar bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Oleh sebab itu, dengan prinsip pengelolaan tersebut suatu perusahaan tidak hanya fokus pada masalah dana saja. Akan tetapi lebih kepada pengelolaan keuangan dengan cara keseluruhan dengan membuat rencana yang disitu dinilai tepat.

Berhati-hatilah dalam membuat perencanaan strategis, mengidentifikasi resiko-resiko keuangan sampai dengan menjadikan sistem pengendalian dan juga sistem akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Manajemen keuangan dari suatu perusahaan yang baik sebaiknya juga harus disertai dengan fundamental yang baik juga.

Dengan demikian, diperlukan suatu sistem yang dapat membantu melakukan pencatatan serta integrasi di setiap proses bisnis.

Anda bisa menggunakan system yang memiliki banyak fitur atau fungsi, diantaranya seperti manajemen persediaan, pembelian, penjualan, pengelolaan SDM, manufaktur, reparasi, sampai dengan sistem akuntansi.

Sistem tersebut juga bisa untuk menghasilkan laporan keuangan untuk tiap perusahaan anda.

Demikian penjelasan singkat dari artikel ini, semoga dapat bermanfaat bagi Anda yang membutuhkan informasi mengenai manajemen keuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.