80 Persen Lamaran Kerja Sudah Dibuang Sebelum Dibaca

80 Persen Lamaran Kerja Sudah Dibuang Sebelum Dibaca

Khusus pada tulisan ini yang berjudul “80 persen lamaran kerja sudah dibuang sebelum dibaca“, penulis sengaja memberikan judul yang sensasional agar para pembaca situs BelajarKeuangan.com menjadi penasaran, khususnya para pencari kerja (job seeker) yang saat ini masih terus berjuang mencari pekerjaan untuk menata masa depannya.

Judul diatas adalah fenomena nyata yang pasti ditemui seputar rekrutmen di banyak perusahaan besar, yang biasanya membuka lowongan kerja dengan space iklan yang relatif berukuran besar serta memiliki alamat tujuan PO BOX.

Dari pancingan iklan tersebut biasanya berhasil menyedot ribuan surat lamaran berkarung-karung yang masuk ke meja HRD nya.

Bicara berkarung-karung memang menjadi renungan tersendiri, tapi kenyataannya seperti itu, satu posisi lamaran bisa diperebutkan oleh ratusan pelamar.

Dengan kondisi lamaran yang menggunung tersebut, selanjutnya akan menjadi hari-hari panjang bagi para staf di bagian rekrutmen untuk mulai memprosesnya.

tips mengantar surat lamaran kerja

Satu persatu amplop lamaran yang masuk akan dipegang dan dibaca, disinilah peristiwa yang menjadi judul sensasional diatas mulai menemukan korbannya, yup… 80 persen surat lamaran yang masuk ke bagian HRD ternyata sudah harus disingkirkan atau dibuang sebelum sempat dibuka amplopnya.

Ironis memang, tapi itulah realita yang sering terjadi di banyak perusahaan besar (jika rekrutmen menggunakan fasilitas pihak ketiga seperti situs pencari kerja, biasanya hanya dibuka sebentar lalu cuma dilihat sekilas).

Pernahkah anda membayangkan surat lamaran yang biasanya dikirim dengan melampirkan foto diri penampilan terbaik, arsip lamaran kerja dengan fotokopi kualitas xerox, dikirim menggunakan layanan kelas utama “kilat khusus”, disertai kepercayaan diri tinggi yang penuh rasa optimis, ternyata hasil akhirnya di meja HRD lamaran kita termasuk daftar tumpukan antrian untuk masuk ke mesin penghancur kertas.

“kenapa sampai perlu dimasukkan ke mesin penghancur kertas, bukankah itu menambah pekerjaan?”, komentar beberapa pembaca yang mulai merasa surat lamarannya termasuk daftar tunggu tumpukan kertas bermasalah.

Simak informasinya dibawah ini.

Masalah Umum dan Utama yang Sering Terjadi

contoh surat lamaran kerja agar diterima

#1 Pelamar menunda pengiriman lamarannya, sehingga hadir di meja HRD tidak lebih cepat dibandingkan kompetitor sesama pelamar yang sudah lebih dulu hadir, apalagi ditunjang dengan kebutuhan divisi personalia yang menginginkan posisi kosong untuk bisa segera diisi secepat mungkin.

#2 Lamaran kerjanya tidak memiliki tujuan posisi yang jelas untuk dilamar, sehingga ini membuat bagian HRD berpikir praktis langsung membuangnya, toh masih ada tumpukan lamaran kerja setinggi gunung yang perlu segera diproses.

Setelah membaca 2 sumber utama diatas, pasti anda terbengong-bengong karena bukan sekedar terlambat mengirim atau tidak jelas posisi yang dilamar tapi cara berpikir untuk siap bersaing di dunia kerja hampir bisa dipastikan belum sama sekali dimiliki oleh para pencari kerja.

Baca juga: Apakah Job Fair Hanya Ajang Eksploitasi Bisnis

Selanjutnya perusahaan besar yang membuka lowongan dan menghasilkan tumpukan surat lamaran yang menggunung tidak mau mengambil resiko membuang sisa surat lamaran ke sembarang tempat atau menyuruh office boy nya untuk menjual kertas-kertas tersebut di tukang loak, karena mereka tidak mau mengambil resiko jika suatu hari seorang pelamar akhirnya protes saat menerima bungkus kacang rebus yang dibelinya ternyata memakai kertas CV atau lampiran keterangan lamaran kerjanya.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh para pencari kerja jika tidak ingin hal buruk tersebut terjadi?

Gampang saja, jika lowongan kerja muncul di koran pada hari sabtu, sebisa mungkin kirim lamaran anda pada hari itu juga agar pada hari senin surat lamaran kerja sudah bisa sampai di meja HRD.

Lalu untuk poin kedua dari petaka tersebut, agar lamaran anda tidak menjadi bungkus kacang adalah buat atau tulis tujuan posisi yang jelas di AMPLOP lamaran.

Apakah hanya itu yang harus dilakukan agar lamaran para pencari kerja bisa dibaca atau setidaknya dibuka oleh HRD?

Tentu saja ada.

Berikut ini adalah Tips Penting yang Harus Dilakukan Supaya HRD Mau Melirik Lamaran Anda

surat lamaran kerja pasti diterima

  1. Gunakan amplop dengan warna yang unik, jangan yang gitu-gitu aja, pada umumnya amplop yang digunakan pasti berwarna cokelat. Selanjutnya Anda bisa menggunakan amplop dengan warna yang cerah seperti hijau atau biru.
  2. Untuk format di kertas resume, buatlah sekreatif mungkin namun harus disesuaikan dengan lamaran yang anda pilih. Contohnya, apabila melamar untuk posisi keuangan, buatlah secara berkelas dengan format seperti yang sering digunakan perusahaan besar apabila mengundang tamu-tamu penting. Silakan googling untuk desain-desainnya.
  3. Gunakan bahasa yang formal, terstruktur dan sopan serta tidak perlu berbelit-beli namun langsung to the point Apabila pengalaman kerja Anda banyak atau training yang diikuti juga tidak sedikit, buatlah list tanpa perlu menjelasakan secara terperinci setiap poinnya.
  4. Usahakan tidak lebih dari 2 lembar sebab perekrut pasti akan meyeleksi banyak sekali lamaran yang masuk. Nah, itulah fungsi dari tampilan yang eye catching, lamaran Anda akan disisihkan untuk dibaca nanti karena menarik perhatian si penyeleksi.
  5. Waktu yang dibutuhkan oleh pembaca surat lamaran biasanya hanya kurang dari 1 menit atau bahkan hanya belasan detik, jadi buatlah sesingkat dan sejelas mungkin.
  6. Tidak perlu memaksakan diri untuk apply jika kualifikasi Anda tidak sesuai dengan apa yang diminta oleh perusahaan karena sudah pasti akan gagal.
  7. Langsung cantumkan pengalaman dan kualifikasi diri di bagian awal resume. Untuk profil atau data diri cukup ditaruh diakhir resume
  8. Jangan merekayasa data diri Anda sebab kalau ketahuan, maka nama Anda akan di blacklist oleh seluruh perusahaan.
  9. Lampirkan seluruh dokumen-dokumen penunjang secara lengkap seperti ijazah, transkip nilai, surat referensi kerja, sertifikat kepelatihan dan lain-lain.
  10. Kirimkan pas foto yang berukuran 3×4 dengan menggunakan pakaian formal (menggunakan jas akan lebih baik).
  11. Jangan mencantumkan alamat email yang alay dan norak karena akan mempengaruhi hasil penilaian Anda.
  12. Ada baiknya di masa pencarian kerja, hapus seluruh status dan foto di media sosial yang menunjukkan sifat asli Anda atau isinya bernada kebencian, kata-kata kasar, gambar serta link tidak senonoh dan lain-lain yang membuat orang lain Perlu diketahui, saat ini tidak sedikit perusahaan yang diam-diam mengecek akun medsos untuk menilai karakter asli si pelamar.
  13. Menyambung poin sebelumnya. Jangan private akun medsos, di open saja untuk publik dan buatlah seakan-akan Anda orang yang baik dan profesional. Tunjukkan citra diri yang positif dan penuh kebahagiaan. Usahakan terus seperti itu walau kenyataannya keadaan Anda cukup suram saat ini.

cv agar diterima kerja

Demikianlah informasi penting dari kami, tips diatas tidak pernah disarankan oleh media lain karena biasanya mereka hanya menginformasikan hal basi yang kurang berguna.

Oia, sekarang mayoritas perusahaan sudah menggunakan situs-situs penyedia loker di internet, namun 13 tips diatas tetap dapat diaplikasikan karena walaupun kita diminta mengisi data sesuai format dari situs loker tersebut, namun pelamar wajib juga melampirkan CV atau Resume berbentuk pdf atau word.

Sebagai info tambahan, walau di setiap situs resmi perusahaan juga mencantumkan lowongan kerja, tetapi pada dasarnya mereka masih mengandalkan situs pihak ketiga untuk mencari kandidat.

Bagikan informasi ini pada yang lain jika dirasa bermanfaat dan semoga Anda bisa berkarir di perusahaan impian. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.